Anggota DPR dari Partai Demokrat, Mike Levin, dan Senator Adam Schiff telah memperkenalkan DEATH BETS Act. Ini adalah undang-undang dua kamar untuk melarang kontrak prediction market yang terkait dengan perang, pembunuhan, terorisme, atau kematian seseorang.
Levin menerangkan bahwa lebih dari US$500 juta telah dipertaruhkan pada prediksi waktu serangan militer AS ke Iran, menyoroti besarnya aktivitas perdagangan pada kontrak prediction market yang berhubungan dengan perang.
Mengapa Ini Penting:
- Prediction market telah mengalami pertumbuhan pesat, dengan platform-platform mencatatkan aktivitas rekor saat para trader bertaruh pada berbagai hasil.
- Namun, di tengah pertumbuhan tersebut, kekhawatiran terkait insider trading di prediction market juga semakin meningkat.
- Senator Schiff berpendapat bahwa membiarkan taruhan atas konflik dan korban jiwa, di mana orang dalam bisa memanfaatkan intelijen rahasia untuk keuntungan pribadi, dapat membahayakan keamanan nasional serta mendorong terjadinya kekerasan.
Rincian:
- RUU ini akan mengubah Commodity Exchange Act (CEA) untuk secara eksplisit melarangnya sepenuhnya.
- Perwakilan Levin sebelumnya telah mengangkat kekhawatiran tentang “death contract” luar negeri yang ditawarkan. Ini termasuk kontrak terkait pencopotan Nicolás Maduro dari Venezuela dan penangkapan Myrnohad.
- Ketua CFTC, Selig, telah memberi sinyal akan melakukan penulisan ulang aturan prediction market sebelum RUU ini muncul.
Gambaran Besar:
- Prediction market menjadi sorotan setelah platform mencantumkan kontrak atas konflik aktif di Timur Tengah.
- Senator AS Chris Murphy juga mengumumkan bahwa ia sedang menyusun undang-undang untuk “melarang prediction market yang korup dan tidak stabil, di mana orang dalam yang mengetahui hasilnya (terutama di pemerintahan) dapat mengatur permainan agar taruhan tertentu menang.”