Kapitalisasi pasar aset kripto naik dalam 24 jam terakhir, dengan kenaikan secara luas di sebagian besar aset utama yang mencerminkan sentimen investor yang mulai membaik.
Di saat yang sama, rebound ini membuat posisi bearish terjepit, dengan lebih dari US$468,5 juta dalam likuidasi posisi short tercatat selama 24 jam terakhir.
Gelombang Likuidasi Kripto Hantam Short Seller
Menurut data BeInCrypto Markets, total kapitalisasi pasar naik sebesar 4,29%. Mayoritas dari 10 aset kripto teratas mencatatkan kenaikan dalam 24 jam terakhir.
Dogecoin (DOGE) melesat 9,10%, mencatat performa terkuat di antara 10 aset kripto dengan kapitalisasi terbesar. Lido Staked Ether (STETH) menyusul dengan kenaikan 8,83%. Ethereum (ETH) menempati peringkat ketiga dalam daftar top gainer, naik 8,75% dan kembali menembus level US$2.000.
Bitcoin (BTC) juga mencatat lonjakan yang cukup signifikan dengan kenaikan 4,76% dalam sehari terakhir. Aset kripto utama ini sempat menyentuh US$70.027 di Binance kemarin sebelum mengalami sedikit koreksi ke US$68.647 pada saat artikel ini dibuat.
BeInCrypto melaporkan bahwa reli ini memberikan keuntungan bagi beberapa trader long yang mencatat profit dalam kenaikan ETH terbaru. Tapi, trader yang bertaruh pada penurunan lebih lanjut justru menanggung kerugian.
Berdasarkan data dari Coinglass, sebanyak 128.348 trader mengalami likuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan total nilai likuidasi mencapai US$575,59 juta. Trader short paling banyak menanggung kerugian, dengan likuidasi sebesar US$468,53 juta, dibandingkan posisi long yang hanya US$107,06 juta.
Bitcoin sendiri menyumbang sekitar 40% dari total likuidasi, dengan sekitar US$194,95 juta posisi short terlikuidasi. ETH mencatat likuidasi total sebesar US$203,8 juta pada periode yang sama, dengan US$175,16 juta berasal dari posisi short.
Order likuidasi tunggal terbesar terjadi di Hyperliquid untuk pasangan BTC-USD, dengan nilai mencapai US$10,41 juta.
Analis Peringatkan Reli Relief Kripto Bisa Saja Tidak Menandakan Pembalikan Tren Sepenuhnya
Reli baru-baru ini memang menghadirkan sentimen optimistis, tapi analis memperingatkan bahwa reli ini belum tentu menandakan pembalikan tren secara penuh. Menurut XWIN Research Japan, Open Interest turun tajam dari level tertingginya, menandakan fase deleveraging secara luas.
“Penurunan harga belakangan ini diikuti dengan penurunan OI, yang menunjukkan bahwa likuidasi dan pelepasan posisi derivatif — bukan penjualan spot secara agresif — memainkan peran utama dalam penurunan tersebut. Reset seperti ini bisa menstabilkan pasar, namun tidak otomatis menandakan adanya permintaan struktural yang kembali menguat,” tulis XWIN Research Japan .
Di saat yang sama, Fund Flow Ratio di Binance masih rendah di kisaran 0,012. Karena metrik ini melacak arus masuk BTC dibandingkan dengan total aset yang tertahan di exchange, angka yang rendah mengindikasikan tekanan jual jangka pendek yang terbatas.
Analisis juga menyoroti saat harga turun ke kisaran pertengahan US$60.000, rasio tersebut tidak melonjak. Artinya, tidak ada aksi jual spot secara panik.
namun, XWIN Research Japan menegaskan bahwa arus masuk yang lemah tidak berarti terjadi akumulasi besar. Tren jangka menengah dari rata-rata pergerakan Fund Flow Ratio saat ini justru masih turun. Hal ini menandakan permintaan struktural belum juga bergerak naik.
“Saat leverage tetap tertekan, kenaikan harga bisa dengan mudah memicu short squeeze. Dalam situasi seperti ini, reli lebih dipicu oleh pelepasan posisi, bukan karena permintaan struktural yang meningkat,” demikian isi unggahan tersebut.
Analis Darkfost juga menegaskan bahwa peningkatan volume trading spot sangat diperlukan agar pemulihan bullish atau titik bottom pasar yang solid benar-benar bisa terwujud.