KOSPI Korea Selatan turun hampir 5% ke 6.100 pada Selasa pagi, karena kemajuan chip dari Cina menekan Samsung dan SK Hynix. Kedua produsen chip ini menguasai lebih dari setengah nilai indeks berdasarkan kapitalisasi pasar.
Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) memperpanjang penurunan 3,7% pada Senin dan saat ini sudah turun 10,1% dalam lima hari. Akan tetapi, sepanjang tahun 2026 KOSPI masih naik 44,89%.
Mengapa Produsen Memori Cina Mengguncang Saham Korea?
ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen memori terbesar di Cina, melaporkan kemajuan akhir pekan lalu pada desain chip 4F² yang lebih padat.
Laporan menyebutkan, menurut estimasi TrendForce, desain ini bisa meningkatkan kepadatan memori sebesar 30% sampai 50%. CXMT menargetkan akan mengirim memori server berbasis desain ini sebelum akhir tahun, yaitu segmen pasar bernilai lebih tinggi di mana Samsung dan SK Hynix juga bersaing.
Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar 5% pada pukul 09.13 pagi di Seoul. Investor asing menjual bersih saham senilai 341,4 miliar won, sementara investor individu dan institusi membeli saham.
Micron turun 3,9% dan Sandisk melemah 6% pada perdagangan Amerika Serikat semalam, berdasarkan data dari Bloomberg.
Penurunan pada Senin juga dipengaruhi aksi jual asing dan hampir selesainya buyback saham dari produsen chip, terang SBS News.
Apakah Kemajuan CXMT Layak Menyebabkan Aksi Jual Besar Seperti Ini?
Sebuah laporan Korea Times mengungkap CXMT masih kesulitan menstabilkan hasil produksi pada memori bandwidth tinggi. Sementara itu, Samsung dan SK Hynix telah lebih dulu menguji generasi HBM4E yang lebih baru.
Berdasarkan Counterpoint Research, pada kuartal pertama CXMT menguasai sekitar 8% pendapatan DRAM global. Sementara itu, Samsung memimpin dengan 38%, SK Hynix di posisi kedua dengan 29%, dan Micron menguasai 22%.
Saham produsen chip Korea sebelumnya juga sudah pernah goyah karena CXMT. KOSPI sempat anjlok lebih dari 8% dan memicu circuit breaker setelah debut CXMT di Shanghai pada bulan Juli.
Peneliti Kiwoom Securities, Han Ji-young, memperkirakan aksi beli di harga rendah bisa memicu rebound di sesi perdagangan. Namun demikian, indeks masih turun 4,06% pada pukul 09.49 pagi waktu Seoul.
Samsung dan SK Hynix sempat mendorong KOSPI menembus 9.000 pada Juni. Kini, indeks itu sudah diperdagangkan lebih dari 30% di bawah level tersebut.
Karena dua saham tersebut menguasai setengah komposisi indeks, keraguan atas dominasi DRAM mereka langsung berimbas pada seluruh pasar.









