Lihat lebih banyak

Dapat Investasi Rp1,7 Triliun dari 33 Investor, LayerZero Semangat Bangun Lingkungan Multi-Chain

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • LayerZero Labs mengumumkan bahwa mereka telah menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$120 juta (Rp1,7 triliun).
  • Pendanaan tersebut membuat valuasi perusahaan mencapai US$3 miliar (Rp44,7 triliun).
  • Bryan Pellegrino, CEO LayerZero Labs, mengklaim pendanaan terbaru ini untuk memenuhi rencana pertumbuhan LayerZero.
  • promo

LayerZero Labs, entitas yang mengembangkan protokol interoperabilitas omni-chain, pada hari Selasa (4/4) mengumumkan bahwa mereka telah menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$120 juta (Rp1,7 triliun) dengan valuasi perusahaan mencapai US$3 miliar (Rp44,7 triliun).

Para investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini termasuk Andreessen Horowitz (a16z) Crypto, Sequoia Capital, Circle Ventures, Samsung Next, OpenSea, OKG, Maple, Lightspeed, rumah lelang Christie’s, dan lain sebagainya.

LayerZero yang terkenal dengan protokol perpesanan cross-chain mereka memulai putaran pendanaan pada akhir tahun 2022 karena kondisi market pada pertengahan tahun lalu yang menantang.

Co-founder dan CEO LayerZero Labs, Bryan Pellegrino, mengatakan sebanyak 33 investor berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B, tetapi tidak ada investor utama. Pellegrino mengklaim pendanaan terbaru ini untuk memenuhi rencana pertumbuhan LayerZero.

“Salah satu tujuan besar tahun ini adalah mendorong secara signifikan ke kawasan Asia Pasifik dan sektor game,” kata Bryan Pellegrino.

Sebelumnya, dalam putaran pendanaan Seri A pada Maret 2022, LayarZero Labs mengantongi US$135 juta yang dipimpin bersama oleh a16z Crypto, Sequoia Capital, dan FTX Ventures, dengan taksiran valuasi perusahaan mencapai US$1 miliar.

Bila ditotal, LayerZero Labs telah mengantongi dana dari investor lebih dari US$255 juta. Semua putaran pendanaan mereka memiliki struktur ekuitas saham ditambah token waran yang sama.

Meski begitu, saat ini, native token dari LayerZero belum meluncur.

Sekilas tentang LayerZero

Adopsi Teknologi Blockchain CBDC LayerZero

Sebagai informasi, LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang memungkinkan pengguna mengirim token kripto dalam satu transaksi di berbagai blockchain. Ini adalah alternatif untuk bridge pada blockchain yang memerlukan beberapa transaksi sebelum menyelesaikan transfer suatu token kripto.

LayerZero mengklaim menghubungkan lebih dari 30 mainnet blockchain, termasuk 2 non-Ethereum Virtual Machines (EVM) yaitu Aptos dan Solana.

Sejak diluncurkan pada tahun lalu, LayerZero telah mengalami adopsi besar-besaran. Nila total value locked (TVL) di protokol itu melewati US$7 miliar dan volume transaksi telah mencapai lebih dari US$6 miliar.

Mereka mengklaim dibutuhkan sekitar 7,5 bulan untuk mencapai 1 juta pesan, dan kemudian butuh 2,5 bulan untuk mencapai jutaan pesan berikutnya. Selain itu, sudah ada ratusan ribu pengguna unik yang telah menggunakan protokol LayerZero. 

Adapun sejumlah proyek decentralized finance (DeFi) teratas seperti Uniswap, SushiSwap, dan PancakeSwap, telah mengintegrasikan LayerZero untuk transaksi cross-chain mereka.

Selain itu, LayerZero juga mendukung transfer non-fungible token (NFT) melalui standar Omnichain NFT (ONFT). Awal tahun ini, koleksi NFT Pudgy Penguins yang berbasis di jaringan Ethereum bermitra dengan LayerZero untuk mengaktifkan transaksi cross-chain. Tidak hanya itu, game play-to-earn (P2E) DeFi Kingdoms turut mengintegrasikan LayerZero.

“Kami ingin memiliki kehadiran yang sama dengan yang kami miliki di DeFi dalam bermain game. Kami ingin bekerja secara langsung dengan studio game,” imbuh Bryan Pellegrino.

Masa Depan adalah Omni-Chain

Sementara itu, Ryan Zarick, co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) LayerZero Labs, mengatakan penggalangan dana baru akan membantu menciptakan lingkungan multi-chain ketika sejumlah aplikasi dapat memanfaatkan manfaat unik setiap jaringan dengan sebaik-baiknya.

“Bayangkan masa depan ketika satu aplikasi dapat memanfaatkan kecepatan Solana, keamanan Ethereum, dan penyimpanan file Arweave yang murah, sementara juga diabstraksikan sepenuhnya kepada pengguna,” kata Ryan Zarick.

Itulah visi protokol LayerZero yang secara mulus menghubungkan semua blockchain dan memungkinkan aplikasi dibangun di berbagai blockchain untuk menciptakan pengalaman pengguna terbaik di kelasnya.

“Hari-hari memilih satu chain untuk membangun sebuah aplikasi sudah berakhir. Masa depan adalah aplikasi omni-chain,” tambah Zarick.

Dalam jangka panjang, pihak LayerZero berharap protokol perpesanan mereka dan fitur lainnya dapat terus menciptakan infrastruktur yang memungkinkan berbagai aplikasi membangun struktur yang lebih kompleks.

“Tugas kami adalah membangun alat yang memungkinkan para developer membuat sistem terbaik yang mereka bisa, baik itu game, aplikasi DeFi, atau yang lainnya,” jelas Bryan Pellegrino.

Adapun masalah pengamanan pesan cross-chain telah menjadi kritis dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, menurut laporan perusahaan analitik blockchain Chainalysis, ada lebih dari US$3 miliar telah dicuri dari bridge blockchain pada tahun 2022.

LayerZero mencoba memecahkan masalah ini dengan menggunakan relayer dan oracle untuk mengamankan pesan. Caranya, pesan hanya dikonfirmasi jika relayer dan oracle setuju bahwa itu valid.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori