Kembali

Apa yang Masih Penting di Dunia Kripto Tanpa Token? CEO Solv Sebut 3 Protokol Kunci

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Kamina Bashir

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

09 Februari 2026 17.00 WIB
  • Ryan Chow berpendapat harga token adalah sinyal yang bising dan mungkin menyimpang dari nilai aset kripto yang sebenarnya.
  • Tanpa token, aset kripto akan fokus pada infrastruktur seperti peminjaman, penyelesaian, dan kustodian.
  • Chow menyoroti tiga protokol sebagai pemenang token-agnostik pada 2026.
Promo

Diskusi soal aset kripto sering kali berfokus pada harga token, market cap, dan performa jangka pendek. Tapi jika kita menghapus token dari persamaan, apa sebenarnya yang masih punya nilai?

Dalam sebuah wawancara dengan BeInCrypto, Ryan Chow, CEO sekaligus co-founder Solv Protocol, menyampaikan bahwa jika token sudah tidak lagi penting mulai besok, maka orang-orang akan langsung kembali memperhatikan hal-hal yang fundamental. Ia pun membagikan 3 protokol kripto yang menurutnya tetap akan relevan di 2026, bahkan jika token sudah tidak ada lagi.

Apakah Harga Token Merupakan Ukuran Nilai yang Andal di Aset Kripto?

Aset kripto sering kali dikenal karena tokennya dan pergerakan harganya yang sangat volatil. Banyak obrolan di industri ini berputar di sekitar spekulasi harga.

Koin top berikutnya bakal melakukan apa, kapan altcoin season akan dimulai, atau token mana yang bisa jadi pemenang 100x berikutnya? Narasi-narasi seperti ini yang terus muncul di berita, media sosial, dan mempengaruhi sentimen pasar.

Sponsored
Sponsored

Walaupun harga selalu jadi pembicaraan utama, sebenarnya apa yang harga perlihatkan mengenai apakah sebuah proyek memang berjalan, digunakan, atau benar-benar memberi nilai nyata?

Chow menuturkan bahwa harga memang bisa memberikan informasi, terutama kalau harga tersebut didukung oleh penggunaan dan pendapatan yang terus-menerus. Tapi, kebanyakan harga ini hanya jadi “indikator yang tertinggal dan penuh kebisingan.”

Menurutnya, ujian nyata baru akan muncul saat harganya benar-benar ditopang penggunaan dan pendapatan yang konsisten, serta sudah menjadi infrastruktur tempat orang membangun dan institusi bisa percaya—tanpa harus melihat grafik harga di pasar.

“Harga token hanya memperlihatkan apa yang dirasakan pasar, bukan apakah sistemnya benar-benar berjalan,” ujar dia.

Menurut Chow, pergerakan harga sering kali lebih dulu dari fundamental, atau bahkan sama sekali tidak terkait. Token bisa reli hanya karena ekspektasi, sedangkan protokol yang pelan-pelan dapat adopsi malah kadang tidak menunjukkan reaksi harga secara langsung.

Ia menambahkan bahwa kemajuan nyata sebuah proyek justru lebih baik diukur dari kekuatan infrastrukturnya, keamanan operasional, dan kemampuannya meraih kepercayaan lembaga/institusi. Chow menjelaskan kalau token dihapus:

“Nilainya akan tergantung pada adopsi, kemudahan penggunaan, dan keamanan. Metode seperti adopsi onchain, integrasi ke protokol lain, kesiapan regulasi, dan kemampuan untuk scale dengan andal bagi institusi jadi sinyal yang jauh lebih kuat daripada sekadar market cap.”

Seperti Apa Perilaku Pengguna dan Pengembang Tanpa Token Aset Kripto

Tapi kalau token beserta aktivitas tradingnya menghilang, apakah pengguna juga akan meninggalkannya? Chow memperkirakan bahwa tanpa peluang cuan dari menyimpan atau memperdagangkan token, hampir seluruh aktivitas spekulatif akan langsung lenyap.

Ini termasuk trading momentum, airdrop, farming poin, likuiditas oportunis, dan juga governance.

“Yang akan tersisa hanyalah penggunaan instrumental: stablecoin untuk pembayaran dan treasury, kredit onchain demi efisiensi modal, dan institusi yang menggunakan infrastruktur terverifikasi untuk penerbitan serta kolateral. Saya melihat ada permintaan nyata di kripto untuk fitur-fitur seperti settlement, custody, verifikasi, distribusi, dan hasil terkelola risiko—bukan untuk tokennya. Ini membuktikan, utilitas nyata adalah daya tahan proyek setelah insentif harga tak ada lagi,” ucapnya pada BeInCrypto.

Sponsored
Sponsored

Ia juga menegaskan bahwa skenario seperti itu akan benar-benar mengubah prioritas pengembang. Menurut Chow, performa token selama ini mengarahkan para builder untuk fokus ke hasil jangka pendek, bukan membangun infrastruktur untuk jangka panjang.

Saat ini, struktur ekosistem lebih mudah memberikan imbalan pada yang paling gampang dipasarkan, seperti narasi baru, insentif, program poin, dan TVL jangka pendek. Padahal hal yang paling sulit untuk dikembangkan ialah keamanan, kontrol risiko, keandalan, serta model ekonomi satuan yang jelas.

“Jika mulai besok token tidak lagi penting, semua orang bakal kembali fokus ke hal fundamental. Para builder akan membuat sistem yang mampu memenangkan kepercayaan, seperti cadangan dan laporan terverifikasi, eksekusi dan pengelolaan, auditabilitas, uptime, governance, sampai workflow yang siap untuk kepatuhan. Kamu juga akan lihat lebih banyak pengembangan rails distribusi lintas wallet, integrasi dengan exchange, settlement, identitas, dan model bisnis berbasis biaya,” terang dia.

Lending, Settlement, dan Custody sebagai Use Case Inti Aset Kripto

Chow pun berpendapat bahwa dunia kripto tetap akan bertahan meski tanpa adanya token.

“Di dunia yang tidak mempedulikan token, kripto bakal bertahan sebagai infrastruktur berbayar, dengan pendapatan yang jelas sesuai dengan pekerjaan yang dapat diukur,” komentar dia.

Ia mencontohkan beberapa model bisnis yang memang sudah berjalan secara berkelanjutan. Contohnya adalah skema biaya berbasis pemakaian untuk settlement, eksekusi, minting, dan routing, serta primitive keuangan seperti protokol pinjaman. Kata dia,

“Salah satu model pendapatan paling terbukti di DeFi adalah protokol pinjaman. Protokol pinjaman yang baik menghasilkan pendapatan lewat perbedaan suku bunga dan biaya peminjam, dengan pendapatan yang tumbuh berdasarkan pemanfaatan dan pengelolaan risiko, bukan karena emisi token.”

Chow juga menyoroti bahwa bahkan saat pasar sedang volatil, permintaan untuk leverage, lindung nilai, dan likuiditas tetap ada, sehingga sistem-sistem seperti itu terus menghasilkan pendapatan.

Sponsored
Sponsored

Selain itu, Chow menambah bahwa infrastruktur yang memang dibangun untuk institusi menjadi salah satu sektor yang paling tangguh di industri ini. Layanan seperti custody, kepatuhan, pelaporan, dan pembayaran biasanya dibayar dengan fiat atau stablecoin, serta diadopsi untuk memangkas risiko operasional maupun regulasi. Dalam kondisi pasar yang lemah, tuturnya, layanan-layanan ini justru sering tetap menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan dunia kripto.

“Model pendapatan berkelanjutan lainnya adalah dengan memasukkan biaya infrastruktur transaksi. Blockchain dan layer settlement yang mengenakan biaya untuk aktivitas nyata, seperti memproses transaksi atau memfasilitasi transfer lintas chain, menghasilkan pendapatan tanpa terpengaruh sentimen pasar, sehingga tetap bertahan bahkan di tengah spekulasi, lindung nilai, atau arbitrase,” paparnya.

