Kembali

Negara Mana yang Paling Terdampak jika Terjadi Pemadaman Energi Global? Studi Ini Punya Jawabannya

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

30 Maret 2026 20.04 WIB
  • Singapura mendapatkan skor 85,2 pada kerentanan energi dengan ketergantungan hampir 98% pada bahan bakar fosil.
  • Studi memeringkat 75 negara berdasarkan tujuh faktor risiko setelah guncangan minyak terkait Iran.
  • Hong Kong, Belarus, dan Maroko melengkapi lima besar negara paling terekspos.
Promo

Perang AS-Israel terhadap Iran telah mengguncang pasar energi, sehingga banyak negara mengambil langkah penghematan bahan bakar.

Di tengah situasi ini, sebuah studi pada Maret 2026 oleh Energy World Mag menganalisis 75 negara berdasarkan tujuh faktor untuk mengetahui negara mana yang paling rentan saat terjadi gangguan energi global.

Studi ini memberi skor setiap negara dari 0 hingga 100, di mana skor yang lebih tinggi menandakan risiko lebih besar jika pasokan energi terganggu. Faktor yang dinilai termasuk ketergantungan pada bahan bakar fosil, swasembada energi, ketergantungan pada impor bahan bakar, dan lainnya.

Singapura Pimpin Peringkat Kerentanan Energi

Singapura menempati urutan pertama. Negara-kota tersebut memperoleh skor kerentanan tertinggi sebesar 85,2. Hampir 98% energi di Singapura berasal dari bahan bakar fosil.

Selain itu, Singapura mengimpor 100% gas alam yang dibutuhkan. Impor energi Singapura melebihi produksi dalam negerinya sebesar 243%.

Disponsori
Disponsori

Turkmenistan berada di posisi kedua dengan skor 80,7. Negara ini memperoleh 100% tenaga listriknya dari bahan bakar fosil, tanpa kapasitas energi alternatif. Rata-rata pendapatan sekitar US$9.000 juga membatasi kemampuan penduduknya untuk menghadapi lonjakan harga.

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

10 Negara Paling Rentan terhadap Krisis Energi di Masa Depan
10 Negara Paling Rentan terhadap Krisis Energi di Masa Depan | Sumber: Energy World Mag

Hong Kong menyusul di posisi ketiga dengan skor 80,2. Kota ini mengimpor energi 176% lebih banyak dibandingkan dengan produksinya sendiri dan sepenuhnya bergantung pada sumber luar negeri untuk gas alam.

Maroko (74,6) dan Belarusia (74,2) melengkapi lima besar. Keduanya mengimpor sebagian besar energinya. Pada saat bersamaan, rata-rata pendapatan yang rendah (US$4.000 untuk Maroko dan US$8.000 untuk Belarusia) juga membatasi daya tahan masyarakat menghadapi guncangan harga.

Seorang analis pasar energi dari World Energy Mag mengingatkan bahwa bahkan negara kaya seperti Jerman dan Italia harus melakukan penghematan energi saat krisis 2022. Negara-negara kecil yang sangat bergantung pada impor seperti Singapura dan Hong Kong memiliki kapasitas yang lebih sedikit untuk bertahan terhadap gangguan pasokan.

“Jerman dan Italia tetap harus melakukan penghematan energi meski menjadi salah satu ekonomi terbesar dunia. Perbedaannya adalah, negara seperti Singapura atau Hong Kong memiliki ruang gerak yang jauh lebih terbatas karena hampir tidak punya produksi energi domestik. Saat pasokan terganggu, mereka tidak bisa begitu saja beralih ke batu bara lokal atau meningkatkan produksi gas mereka sendiri,” papar analis tersebut.

Meski begitu, Menteri Tenaga Kerja Singapura, Tan See Leng, menjelaskan bahwa sekitar setengah pasokan gas di Singapura datang melalui pipa gas alam, sehingga tidak terdampak konflik di Timur Tengah. Pemerintah juga menjaga stok cadangan bahan bakar.

Namun, dengan harga minyak Brent yang sudah melebihi US$116 per barel dan gangguan pasokan yang diperkirakan berlanjut, kekhawatiran pun meningkat. Apakah cadangan darurat saat ini cukup mampu menahan gangguan berkepanjangan masih menjadi pertanyaan bagi pengambil kebijakan dan pelaku pasar.

Langganan kanal YouTube kami untuk menyaksikan wawancara para pemimpin dan jurnalis yang menghadirkan analisis mendalam

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori