Kembali

CEO Bitwise Soroti Bitcoin di Tengah Krisis Mata Uang Iran yang Semakin Dalam

sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Kamina Bashir

30 Desember 2025 16.27 WIB
  • Rial Iran anjlok ke 1,4 juta per US$1 pada Desember 2025, turun 40% sejak Juni.
  • Inflasi capai 42,2% dengan harga pangan naik 72%, sehingga memicu kesulitan ekonomi dan demonstrasi.
  • CEO Bitwise Hunter Horsley dukung Bitcoin sebagai lindung nilai.
Promo

Rial Iran mencetak rekor terendah terhadap dolar AS, sehingga memicu protes di jalan-jalan ibu kota maupun kota besar lainnya.

Krisis ekonomi ini telah menghidupkan kembali perdebatan soal potensi Bitcoin sebagai aset lindung nilai. CEO Bitwise, Hunter Horsley, menyarankan bahwa aset kripto terbesar itu bisa menjadi perlindungan dari gejolak keuangan.

Sponsored
Sponsored

Protes Meluas di Iran karena Keruntuhan Rial Picu Kerusuhan

Menurut Financial Times, mata uang tersebut telah kehilangan lebih dari 40% nilainya sejak konflik Iran dengan Israel pada Juni 2025. Menariknya, penurunan rial dari 32.000 per US$1 pada 2015 menjadi lebih dari 1,4 juta menunjukkan adanya depresiasi hampir 44 kali lipat dalam sepuluh tahun. Penurunan drastis ini semakin memperparah krisis ekonomi di Iran.

“The official rate in the early 1980s was 70 per dollar,” terang Alex Gladstein .

Inflasi mencapai 42,2% pada Desember, menunjukkan kenaikan dibanding periode sama tahun lalu, serta naik 1,8% dari bulan November. Hal ini menekan keluarga Iran secara berat. Harga bahan makanan melonjak 72% pada Desember 2025 dibanding tahun sebelumnya, sementara harga kebutuhan medis naik 50%.

Toko-toko di Grand Bazaar Teheran tutup sebagai bentuk protes, dan aksi ini meluas ke Isfahan, Shiraz, serta Mashhad. The Associated Press melaporkan bahwa ini adalah demonstrasi jalanan terbesar sejak 2022.

Sponsored
Sponsored

Krisis ini semakin parah akibat pendapatan minyak yang menurun karena sanksi Amerika Serikat, masalah kronis sektor perbankan, kekacauan politik, dan korupsi yang sudah mengakar. Di tengah situasi ini, Gubernur Bank Sentral, Mohammad Reza Farzin, memilih mengundurkan diri.

Pemerintah telah berupaya mengurangi keresahan publik lewat voucher makanan dan subsidi, namun upaya itu hanya memberikan sedikit bantuan di tengah inflasi yang masih tinggi.

Di sisi lain, aset safe haven tradisional seperti emas melejit nilainya. Koin emas yang merupakan penyimpan nilai klasik di Iran menembus harga 1,7 miliar rial per keping pada 28 Desember, lebih dari dua kali lipat nilai pada bulan Juni.

Sponsored
Sponsored

Peran Bitcoin sebagai Penyimpan Nilai

Meski emas telah lama dikenal sebagai aset safe haven tradisional, banyak pihak juga mulai melirik Bitcoin sebagai alternatif. CEO Bitwise, Hunter Horsley, turut menegaskan pandangan itu dalam sebuah unggahan terbaru.

“Economic mismanagement – The story of the past, present, and future. Bitcoin is a new way for the people to protect themselves,” papar Horsley .

Konsep Bitcoin sebagai aset lindung nilai kini semakin banyak digunakan di berbagai negara. Di AS, lonjakan inflasi serta kekhawatiran resesi mendorong banyak investor memposisikan Bitcoin sebagai alat perlindungan daya beli. Sebelumnya, CEO BlackRock Larry Fink juga mendukung Bitcoin.

“If you’re frightened of the debasement of your currency, or… of the economic or political stability of your country, you can have an internationally based instrument called Bitcoin that will overcome those local fears,” ujar Fink .

Sponsored
Sponsored

Data global mendukung meningkatnya penggunaan aset kripto untuk melawan inflasi. Berdasarkan laporan MEXC September 2025, 46% pengguna kripto menyebut aset digital sebagai alat lindung nilai dari inflasi.

Argentina memberikan contoh nyata tren ini di lapangan. Saat nilai peso hancur dan inflasi melonjak, warga Argentina semakin banyak berpaling ke Bitcoin dan stablecoin untuk menjaga nilai aset mereka.

Meskipun anjloknya nilai rial Iran telah kembali menguatkan narasi Bitcoin sebagai pelindung dari anjloknya mata uang, kenyataannya kondisi di lapangan cukup kompleks. Pasokan Bitcoin yang terbatas dan sifatnya yang independen dari kebijakan moneter domestik memang membuatnya menarik di situasi inflasi kronis, kontrol modal, dan instabilitas politik.

Dalam konteks seperti ini, Bitcoin kian berperan sebagai alat penyimpan nilai saat kepercayaan terhadap mata uang nasional luntur. Tapi, penting juga untuk diingat bahwa volatilitas Bitcoin masih sangat tinggi. Selain itu, larangan pemerintah serta pembatasan juga dapat menghambat akses dan penggunaan Bitcoin.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori