Korea Utara Bantah Peretasan Binance, Sebut Investigasi FBI Direkayasa

  • Adik Kim Jong Un menyebut penyelidikan FBI terhadap peretasan Binance sebagai provokasi politik.
  • Pernyataannya mengikuti pernyataan KCNA yang menyebut klaim pencurian tersebut sebagai rekayasa.
  • US$6,3 miliar tetap berada di daftar blokir AS. Apakah Washington akan melawan?
Promo

Kim Yo-jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, menyebut penyelidikan FBI atas peretasan Binance senilai US$6,3 miliar sebagai “provokasi politik.” Kantor berita Yonhap melaporkan pernyataannya pada hari Selasa.

Ia juga mengatakan bahwa Pyongyang “memantau dengan ketat” situasi tersebut. Beberapa jam sebelumnya, kantor berita negara KCNA menyebut klaim pencurian itu sebagai “rekayasa,” tutur Reuters.

Sementara itu, lembaga AS masih meminta exchange untuk memblokir wallet yang terhubung dengan dana hasil curian.

Disponsori
Disponsori

Detail Penyelidikan FBI atas Peretasan Binance

Pelaku menyerang dan menguras Binance, exchange aset kripto terbesar di dunia, pada 29 Oktober. Para peneliti keamanan menyebutnya sebagai pencurian aset kripto terbesar dalam sejarah.

Pada 31 Oktober, FBI menuding TraderTraitor, kelompok Korea Utara yang sebelumnya juga dihubungkan dengan pencurian Bybit senilai US$1,5 miliar pada Februari 2025.

Pihak FBI menjelaskan bahwa para hacker menukar sebagian besar aset curian mereka ke Ethereum (ETH). FBI juga mempublikasikan alamat wallet terkait serta mengimbau perusahaan kripto agar menolak transaksi dari wallet tersebut.

Perusahaan pemantau blockchain TRM Labs dan Chainalysis juga mengaitkan serangan ini dengan Korea Utara. Investigasi mendetail kasus peretasan Binance memaparkan bagaimana dana hasil curian keluar dari exchange tersebut.

Donald Trump Ikut Berkomentar

Hingga kini, beban kerugian tetap menjadi tanggungan exchange. Binance sendiri telah membuka kembali penarikan aset kripto setelah mengklaim menanggung sekitar 95% kerugian milik pelanggan dari cadangan mereka.

Di Washington, suasananya cenderung hati-hati. Dalam pidatonya di Mar-a-Lago pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump justru meremehkan serangan tersebut.

“Saya tidak khawatir. Kami masih mempelajari hal tersebut,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa pihak AS sendiri belum mengetahui pasti apakah Korea Utara memang pelaku utama. Sampai pada waktu publikasi, belum ada tanggapan AS terhadap pernyataan Kim tersebut.

Ujian berikutnya adalah apakah exchange mampu membekukan dana curian sebelum dicairkan. Linimasa peretasan Bitget baru-baru ini menunjukkan betapa cepatnya pergerakan pelaku yang diduga berasal dari Korea Utara.

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori