Harga Cardano masih naik hampir 12% dalam 24 jam terakhir, tetap bertahan di sekitar US$0,29 setelah pulih dari level terendah baru-baru ini. Sekilas, ini terlihat seperti awal pemulihan yang lebih besar. Harganya bahkan sempat mencoba melakukan breakout yang memperkirakan reli sekitar 38% menuju US$0,41. Tapi sejauh ini, breakout tersebut gagal terjadi.
Penolakan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Hal ini terjadi meski ada pembelian besar-besaran dari whale senilai sekitar US$340 juta. Cerita sebenarnya jauh lebih kompleks. Beragam faktor tersembunyi, termasuk aktivitas whale yang saling bertolak belakang dan risiko likuidasi, secara diam-diam menahan reli harga Cardano.
Bullish Divergence dan Breakout Setup Awalnya Menunjukkan Reli 38%
Setup pemulihan ini mulai terbentuk beberapa minggu sebelumnya. Antara 31 Januari dan 24 Februari, harga Cardano membentuk lower low. Artinya, harga turun ke titik terendah baru dibandingkan ayunan sebelumnya. Biasanya, ini jadi sinyal kelemahan. Tapi pada waktu yang sama, Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low.
RSI merupakan indikator momentum yang mengukur kekuatan aksi beli dan jual. Bila RSI naik sementara harga turun, situasi ini membentuk bullish divergence, yaitu sinyal pembalikan arah. Biasanya, pola ini mengindikasikan tekanan jual mulai melemah, meski harga masih terus jatuh.
Pola seperti ini muncul dalam struktur inverse head-and-shoulders, yang terkenal sebagai pola pembalikan arah bullish. Saat Cardano mendekati level neckline pada 25 Februari, sepertinya Cardano siap mengalami breakout. Potensi kenaikan dari pola ini sekitar 38%.
Ingin dapat insight token lain seperti ini? Daftar Newsletter Kripto Harian Editor Harsh Notariya di sini.
Tetapi, alih-alih breakout dengan lancar, Cardano justru menciptakan sumbu atas panjang dan kembali turun. Sumbu panjang ini menandakan penjual masuk secara agresif dan menyerap tekanan beli sebelum breakout benar-benar terkonfirmasi. Pada titik ini, breakout gagal terjadi.
Hidden Bearish Divergence Muncul Segera setelah Breakout ADA Gagal
Kegagalan breakout ini sebenarnya sudah mendapat peringatan. Tepat setelah penolakan pada 25 Februari, muncul sinyal berbahaya lain di chart — hidden bearish divergence.
Antara 21 Januari hingga 25 Februari, harga Cardano membentuk lower high. Artinya, puncak harga terbaru masih lebih rendah dari puncak rally sebelumnya. Tapi, selama periode yang sama, Relative Strength Index (RSI) justru membentuk higher high yang jauh lebih tinggi.
Ini disebut hidden bearish divergence. Situasi ini terjadi saat momentum naik lebih cepat dari harga, tapi harga gagal menembus resistance penting. Biasanya, ini jadi sinyal bahwa reli semakin lemah dan para penjual sedang bersiap mengambil alih kembali kendali pasar.
Waktunya pun sangat krusial. Divergensi ini muncul ketika Cardano membentuk sumbu atas panjang pada 25 Februari dan gagal tembus ke atas US$0,31.
Ini mengonfirmasi bahwa penolakan breakout bukan sekadar aksi ambil untung acak. Penolakan ini terjadi karena kekuatan harga melemah di balik momentum yang naik. Hidden bearish divergence sering memicu koreksi. Kini, koreksi tersebut sepertinya sudah mulai terjadi karena Cardano kembali turun di bawah level breakout-nya.
Situasi ini menghadirkan risiko. Struktur breakout bullish masih ada secara teknikal, asalkan koreksi ini tidak terlalu dalam. Kalau harga turun lebih dalam, itu berarti penjual benar-benar sudah kembali berkuasa sepenuhnya.
