Sebuah peretasan wallet Keplr menimpa para pengguna yang membuat wallet mereka melalui login Google atau Apple. Web3Auth kini menyatakan bahwa beberapa alamat yang ditandai sebagai wallet penyerang sebenarnya adalah wallet pemulihan milik mereka sendiri.
Perbedaan ini sangat penting bagi ribuan pengguna Cosmos. Firma data on-chain Bitquery mengaitkan lebih dari US$6 juta dengan insiden pencurian ini. Tapi, sebagian dari jumlah itu sepertinya kini tersimpan di wallet yang Web3Auth amankan.
Bagaimana Keplr Wallet Hack Menimpa Pengguna Social Login
Web3Auth menyediakan alat login yang memungkinkan aplikasi membuat wallet kripto melalui akun sosial. Pada 6 November, perusahaan ini menghentikan layanan wallet embedded dan memasukkan layanan login mereka ke dalam mode pemeliharaan.
Pada awalnya, perusahaan melaporkan tidak ada dampak yang menimpa pengguna MetaMask, yang sebelumnya mengalami insiden keamanan terpisah di bulan Oktober. Sehari setelahnya, Web3Auth menelusuri kerentanan tersebut ke infrastruktur mereka sendiri dan menegaskan bahwa insiden ini menimpa sejumlah wallet Keplr.
Keplr kemudian menonaktifkan login Google dan Apple. Akun yang dibuat menggunakan recovery phrase atau wallet hardware tidak berisiko, tim wallet tersebut menjelaskan.
Bitquery menghitung sekitar 44.700 wallet Keplr terdampak di delapan chain berbasis Cosmos. Kerugian terbesar yang dialami oleh satu wallet mencapai sekitar US$325.000.
Insiden ini terjadi pada ekosistem yang sebelumnya sudah mengalami gangguan di tahun ini. Pada musim semi, penutupan Leap Wallet membuat banyak pengguna Cosmos beralih ke Keplr.
Penyelamatan atau Pencurian? Kenapa Alamat-Alamat Ini Penting
Sementara itu, Web3Auth mengungkapkan bahwa mereka memulai operasi whitehat bersama para mitranya. Tim ini memindahkan dana dari wallet yang rentan sebelum penyerang berhasil mengambilnya, dengan menggunakan jalur akses yang sama.
Beberapa pengamat keliru mengira transfer tersebut adalah bagian dari peretasan wallet Keplr. Menanggapi hal itu, Web3Auth merilis alamat terverifikasi di Injective, dYdX, Babylon, Axelar, Saga, Agoric, dan delapan chain EVM.
Beberapa alamat tersebut memiliki kunci yang sama dengan wallet kolektor yang Bitquery kaitkan dengan pencurian dana. Web3Auth belum mengungkapkan berapa banyak dari jumlah total yang berhasil diamankan.
Dana yang berhasil dipulihkan sudah aman, tutur Web3Auth, dan timnya sedang bekerja sama dengan Keplr untuk mengembalikannya kepada para pemilik. Mereka juga memperingatkan soal penipu yang menawarkan bantuan pemulihan palsu.
Proyek lainnya juga mengambil langkah menenangkan pengguna. Misalnya, PancakeSwap menegaskan dana serta smart contract mereka tetap aman.
Peretasan wallet Keplr ini menambah panjang daftar insiden keamanan aset kripto di tahun yang berat. Peretas asal Korea Utara saja telah membawa kabur US$7,61 miliar pada 2026. Selain itu, seorang penyerang baru-baru ini menguras lebih dari 1.400 wallet Qubic.









