Kembali

RUU CLARITY yang Telah Direvisi Frustrasikan Komunitas Kripto: Siapa yang Sebenarnya Diuntungkan?

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

14 Januari 2026 04.44 WIB
  • Clarity act meningkatkan biaya kepatuhan, menguntungkan pelaku kripto besar yang memiliki modal kuat.
  • Surveilans wajib meningkatkan perusahaan seperti coinbase, circle, dan chainalysis.
  • DeFi dan pembangun skala kecil menghadapi ketidakpastian hukum dan potensi keluar dari pasar.
Promo

Publikasi naskah rancangan undang-undang struktur pasar kripto bipartisan pada hari Senin membuat banyak komunitas kripto merasa tidak puas.

Kebanyakan pengkritik meluapkan kekecewaan mereka pada kelompok lobi di sektor perbankan. Tapi, sebagian kecil lain berpendapat bahwa penerima manfaat sebenarnya adalah perusahaan kripto besar yang seharusnya membela kepentingan industri secara luas.

Crypto Menanggapi Proposal Sepanjang 278 Halaman

Setelah berbulan-bulan negosiasi, Ketua Komite Perbankan Senat Tim Scott menerbitkan naskah RUU yang telah dirundingkan untuk memberikan kerangka kerja bagi pasar kripto. Langkah ini membuat CLARITY Act semakin mendekati pengesahan, dengan tujuan menghadirkan aturan yang lebih jelas untuk pasar aset digital.

Sponsored
Sponsored

“RUU ini mencerminkan kerja keras selama berbulan-bulan, ide, dan juga kekhawatiran yang diajukan di seluruh Komite, serta memberikan perlindungan dan kepastian yang pantas didapatkan warga Amerika biasa,” ujar Scott dalam sebuah pernyataan.

Seharusnya ini menjadi momen kegembiraan, namun dengan cepat berubah menjadi kontroversi saat tokoh-tokoh berpengaruh mulai menelaah proposal sepanjang 278 halaman tersebut.

Kritik awal menyoroti ketentuan yang dianggap menguntungkan perbankan, karena sektor ini memang sudah lama bersitegang dengan pegiat kripto soal kekhawatiran bahwa aset digital bisa menggerus pangsa pasar tradisional.

Atensi pun berubah fokus ke bagian yang mengatur hasil stablecoin. Draf terbaru melarang perusahaan membayar bunga hanya dengan menahan saldo dan membatasi ruang lingkup pemberian hadiah.

Walau begitu, tidak semua perusahaan kripto akan terkena dampak negatif jika parlemen mengesahkan regulasi ini dalam bentuk yang sekarang.

Pelaku kripto besar dan telah mapan justru terlihat paling diuntungkan, sehingga muncul pertanyaan tentang posisi pemain kecil di dalam kerangka regulasi baru ini nantinya.

Mengapa Crypto Besar Paling Diuntungkan dari Proposal Saat Ini

Untuk memahami lebih jauh siapa yang sebenarnya diuntungkan dari RUU ini dalam versi terkininya, BeInCrypto berbincang dengan Aaron Day, seorang wirausaha kripto kawakan sekaligus pengkritik regulasi yang sudah menelaah dokumen ini secara detail.

RUU tersebut membawa persyaratan kepatuhan yang sangat luas.

Sponsored
Sponsored

Ini mencakup pengawasan perdagangan secara real-time, perluasan persyaratan registrasi, serta keharusan menggunakan kustodian yang memenuhi syarat. Semua langkah ini secara drastis meningkatkan biaya operasional di pasar kripto Amerika Serikat.

Imbasnya, Day menuturkan bahwa hanya perusahaan kripto besar dan mapan saja yang mampu menanggung beban awal tersebut. Sejak awal, pemain kecil akan langsung menghadapi kerugian struktural.

“Anda sedang menjelaskan infrastruktur yang sudah dimiliki Coinbase dan tidak mampu dibangun oleh startup di garasi. Coinbase menghabiskan waktu bertahun-tahun dan jutaan US$ untuk membangun relasi dengan regulator. RUU ini pada dasarnya melegalkan keunggulan kompetitif mereka dalam hukum,” terang Day kepada BeInCrypto.

Day menambahkan bahwa Circle juga berpeluang menerima manfaat serupa. Menurutnya, aturan terkait stablecoin di dalam RUU menguntungkan penerbit yang sudah mapan dan sepenuhnya teregulasi. Hal ini membuat perusahaan di balik USDC berpotensi mendapat keuntungan terbesar jika undang-undang ini diterapkan secara utuh.

Di saat bersamaan, proposal juga mengharuskan adanya pengawasan perdagangan. Di bawah aturan ini, setiap exchange wajib menerapkan pemantauan secara real-time.

“Chainalysis akan menang karena wajibnya pengawasan berarti permintaan permanen untuk alat analitik blockchain mereka. Sekarang setiap exchange butuh produk yang mereka jual. Ini bukan konspirasi, memang beginilah cara regulatory capture berjalan,” papar Day.

Sponsored
Sponsored

Ia menekankan bahwa dinamika ini mencerminkan pola lebih luas di mana kerangka regulasi justru memperkuat struktur kekuasaan yang telah ada, bukan mengubahnya.

“Para pemain lama ikut menulis aturan, lalu aturan itu kebetulan saja menguntungkan mereka.”

Akibatnya, pemain kecil akan dihadapkan pada pilihan sulit, dengan decentralized finance (DeFi) sebagai segmen yang paling rentan.

Saat Permissionless Finance Butuh Izin Pemerintah

Berdasarkan penjelasan Day, exchange kecil mesti memilih antara mengalokasikan dana besar untuk memenuhi persyaratan kepatuhan atau menutup usaha di pasar sepenuhnya.

Untuk DeFi sendiri, RUU memperkenalkan istilah yang bisa, untuk pertama kalinya, mengharuskan pengembang protocol melakukan registrasi ke regulator federal. Langkah ini secara efektif memperlakukan builder sebagai entitas yang diatur, bukan sekadar pencipta software netral.

“Inti dari DeFi adalah tidak ada yang butuh izin untuk membangun atau berpartisipasi. Jika Anda butuh persetujuan pemerintah untuk menerapkan smart contract, berarti Anda sudah menghancurkan hal paling menarik dari DeFi,” ucap Day kepada BeInCrypto.

Walaupun RUU ini tidak secara langsung melarang DeFi, Day mewanti-wanti bahwa aturan ini bisa memunculkan ketidakpastian hukum yang cukup besar sehingga pengembang Amerika mungkin akhirnya memilih membangun di negara lain.

Sponsored
Sponsored

Sementara itu, aspek proposal yang paling mengejutkan mungkin adalah kontradiksinya dengan visi asli Satoshi Nakamoto untuk Bitcoin.

Akar Cypherpunk Bitcoin dalam Tekanan

Awalnya, Bitcoin dirancang sebagai sistem uang elektronik peer-to-peer yang bertujuan menghilangkan kebutuhan pada perantara yang harus dipercaya.

Nama samaran Nakamoto dan akar cypherpunk dari Bitcoin menegaskan pentingnya privasi keuangan sebagai prinsip utama, bukan hanya fitur tambahan.

“Saat setiap transaksi dipantau, dilaporkan, dan mungkin dibagikan ke regulator luar negeri, maka Anda sebenarnya membangun kembali arsitektur pengawasan dari sistem perbankan tradisional di atas blockchain. Anda mempertahankan teknologinya dan membuang filosofinya,” tutur Day. 

Ia pun menyarankan bahwa komunitas Bitcoin sendiri bisa saja terpecah dalam merespons hal ini.

Beberapa orang akan berargumen bahwa Bitcoin tetap tidak tersentuh, karena pengguna masih bisa menyimpan sendiri aset mereka dan menjalankan node sendiri. Namun, akses masuk dan keluar, terutama lewat centralized exchange yang digunakan kebanyakan orang untuk membeli dan menjual Bitcoin, akan benar-benar berada di bawah kendali regulasi.

Akibatnya, penggunaan Bitcoin nantinya akan makin mirip seperti menggunakan rekening bank tradisional.

“Saya bukan menentang regulasi pada prinsipnya. Saya menentang regulasi yang dirancang oleh pihak lama untuk menguntungkan mereka sendiri namun dijual ke publik sebagai perlindungan konsumen. Pola seperti ini terus terulang di berbagai industri dan di bawah berbagai pemerintahan. Kedua pihak pun ikut terlibat, karena keduanya didanai oleh kepentingan yang sama,” papar Day.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori