Pada konferensi pers hari Rabu, Wali Kota New York City, Zohran Mamdani, mengumumkan bahwa kota tersebut menghadapi kekurangan anggaran sebesar US$12 miliar selama dua tahun fiskal berikutnya. Mamdani sebagian besar menyalahkan mantan wali kota Eric Adams karena secara kronis kurang menganggarkan untuk layanan penting.
Adams dengan cepat membalas lewat media sosial, dengan berargumen bahwa pemerintahannya meninggalkan cadangan sebesar US$8 miliar. Perseteruan ini terjadi kurang dari dua minggu setelah Adams meluncurkan sebuah meme coin yang menyebabkan lebih dari 60% trader mengalami kerugian.
SponsoredMamdani Salahkan Adams atas Krisis Fiskal
Dalam persiapan untuk Tahun Fiskal 2026 dan 2027, kantor Mamdani menggelar konferensi pers untuk membahas apa yang mereka sebut sebagai “Krisis Anggaran Adams.”
Pada intinya, pesan tersebut menekankan keterbatasan ketat anggaran kota di tahun-tahun mendatang. Mamdani menuding Adams sebagai pihak yang bertanggung jawab, dengan berargumen bahwa krisis ini berasal dari pola lama kurangnya pendanaan pada layanan penting, termasuk bantuan sewa, operasi penampungan, dan pendidikan khusus.
“Ketidakseimbangan itu telah mengosongkan keuangan kota kami dan meninggalkan jurang yang tidak dapat lagi dipertahankan,” ujar Mamdani. Ia menambahkan bahwa krisis anggaran ini bahkan berskala lebih besar daripada Resesi Hebat.
Mamdani memberikan contoh konkret. Menurut kantor Wali Kota, untuk Tahun Fiskal 2026, Adams hanya menganggarkan US$860 juta untuk bantuan tunai, padahal proyeksi saat ini menunjukkan biayanya hampir mencapai US$1,7 miliar.
“Dengan menyadari masa jabatan akan segera berakhir, Wali Kota Adams lebih memilih keamanan politik dibandingkan tanggung jawab fiskal. Ini bukan sekadar pemerintahan yang buruk. Ini merupakan bentuk kelalaian,” terang dia.
Sang Wali Kota juga mengkritik mantan Gubernur Andrew Cuomo karena secara sistematis menarik dana dari New York City. Mamdani mengutip laporan terbaru dari CUNY Institute for State and Local Governance.
Berdasarkan laporan tersebut, antara 2021 dan 2022, New York City berkontribusi sebesar 54,5% atau US$68,8 miliar dari pendapatan negara bagian, namun hanya menerima 40,5% atau US$47,6 miliar dari pendanaan negara bagian.
Cuomo tidak menanggapi tuduhan tersebut, sementara Adams memberikan respons.
Adams Bantah Klaim Kekurangan Anggaran
Adams menolak tuduhan yang dilontarkan Mamdani terhadap dirinya di platform media sosial X.
Sponsored“Saya tidak meninggalkan ‘kekosongan anggaran.’ Saya justru meninggalkan lebih dari US$8 MILIAR dalam cadangan. Hanya seseorang yang tak bisa membaca neraca keuangan saja yang akan menyebut itu sebagai krisis,” tulis Adams, seraya menambahkan, “Setiap anggaran pada masa pemerintahan saya telah disetujui oleh Dewan Kota, termasuk rekan-rekan Dewan Kota Wali Kota Mamdani.”
Pengungkapan tantangan keuangan kota ini terjadi kurang dari sebulan setelah Adams meninggalkan jabatan. Sejak itu, mantan wali kota tersebut berfokus untuk meningkatkan kesadaran terkait apa yang ia sebut sebagai “meningkatnya antisemitisme dan sentimen anti-Amerika” di Amerika Serikat.
Dalam upayanya tersebut, Adams baru-baru ini menciptakan sebuah token yang langsung menuai sorotan dari pengamat karena dinilai mirip dengan kontroversi meme coin sebelumnya.
Kerugian NYC Token Perburuk Sorotan Publik
Pada 12 Januari, Adams melakukan debut besar-besaran di dunia kripto lewat peluncuran tokennya sendiri, NYC.
Namun, peluncuran tersebut menyebabkan sebagian besar trader mengalami kerugian besar, mirip seperti pola rug pull klasik. NYC sempat meroket dengan kapitalisasi pasar US$600 juta sebelum akhirnya anjlok menjadi kurang dari US$100.000.
Analisis selanjutnya dari platform analitik blockchain Bubblemaps menemukan bahwa sebuah wallet yang terhubung dengan pihak pengembang token telah menarik sekitar US$2,5 juta dalam USDC dari pool likuiditas yang mendukung perdagangan, tepat ketika harga NYC mencapai puncaknya.
Sponsored SponsoredSetelah harga token anjlok lebih dari 60%, para pencipta proyek kemudian memasukkan kembali token senilai US$1,5 juta ke pool. Namun, langkah ini gagal menstabilkan harga NYC.
Bubblemaps kemudian melaporkan bahwa 60% dari 4.300 trader yang berinvestasi di token tersebut harus menelan kerugian. Lebih dari separuh di antaranya kehilangan kurang dari US$1.000, sementara sisanya mengalami kerugian lebih besar, bahkan 15 trader kehilangan lebih dari US$100.000.
Di tengah meningkatnya sorotan publik, juru bicara Adams mengeluarkan pernyataan yang membantah bahwa peluncuran token ini bertujuan untuk kepentingan pribadi maupun keuntungan finansial.
Sejak saat itu, Adams terus secara terbuka mempromosikan NYC Token.
Ketika perdebatan anggaran dengan kantor Mamdani terus bergulir, pembelaan Adams terhadap rekam jejaknya semakin tercampur dengan berbagai pertanyaan tentang peluncuran meme coin miliknya.