Bitcoin kini memasuki tahap koreksi setelah mengalami aksi turun sebelumnya. Namun dari sudut pandang struktur pasar, tren secara keseluruhan masih terpantau konstruktif.
Aksi harga saat ini lebih menyerupai koreksi yang terkendali alih-alih breakdown, dan bergerak dengan rapi di dalam pola jangka waktu yang lebih tinggi yang secara historis sering kali mendahului kelanjutan tren naik.
SponsoredProfit Bitcoin Melandai
Dari kacamata trader, aksi turun yang terjadi baru-baru ini lebih terlihat seperti aksi “membuang” holder lemah ketimbang aksi jual panik (panic selling). Penjual jangka pendek sepertinya mulai menepi, sedangkan pelaku pasar besar dan yang lebih sabar sedang melakukan reposisi secara diam-diam.
Rotasi semacam ini biasanya menandakan transisi dari fase distribusi di akhir siklus ke fase akumulasi awal, menciptakan kondisi agar volatilitas bisa meningkat ke atas ketika likuiditas kembali terbangun.
Data on-chain semakin memperkuat narasi ini. Profitabilitas secara keseluruhan di jaringan menyusut secara signifikan, dengan persentase suplai Bitcoin yang berada dalam posisi untung turun dari 75,3% menjadi 66,9%. Pergerakan ini menekan profitabilitas ke bawah ambang batas historis 69,1%, suatu zona yang berulang kali bertepatan dengan stabilisasi harga lokal.
Ketika semakin banyak holder berada dalam posisi rugi, tekanan jual biasanya menukik lantaran insentif untuk menjual pada harga yang kurang menguntungkan juga semakin kecil.
Secara historis, drop di bawah pita profitabilitas bawah ini berfungsi sebagai mekanisme reset, sehingga harga dapat membentuk pijakan sebelum selanjutnya bergerak naik dengan impulsif. Walaupun fase bearish jangka pendek baru-baru ini sempat mengganggu pola ini, harga saat ini masih jauh di bawah puncak sebelumnya.
SponsoredPerilaku holder jangka panjang juga semakin memperkuat prospek bullish. Indikator Long-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (LTH NUPL) menunjukkan profit yang semakin mengecil ke level yang secara historis mendorong perubahan perilaku holder.
Ketika LTH NUPL turun di bawah 0,60, holder jangka panjang umumnya akan memperlambat bahkan menghentikan distribusi, dan memilih menunggu kondisi menjadi lebih baik. Pada siklus sebelumnya, perubahan ini menandai awal periode akumulasi baru dan menurunnya tekanan jual, sehingga harga bisa pulih secara perlahan.
Harga BTC Tetap Ambisius
Dari sisi teknikal, harga Bitcoin masih berada di dalam pola ascending broadening wedge. Harga baru saja memantul dari batas bawah pola tersebut dan kini diperdagangkan di kisaran US$88.475. Tugas utama bull sekarang adalah menembus US$89.241 dan kembali merebut level psikologis US$90.000. Seumpama harga sanggup bertahan di atas US$90.000, tren positif jangka pendek akan semakin kuat dan mengonfirmasi kekuatan pola ini.
Breakout terkonfirmasi dari wedge ini membuka peluang target yang lebih tinggi. Pergerakan menuju US$98.000 kemungkinan menjadi tonggak besar pertama, dan setelah itu bisa terjadi koreksi konsolidasi sehat ke arah US$95.000 untuk membentuk support baru. Pijakan ini penting sebelum mendorong harga secara berkelanjutan menuju US$100.000.
Namun, risiko turun tetap perlu diwaspadai. Jika tekanan jual kembali muncul atau kondisi ekonomi makro memburuk, kegagalan mempertahankan level saat ini bisa membawa harga Bitcoin turun di bawah US$87.210. Dalam skenario tersebut, kemungkinan akan terjadi koreksi yang lebih curam hingga ke US$84.698. Kejadian semacam itu akan serta-merta membuyarkan prospek bullish dan menunda skenario breakout.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!