Pada akhirnya, Chow menegaskan bahwa sistem apa pun yang mampu secara konsisten menyelesaikan masalah dunia nyata dan terintegrasi dalam alur kerja perusahaan bisa bertahan, terlepas dari kinerja token atau siklus pasar.

Proyek Kripto Mana yang Tetap Penting di 2026 tanpa Token?

Pertanyaannya sekarang adalah protokol kripto mana yang masih benar-benar penting di tahun 2026 jika token benar-benar dihilangkan. Chow menyampaikan kepada BeInCrypto bahwa jawabannya terletak pada mengidentifikasi proyek yang telah membangun infrastruktur ekonomi nyata yang menyelesaikan masalah sebenarnya. Ia menyoroti 3 protokol berikut:

Pertama, Chow menunjukkan Chainlink. Ia menguraikan bahwa protokol ini akan tetap esensial karena memberikan infrastruktur data penting yang menjadi dasar ekosistem kripto.

Protokol decentralized finance sangat bergantung pada price feed yang akurat dan aman agar dapat berfungsi dengan baik. Tanpa oracle yang andal, aktivitas dasar seperti likuidasi, settlement derivatif, dan penentuan harga aset menjadi tidak aman.

Ia menegaskan bahwa Chainlink telah menjadi standar de facto untuk layanan oracle, memproses transaksi dengan nilai miliaran dolar. Chow menekankan bahwa bahkan tanpa token LINK, protokol akan tetap membayar layanan ini dengan stablecoin atau Ethereum (ETH).

Sponsored
Sponsored

“Karena alternatifnya adalah membangun sistem oracle sendiri yang kualitasnya lebih rendah atau menghadapi kegagalan besar akibat data yang buruk. Institusi dan protokol akan terus membayar data feed dari Chainlink yang bisa diverifikasi dan anti-manipulasi karena biaya jika tidak memilikinya bersifat eksistensial.”

2. Canton Network

Kedua, Chow menyoroti Canton Network. Ia menuturkan bahwa relevansi protokol ini didorong oleh permintaan institusional terhadap privasi yang dipadukan dengan kepatuhan regulasi.

Menurut Chow, Canton menyediakan layer settlement yang diatur dimana posisi yang didukung BTC bisa berpindah tanpa membuka informasi pihak bertransaksi maupun strategi perusahaan yang sensitif. Ia mengungkapkan nilai protokol ini tetap jelas, yakni koordinasi institusional dan settlement yang didanai pemanfaatan perusahaan serta biaya validator maupun layanan.

“Protokol ini akan bertahan karena permintaannya bersifat struktural (alur kerja yang diatur tidak hilang saat bear market) dan model ekonominya didanai penggunaan (adopsi perusahaan serta biaya validator/layanan), bukan bergantung pada spekulasi,” tuturnya.

3. Circle

Ketiga, Chow menerangkan bahwa Circle akan tetap berpengaruh di dunia kripto tanpa token. USDC, terangnya, telah menjadi infrastruktur utama untuk pembayaran aset kripto, manajemen kas, dan settlement lintas negara.

Bagi bank dan perusahaan yang mencari dolar digital yang terpercaya sekaligus teregulasi, USDC sudah muncul sebagai opsi settlement yang dapat diandalkan. Tanpa native token yang harus dikelola atau didistribusikan, Chow menggambarkan Circle sebagai layanan keuangan modern yang memperoleh pendapatan dari spread deposito.

Seiring meningkatnya permintaan dolar digital instan, bisa diprogram dan berpindah ke seluruh dunia kapan saja, ia berpandangan Circle bisa saja terus berkembang di dunia tanpa ketergantungan token selama tetap mampu memecahkan persoalan finansial nyata.

Secara keseluruhan, komentar Chow memberi kerangka alternatif dalam menilai nilai suatu proyek kripto yang tidak terlalu menitikberatkan pada harga token, melainkan pada pemanfaatan, infrastruktur, dan keandalan operasional.

Pandangannya mengisyaratkan bahwa, bila tanpa insentif berbasis token, proyek dengan adopsi berkelanjutan, model pendapatan yang jelas, serta relevansi institusional lebih berpeluang untuk bertahan dalam jangka waktu panjang.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori