Kelp DAO telah menggugat LayerZero dan co-founder-nya, Bryan Pellegrino, karena menyalahkan protokol lintas chain tersebut atas eksploitasi bridge rsETH senilai US$292 juta pada bulan April.
Protokol restaking itu menuduh LayerZero menyembunyikan kelemahan di teknologi mereka. Kelp DAO juga mengklaim LayerZero gagal mencegah penyerang menembus sistem keamanannya.
Di Balik Eksploitasi RsETH Senilai US$292 Juta
Pada 18 April, penyerang berhasil menguras sekitar 116.500 rsETH, yaitu token restaking liquid milik Kelp DAO, melalui bridge LayerZero. Peristiwa pencurian ini menjadi eksploitasi DeFi terbesar di tahun 2026. LayerZero kemudian mengaitkan serangan ini dengan subgrup Lazarus, yakni TraderTraitor.
LayerZero menjelaskan bahwa penyerang berhasil mengambil alih cukup banyak node remote procedure call (RPC) demi mengirimkan data palsu ke verifier bridge. Server ini berfungsi untuk mengirim data blockchain ke aplikasi.
Akhirnya, verifier pun menyetujui pembakaran rsETH yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Kontrak Ethereum lantas melepaskan dana berdasarkan kejadian tersebut.
Namun LayerZero justru menyoroti pengaturan dari pihak Kelp. Bridge tersebut hanya mengandalkan satu verifier yang dioperasikan oleh LayerZero Labs, atau konfigurasi 1-of-1.
Dampaknya menyebar dengan sangat cepat. Dalam dua hari saja, total value locked (TVL) Aave anjlok sebesar US$8,45 miliar, dan TVL DeFi secara keseluruhan turut merosot di berbagai chain utama.
Kelp DAO Gugat LayerZero setelah Berbulan-bulan Saling Menyalahkan
Kini Kelp menyatakan LayerZero dan Pellegrino telah berbulan-bulan menyalahkan protokol mereka di hadapan publik. Padahal, tim Kelp menegaskan bahwa LayerZero telah meninjau dan secara tertulis merekomendasikan deployment serta konfigurasi mereka.
Kelp juga telah mengunggah gugatan tersebut serta ingin supaya LayerZero dan Pellegrino bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh Kelp maupun ekosistem DeFi secara luas.
Tim Kelp menambahkan bahwa keamanan pengguna tetap menjadi prioritas utama. Setelah peretasan terjadi, Kelp menyebut bahwa mereka tengah memindahkan bridge rsETH ke standar lintas chain yang lebih aman. Sebelumnya, protokol ini telah memilih Chainlink CCIP sebagai pengganti, yaitu sistem pesan lintas chain yang menjadi pesaing.
Di sisi lain, proses pemulihan dana curian ini juga telah berlanjut ke ranah hukum. Pada bulan Mei, pengadilan AS mengeluarkan keputusan yang melarang Arbitrum DAO memindahkan 30.766 ETH yang mereka bekukan dari pelaku peretasan.
Kelp menyebut mereka siap menghadapi persidangan. Langkah hukum terhadap LayerZero ini dapat menjadi contoh awal soal seberapa jauh penyedia infrastruktur harus bertanggung jawab atas terjadinya eksploitasi di deployment milik kliennya.