Pembelian Whale US$340 Juta Terjadi — tapi Whale Lebih Besar Diam-Diam Jual Lebih Banyak
Sekilas, data whale terlihat sangat bullish. Wallet yang memegang antara 100 juta sampai 1 miliar ADA menambah kepemilikan dari 2,33 miliar ADA menjadi 3,47 miliar ADA. Artinya, mereka membeli 1,14 miliar ADA senilai sekitar US$340 juta. Aktivitas beli ini kemungkinan yang dilihat kebanyakan trader.
Tapi kenyataannya baru sebagian saja. Kelompok whale lain ternyata justru sedang banyak menjual di waktu bersamaan. Whale terbesar yang memegang lebih dari 1 miliar ADA mengurangi kepemilikan mereka dari 2,89 miliar menjadi 1,88 miliar ADA. Ini artinya, mereka menjual 1,01 miliar ADA atau setara sekitar US$297 juta.
Whale menengah yang memegang 10 juta sampai 100 juta ADA menjual 70 juta ADA, senilai sekitar US$21 juta. Whale lebih kecil yang memegang 1 juta sampai 10 juta ADA menjual 3,41 miliar ADA, dengan nilai sekitar US$1,0 miliar.
Secara total, penjualan mencapai sekitar US$1,32 miliar. Jika dibandingkan dengan pembelian sebesar US$340 juta, maka terjadi ketidakseimbangan arus jual dari crypto whale sekitar US$980 juta.
Inilah yang menjadi penjelasan kegagalan tersebut, termasuk munculnya sumbu atas yang panjang. Aksi beli crypto whale memang terlihat dan menciptakan sentimen optimistis, namun penjualan crypto whale yang lebih besar dan tersembunyi justru sepenuhnya mendominasi. Distribusi diam-diam ini akhirnya menggagalkan breakout tersebut.
Trader Derivatif Terpancing Umpan — Sekarang Risiko Likuidasi Meningkat
Para trader derivatif merespons sesuai harapan. Mereka melihat ada peluang breakout yang sedang terbentuk, sehingga mereka membuka posisi long dengan harapan reli akan terus berlanjut.
Data likuidasi di Binance sendiri menunjukkan adanya US$11,40 juta likuidasi posisi long yang berada di bawah level harga saat ini, sedangkan untuk posisi short hanya sekitar US$5,67 juta. Itu berarti, trader bullish jauh lebih rentan terkena risiko penurunan harga.
Jika harga Cardano turun, posisi long akan terpaksa ditutup. Hal ini menciptakan kondisi long squeeze. Long squeeze terjadi ketika harga yang terus turun memaksa trader bullish keluar pasar, dan aksi jual paksa mereka membuat harga makin anjlok. Begitulah seringnya breakout gagal berubah menjadi koreksi yang lebih dalam.
Harga Cardano Kini Menghadapi Risiko Breakdown Krusial Menuju US$0,22
Struktur harga ADA kini berada di titik krusial. Agar breakout bullish tetap valid, Cardano harus kembali menembus dan bertahan di atas US$0,30. Jika berhasil, target selanjutnya akan kembali mengarah ke US$0,41.
Tapi, risiko penurunan makin besar. Jika Cardano turun di bawah US$0,27, maka koreksi akan makin kuat. Jika harga menembus US$0,25 ke bawah, maka struktur bullish menjadi tidak valid. Level ini sangat berbahaya karena selaras dengan tekanan likuidasi posisi long yang besar.
Penurunan di bawah US$0,25 bisa memicu likuidasi beruntun, sehingga besar kemungkinan harga terdorong ke kisaran US$0,22. Ini berarti kemungkinan breakdown pola secara penuh.
Saat ini, breakout Cardano yang gagal (saat berita ini dibuat) bukan sekadar penolakan secara teknikal. Kejadian ini muncul dari aksi jual tersembunyi dari crypto whale yang jumlahnya hampir US$1 miliar. Ketidakseimbangan ini diam-diam mengubah peluang breakout tinggi menjadi jebakan, dan selama aksi beli belum mampu mengalahkan aksi jual, harapan pulih hanya sekadar keinginan.