Kembali

Setup Paling Berbahaya Bitcoin Terbentuk Beberapa Hari Sebelum Crash 10 Oktober: Cara Mengenalinya di Lain Waktu

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Ananda Banerjee

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

10 Februari 2026 17.00 WIB
  • Kenaikan open interest dengan arus spot yang lemah menandakan risiko likuidasi massal yang meningkat.
  • Pembalikan STH-NUPL yang cepat sering mendahului likuidasi long dan short besar.
  • Funding rate satu sisi dan momentum yang terhenti meningkatkan kerentanan terhadap penjualan paksa.
Promo

Peristiwa likuidasi miliaran US dollar kini sudah tidak lagi langka di pasar aset kripto. Meskipun crash ini sering terjadi secara tiba-tiba, data on-chain, posisi leverage, dan sinyal teknikal biasanya sudah menunjukkan tekanan jauh sebelum aksi jual paksa dimulai. Artikel ini membahas apakah merekonstruksi peristiwa besar di masa lalu bisa membantu mengantisipasi cascade likuidasi.

Lanjutkan membaca untuk mengetahui sinyal awal dan cara membacanya secara berbarengan. Dalam pembahasan kali ini, kami menganalisis dua peristiwa besar: Oktober 2025 (cascading long liquidation) dan April 2025 (short squeeze), dengan melacak sinyal-sinyal yang muncul sebelum keduanya. Fokus utama tetap pada metrik spesifik Bitcoin, karena Bitcoin masih menguasai hampir 60% (59,21% pada saat publikasi) dari total dominasi pasar.

10 Oktober 2025 — Reli Likuidasi Long Terbesar Datang dengan Tanda-Tanda

Pada 10 Oktober 2025, lebih dari US$19 miliar posisi leverage dilikuidasi, sehingga menjadi peristiwa likuidasi terbesar dalam sejarah aset kripto. Walaupun judul berita tarif AS–Cina sering disebut sebagai pemicu, data pasar menunjukkan bahwa kelemahan struktural sudah ada selama berminggu-minggu sebelumnya. Mayoritas dari likuidasi ini bersifat long, hampir mencapai US$17 miliar.

Perpanjangan Harga dan Perluasan Leverage (27 Sep → 5 Okt)

Di antara 27 September sampai 5 Oktober, Bitcoin reli dari sekitar US$109.000 ke atas US$122.000, dan akhirnya menguji area US$126.000. Pergerakan cepat ini memperkuat sentimen bullish serta mendorong posisi long secara agresif.

Selama periode yang sama, open interest naik dari sekitar US$38 miliar menjadi lebih dari US$47 miliar. Leverage bertambah dengan sangat cepat, menunjukkan ketergantungan yang makin besar pada instrumen derivatif.

Mau insight token lebih banyak seperti ini? Daftar di Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Awal Terbentuknya Crash Kripto Oktober
Awal Terbentuknya Crash Kripto Oktober | Sumber: Santiment

Gracy Chen, CEO Bitget, menerangkan bahwa struktur pasar modern membuat leverage jauh lebih sinkron dibanding siklus-siklus sebelumnya.

Sponsored
Sponsored

“Posisi dibuka dan ditutup lebih cepat, di lebih banyak platform… leverage bergerak lebih sinkron… Ketika tekanan datang, pelepasan posisi terjadi lebih tajam, lebih terkorelasi, dan tidak memberi banyak toleransi,” tuturnya.

Pada waktu yang sama, arus masuk Bitcoin ke exchange turun dari sekitar 68.000 BTC menjadi mendekati 26.000 BTC. Para holder tidak menjual saat harga tinggi. Sebaliknya, pasokan tetap di luar exchange sementara eksposur leverage makin bertambah.

Struktur 5 Oktober
Struktur 5 Oktober | Sumber: Santiment

Kombinasi hal tersebut mencerminkan struktur reli di akhir siklus.

Pada tahap siklus ini, kenaikan leverage atau open interest tidak hanya meningkatkan risiko trader. Tekanan juga bertambah pada neraca dan likuiditas exchange, karena mereka harus bisa memproses likuidasi, penarikan, dan margin call secara lancar di tengah volatilitas mendadak.

Saat ditanya soal cara platform bersiap menghadapi periode ini, Chen menegaskan bahwa manajemen risiko sudah dimulai sejak jauh sebelum volatilitas meledak:

“Memegang cadangan BTC yang kuat adalah keputusan manajemen risiko bahkan sebelum itu menjadi sudut pandang pasar… prioritaskan ketahanan neraca keuangan… jangan sampai harus mengambil langkah reaktif saat volatilitas meningkat…” terang Chen

Profit-Taking di Bawah Permukaan (Akhir Sep → Awal Okt)

Data profit on-chain mengisyaratkan bahwa distribusi aset sudah dimulai.

Dari akhir September sampai awal Oktober, Spent Output Profit Ratio (SOPR) yang melacak apakah koin dijual untung atau rugi, naik dari sekitar 1,00 ke sekitar 1,04, dengan lonjakan berulang. Ini menandakan makin banyak koin dijual dengan keuntungan.

Pentingnya, ini terjadi sementara arus masuk ke exchange tetap rendah. Pembeli awal (mungkin sudah berupa pasokan yang berada di exchange) diam-diam mengamankan profit tanpa menimbulkan tekanan jual yang mencolok. Selain itu, BTC sudah berada di level tertinggi sepanjang masa pada periode tersebut.

SOPR Pasca Puncak
SOPR Pasca Puncak | Sumber: Glassnode

Pola ini menunjukkan adanya transfer bertahap dari pelaku lama kepada pendatang baru, yang sering terjadi di sekitar puncak lokal.

Holder Jangka Pendek Berbalik dari Kapitulasi ke Optimisme (27 September → 6 Okt)

STH-NUPL (Net Unrealized Profit/Loss) untuk holder jangka pendek, yang mengukur laba atau rugi di atas kertas, memberikan salah satu sinyal peringatan paling jelas. Pada 27 September, STH-NUPL berada di kisaran -0,17, mencerminkan kapitulasi terbaru. Namun, pada 6 Oktober, nilainya melonjak jadi sekitar +0,09.

Dalam waktu kurang dari sepuluh hari, pembeli baru beralih dari rugi besar menjadi untung jelas.

Perubahan NUPL Saat Uptrend Bisa Membantu Lacak Likuidasi Long
Perubahan NUPL Saat Uptrend Bisa Membantu Lacak Likuidasi Long: Glassnode

Perubahan cepat seperti ini sangat berbahaya. Setelah keluar dari posisi rugi, para trader biasanya jadi sangat sensitif terhadap koreksi serta cenderung ingin segera mengamankan keuntungan kecilnya, sehingga risiko terjadinya penjualan mendadak meningkat.

Seiring membaiknya sentimen, leverage terus meningkat. Open interest mencapai salah satu level tertinggi sepanjang sejarah, sedangkan SOPR dan NUPL mulai berbalik arah. Arus masuk BTC ke exchange masih rendah, sehingga risiko tetap terkonsentrasi di pasar derivatif.

Bukannya mengurangi eksposur, trader justru menambahnya. Ketidakseimbangan ini membuat pasar jadi lemah secara struktural.

Momentum Melemah Menjelang Breakdown (Juli → Oktober)

Momentum teknikal sudah melemah selama beberapa bulan. Dari pertengahan Juli hingga awal Oktober, Bitcoin membentuk divergensi bearish RSI yang sangat jelas. Harga membentuk level tertinggi baru, sementara indikator momentum Relative Strength Index justru mencetak level tertinggi yang lebih rendah.

Divergensi Bearish
Divergensi Bearish: TradingView

Ini menandakan permintaan lemah di balik permukaan. Di awal Oktober, reli Bitcoin lebih didukung oleh leverage ketimbang pembelian organik, dan hal ini diperkuat oleh indikator momentum.

Fase Pertahanan dan Breakdown Struktural (6 Okt → 9 Okt)

Setelah 6 Oktober, momentum harga melemah dan level support diuji. Meskipun begitu, open interest tetap tinggi, dan funding rate yang mencerminkan biaya memegang posisi Futures masih positif. Trader bertahan di posisi mereka, bukan keluar, kemungkinan dengan menambah margin.

Sponsored
Sponsored

Chen juga menambahkan bahwa upaya mempertahankan posisi justru sering memperbesar risiko sistemik:

“Saat posisi mendekati likuidasi, para trader sering menambah margin… Secara individual, itu bisa saja masuk akal. Secara sistemik, hal ini menambah kerentanan… Begitu level tersebut jebol, proses pelepasan posisi tidak lagi berjalan perlahan — malah jadi seperti air bah,” terang dia sebagai penyebab utama terjadinya cascading massal.

Funding Rate Positif
Funding Rate Positif: Santiment

Penambahan margin makin lama akhirnya menyebabkan koreksi yang lebih dalam.

10 Oktober — Trigger dan Cascade

Begitu muncul berita terkait tarif pada 10 Oktober, struktur pasar yang lemah langsung runtuh.

Harga turun tajam, posisi dengan leverage berubah jadi rugi, serta margin call meningkat pesat. Open interest anjlok dan arus masuk ke exchange meroket.

Buru-buru Mengamankan Profit atau Memotong Kerugian
Buru-buru Mengamankan Profit atau Memotong Kerugian: Santiment

Penjualan paksa secara short menciptakan efek umpan balik yang menghasilkan cascading likuidasi paling besar dalam sejarah aset kripto.

Stephan Lutz, CEO BitMEX, menuturkan siklus likuidasi cenderung muncul berulang kali di periode spekulasi tinggi, dalam kutipan eksklusif untuk BeInCrypto:

“Biasanya, likuidasi selalu terjadi secara siklikal saat momen penuh keserakahan… hal ini justru baik untuk kesehatan pasar…”, ujar dia.

Chen mengingatkan agar data likuidasi tidak dianggap sebagai penyebab utama crash.

“Likuidasi itu… hanyalah pemercepat, bukan penyebab awal… Itu memberi tahu di mana risiko disalahhargai… dan seberapa tipis sebenarnya likuiditas di bawahnya,” papar Chen.

Bisakah Reli Likuidasi Long Ini Sudah Diprediksi?

Menjelang awal Oktober, sejumlah tanda peringatan long squeeze sudah terlihat jelas:

  • Kenaikan harga yang cepat sejak akhir September
  • Open Interest mendekati level rekor
  • SOPR meningkat, menandakan aksi ambil untung
  • STH-NUPL berubah positif hanya dalam beberapa hari
  • Arus masuk ke exchange yang rendah membuat risiko terkonsentrasi di derivatif
  • Divergensi RSI jangka panjang

Sebenarnya, masing-masing sinyal ini belum terlalu menentukan. Tapi, secara bersamaan, semua ini menunjukkan pasar yang terlalu banyak menggunakan leverage, tidak stabil secara emosional, dan lemah secara struktur.

Lutz juga menambahkan bahwa aksi cascading baru-baru ini telah mengungkap kelemahan dalam manajemen risiko.

“Kritik terhadap siklus kali ini bukan pada penggunaan leverage itu sendiri, melainkan pada manajemen risiko dan kurangnya pendekatan yang disiplin…”

Keruntuhan pada Oktober 2025 mengikuti urutan yang jelas:

Sponsored
Sponsored

Kenaikan harga → Ekspansi open interest → SOPR naik (aksi ambil untung selektif) → Pemulihan NUPL yang cepat (optimisme jangka pendek) → Divergensi RSI jangka panjang (momentum melemah) → Bertahan dengan leverage lewat margin → Katalis eksternal → Cascading likuidasi

23 April 2025 — Bagaimana Terjadinya Reli Likuidasi Short Besar dengan Tanda-Tanda Awal

Pada 23 April 2025, harga Bitcoin melonjak tajam dan memicu likuidasi posisi short lebih dari US$600 juta hanya dalam satu sesi. Meski reli ini terkesan muncul tiba-tiba, data on-chain dan derivatif memperlihatkan bahwa struktur pasar yang rapuh sebenarnya sudah terbentuk selama beberapa minggu setelah aksi jual awal April.

Reversal Teknis Dini Tanpa Konfirmasi (Akhir Feb → Awal April)

Antara akhir Februari hingga awal April, Bitcoin terus mencatatkan harga terendah yang makin menurun. tapi, di grafik 12 jam, Relative Strength Index (RSI) yang merupakan indikator momentum justru membentuk bullish divergence, di mana terpantau harga bawah yang semakin tinggi meskipun harga masih turun. Ini menandakan tekanan jual yang mulai berkurang.

Bullish Divergence
Bullish Divergence: TradingView

Meski demikian, arus keluar exchange—yang mengukur jumlah koin yang keluar dari exchange ke penyimpanan—terus menurun. Arus keluar menyusut dari sekitar 348.000 BTC pada awal Maret menjadi sekitar 285.000 BTC pada 8 April.

Pembelian Lemah
Pembelian Lemah: Santiment

Ini memperlihatkan bahwa para pembeli saat koreksi (dip buyer) masih ragu dan akumulasi hanya terbatas. Sinyal pembalikan dari sisi teknikal banyak diabaikan.

Bearish Positioning setelah Titik Rendah 8 April (Awal hingga Pertengahan April)

Pada 8 April, harga Bitcoin sempat membentuk titik terendah lokal di sekitar US$76.000. Alih-alih mengurangi risiko, trader justru menambah eksposur posisi short. Funding rate pun berubah negatif, menandakan sentimen short yang sangat kuat. Di saat bersamaan, open interest—nilai total kontrak derivatif yang aktif—meningkat mendekati US$4,16 miliar (di Bybit saja).

Pendanaan Negatif
Pendanaan Negatif: Santiment

Ini menggambarkan bahwa leverage baru banyak terbangun pada posisi short. Sebagian besar trader memperkirakan pantulan harga ini bakal gagal dan harga turun lebih dalam.

Arus keluar exchange terus menurun menuju 227.000 BTC hingga pertengahan April, mengonfirmasi bahwa akumulasi spot memang masih lemah. Baik partisipan ritel maupun institusional tetap cenderung bearish.

Selling Exhaustion di Chain (8 April → 17 April)

Data on-chain memperlihatkan tekanan jual mulai menghilang.

Spent Output Profit Ratio (SOPR) berada di kisaran 1 atau di bawahnya, dan gagal menahan lonjakan untung/rugi. Ini menandakan bahwa aksi jual karena rugi mulai melambat, meskipun pembelian pun belum meningkat. Kondisi ini biasanya menjadi ciri terbentuknya dasar harga.

SOPR Saat Likuidasi Short
SOPR Saat Likuidasi Short: Glassnode

Short-term holder Net Unrealized Profit/Loss (STH-NUPL), yang mengukur apakah pembeli terbaru sedang untung atau rugi, masih berada di wilayah negatif. Indikator ini tetap di zona kapitulasi dengan pantulan yang dangkal, mencerminkan kepercayaan diri yang rendah dan optimisme yang terbatas.

Perubahan NUPL Untuk Melacak Rangkaian Likuidasi
Perubahan NUPL Untuk Melacak Rangkaian Likuidasi | Sumber: Glassnode
Sponsored
Sponsored

Gabungan sinyal-sinyal ini menunjukkan adanya kelelahan, bukan permintaan baru.

Kompresi dan Ketidakseimbangan Struktural (Pertengahan April)

Pada pertengahan April, Bitcoin bergerak di rentang perdagangan yang sempit. Volatilitas turun, sementara open interest masih tinggi dan funding rate tetap sebagian besar negatif. Posisi short menumpuk, tapi harga gagal menembus ke bawah dan mulai stabil.

Dengan tekanan jual yang mulai berkurang (SOPR stabil), tapi tidak ada akumulasi di pasar spot yang signifikan (arus keluar lemah), pasar menjadi sangat bergantung pada posisi di derivatif. Pembeli masih ragu, sementara leverage bearish terus bertambah meski momentum penurunan makin melemah. Ketidakseimbangan ini membuat struktur pasar jadi tidak stabil.

23 April — Trigger dan Short Squeeze

Pada 22–23 April, STH-NUPL bergerak kembali ke area positif (seperti yang telah ditunjukkan sebelumnya), menandakan pembeli baru-baru ini mulai mendapat sedikit untung. Beberapa holder mulai bisa melakukan penjualan saat harga menguat, walaupun banyak trader masih menganggap rebound ini hanya sementara dan menambah posisi short.

Menariknya, rebound NUPL serupa juga pernah terjadi sebelum aksi long flush Oktober 2025. Bedanya ada pada konteks. Pada Oktober, short-term holder yang mulai dapat untung justru mendorong lebih banyak posisi long, karena para trader memprediksi kenaikan lanjutan. Sedangkan pada April, kondisi balik modal ini justru menarik lebih banyak posisi short, sebab trader pada pasar koreksi melihat rebound ini hanya sementara dan bertaruh akan terjadi penurunan lagi.

Kombinasi ini mempersempit likuiditas dan meningkatkan posisi bearish. Ketika harga naik, stop loss aktif, penutupan short semakin cepat, dan open interest turun tajam. Pembelian terpaksa menciptakan efek bola salju, ditambah lagi dengan cuitan positif tentang tarif, sehingga memicu salah satu peristiwa likuidasi short terbesar tahun 2025.

Apakah Short Squeeze Ini Bisa Diprediksi?

Pada pertengahan April, beberapa tanda peringatan mulai terlihat:

  • Divergensi RSI bullish sejak akhir Februari
  • Funding rate yang tetap negatif
  • Open interest meningkat setelah harga terendah April
  • Arus keluar exchange lemah dan akumulasi terbatas
  • SOPR stabil di dekat nilai 1
  • STH-NUPL tertahan di fase kapitulasi

Satu per satu, sinyal-sinyal ini memang tidak meyakinkan. Namun, secara bersamaan, semuanya memperlihatkan pasar yang dipenuhi posisi short, tekanan jual sudah habis, dan momentum turun mulai melemah.

Squeeze di April 2025 mengikuti urutan peristiwa yang jelas:

Divergensi momentum → ketidakpercayaan → penumpukan short → kelelahan jual (SOPR exhaustion) → kompresi harga → ketidakseimbangan posisi → rangkaian likuidasi short.

Refleksi dari siklus likuidasi berulang, Chen menerangkan perilaku trader tetap sangat konsisten.

“Periode volatilitas rendah memicu kepercayaan diri berlebih… Likuiditas disalahartikan sebagai stabilitas… Volatilitas mengubah ekspektasi… Setiap siklus membersihkan leverage berlebihan,” tambahnya Chen.

Apa yang Studi Kasus Ini Ungkap Tentang Risiko Cascade Likuidasi di Masa Depan

Peristiwa Oktober 2025 dan April 2025 menunjukkan perubahan leverage dan perilaku on-chain yang signifikan selalu jadi pemicu rangkaian likuidasi besar. Yang penting, rangkaian likuidasi tidak hanya terjadi di puncak atau dasar pasar utama. Fenomena ini muncul kapan pun leverage menumpuk di satu sisi dan partisipasi pasar spot melemah, bahkan saat reli pemulihan atau bounce korektif.

Pada kedua kasus, sinyal-sinyal ini mulai muncul 7–20 hari sebelum puncak likuidasi.

Pada Oktober 2025, Bitcoin naik dari sekitar US$109.000 ke US$126.000 dalam sembilan hari saat open interest membesar dari sekitar US$38 miliar menjadi lebih dari US$47 miliar. Arus masuk di exchange turun di bawah 30.000 BTC, SOPR melonjak ke atas 1,04, dan NUPL short-term holder beralih dari -0,17 ke zona positif dalam sepuluh hari. Ini menandakan pertumbuhan leverage sangat cepat dan meningkatnya rasa optimistis mendekati puncak lokal.

Pada April 2025, harga dasar Bitcoin ada di kisaran US$76.000, funding rate tetap negatif dan open interest kembali naik sampai US$4,16 miliar. Arus keluar exchange menurun dari sekitar 348.000 BTC menjadi hampir 227.000 BTC. SOPR tetap di sekitar level 1, dan STH-NUPL tetap negatif sampai tepat sebelum squeeze, menunjukkan kelelahan jual dengan posisi short yang terus naik.

Meski fase pasar berbeda, kedua rangkaian likuidasi ini punya tiga ciri utama. Pertama, open interest naik saat arus spot melemah. Kedua, funding rate condong berat ke satu sisi selama beberapa hari. Ketiga, STH-NUPL bergerak cepat sebelum terjadi likuidasi paksa. Dan jika sinyal reversal atau setup bounce muncul di chart teknikal, pelacakan rangkaian likuidasi akan semakin jelas.

Pola-pola ini juga bisa muncul saat koreksi di tengah tren atau saat reli pemulihan. Jika leverage meningkat lebih cepat daripada keyakinan pasar spot dan posisi emosional berat ke satu sisi, risiko likuidasi makin tinggi tanpa memandang arah harga. Dengan memantau open interest, funding rate, arus exchange, SOPR, dan NUPL secara bersamaan, kita punya kerangka konsisten untuk mengidentifikasi zona rawan ini secara real time.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori