Kembali

Jim Cramer Mengamati Aset Kripto dalam Krisis Sebenarnya dan Melihat Satu Fakta Buruk

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

25 Maret 2026 19.17 WIB
  • Cramer mengatakan aset kripto dan emas hanya memicu margin call selama perang Iran.
  • Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$70.600, turun 44% dari all-time high Oktober 2025.
  • Dia berargumen bahwa penurunan harga minyak, bukan aset kripto, yang secara tepat memberi sinyal arah pergerakan ekuitas.
Promo

Pembawa acara Mad Money di CNBC, Jim Cramer, menyatakan bahwa baik aset kripto maupun emas tidak berfungsi sebagai lindung nilai krisis selama perang AS-Iran, karena ia hanya melihat margin call dan penjualan paksa.

Cramer menantang kepanikan yang terjadi akibat guncangan harga minyak dan mempertanyakan apakah aset safe haven benar-benar menepati janji mereka.

Aset Kripto dan Emas Gagal dalam Uji Perang, Kata Jim Cramer

Cramer menyoroti performa Bitcoin (BTC) dan emas (XAU) di tengah konflik Iran yang telah memasuki minggu keempat.

Disponsori
Disponsori

“Apa pun yang terjadi, kita harus mempertanyakan apakah emas atau kripto ‘berfungsi’ dalam krisis yang sesungguhnya. Yang saya lihat hanya margin call dan orang-orang yang seharusnya main di pasar prediksi…,” ujar Cramer .

BTC saat ini diperdagangkan di kisaran US$70.600, sekitar 44% lebih rendah dari all-time high pada Oktober 2025, yakni sekitar US$126.000.

Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot telah mengalami arus keluar bersih selama empat bulan berturut-turut sampai Februari 2026. Korelasi token ini yang sebesar 0,55 dengan S&P 500 semakin memperlemah argumen BTC sebagai lindung nilai yang tidak berkorelasi.

Sementara itu, harga emas mengalami koreksi dari puncak Januari 2026 di level US$5.595 per ons turun ke kisaran US$4.400 pada minggu ini.

Harga Memimpin, Narasi Mengikuti

Argumen Cramer secara umum mengarah pada ketidaksesuaian antara penurunan harga minyak dan narasi krisis yang terus dikedepankan media. Harga Brent crude bahkan turun hingga 7% menjadi sekitar US$97 per barel pada 25 Maret, dari posisi di atas US$112 hanya beberapa hari sebelumnya, setelah ada laporan upaya diplomatik AS untuk gencatan senjata.

“Waktu saya di hedge fund, saya belajar pelajaran keras dari desk ‘junk’. Harga. Semua tentang harga… Tapi, kita tidak pernah bicara soal harga. Kita naif,” terang Cramer .

Ia mengingatkan para trader yang masih berharap minyak di atas US$150 akan mengalami pembalikan harga yang menyakitkan. Ia menambahkan bahwa penurunan harga minyak mentah menjadi sinyal arah yang tepat bagi pasar saham.

Bagi para holder kripto yang berharap BTC akan menjadi “emas digital” di tengah gejolak geopolitik sesungguhnya, kenyataan margin call yang dijelaskan Cramer justru memunculkan pertanyaan besar soal peran aset ini dalam portofolio investasi.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori