Emas anjlok lebih dari 5% dalam penurunan harian terbesar selama lebih dari dua bulan terakhir. Selain itu, perak, platinum, dan paladium juga turun dalam aksi jual besar-besaran pada logam mulia pada 29 Desember.
Saat harga kembali naik hari ini, analis terbagi dua. Ada yang memperkirakan momentum akan berlanjut, namun sebagian lainnya memperingatkan adanya pergeseran yang bisa menguntungkan aset kripto.
SponsoredLogam Mulia dan Aset Kripto Bergerak ke Arah Berlawanan saat Volatilitas Meningkat
Pada 29 Desember, pasar logam mulia mengalami penurunan signifikan. Emas turun lebih dari 5%, mencatatkan penurunan harian terbesar sejak akhir Oktober 2025.
Perak sempat melonjak ke rekor tertinggi mendekati US$84 sebelum berbalik tajam dan ditutup di sekitar US$70,5. Ini artinya terjadi penurunan sebesar 16%. Paladium juga mengalami penurunan serupa.
Terakhir, platinum juga turun lebih dari 15%. Koreksi ini muncul setelah reli besar-besaran yang sebelumnya mendorong logam mulia ke level tertinggi baru bulan ini.
“As we said last night, the rally was getting out of hand. Expect much more volatility,” ujar The Kobeissi Letter dalam postingannya.
Saat logam mulia menurun, pasar kripto justru mengalami pemulihan, dengan Bitcoin sempat menyentuh US$90.000 dan Ethereum naik ke US$3.000. Pergerakan ini membuat beberapa analis berspekulasi bahwa rotasi modal telah dimulai.
“Silver dropped 11% in the last few hours as crypto started to pump. Money is rotating from silver & gold into Bitcoin and the broader crypto market,” komentar Crypto Rover .
Meski begitu, koreksi di logam mulia terjadi hanya sebentar. Logam mulia kembali menguat hari ini, dengan emas naik hampir 1% dalam 24 jam terakhir. Perak melonjak 3%, platinum bertambah 2,6%, sedangkan paladium masih mencatatkan kerugian ringan.
Saat logam mulia menguat, pasar kripto justru bergerak berlawanan arah. Total kapitalisasi pasar turun 0,13% dalam 24 jam terakhir, sehingga sinyal pasar semakin campur aduk dan para analis terpecah soal langkah pasar selanjutnya.
Sponsored SponsoredReli Beruntun Emas Dukung Skenario Bullish
Banyak analis berpendapat bahwa koreksi pada logam mulia baru-baru ini bukan tanda penurunan permintaan mendasar. Ekspektasi tetap tinggi bahwa reli ini bisa berlanjut hingga tahun depan.
“That kind of synchronized drop usually points to a crowded trade unwinding, not a sudden shift in underlying metal demand,” terang seorang investor profesional .
Selain itu, The Kobeissi Letter menyoroti bahwa emas kini telah diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 harinya selama sekitar 550 hari perdagangan. Ini adalah rekor kedua terpanjang dalam sejarah.
Periode terpanjang sebelumnya terjadi setelah krisis keuangan 2008, saat emas bertahan di atas level tersebut selama kurang lebih 750 hari perdagangan. Sepanjang rekor saat ini, harga emas telah naik 135%, melebihi kenaikan 91% yang tercatat antara 2009 dan 2011.
SponsoredSebagai perbandingan, siklus 1986-1988 berlangsung sekitar 510 sesi dengan kenaikan 38%, sementara pada periode 1978-1980 emas melonjak 209% selama sekitar 495 sesi.
“Gold’s momentum remains historically strong.” tambah posting tersebut.
Alasan Rotasi Modal
Di sisi lain, seorang pengamat pasar menuturkan bahwa koreksi tajam pada emas sering kali mempengaruhi sentimen dan bisa memicu rotasi modal.
“While some expect a rebound, these divergences hint at a deeper shift in market focus, which could benefit other assets like BTC,” papar Professor Crypto .
Dari sudut pandang teknikal, analis Michaël van de Poppe menyoroti beberapa divergensi bearish yang muncul di berbagai timeframe, sehingga menandakan momentum yang melemah meski mencetak level tertinggi baru. Ia menjelaskan bahwa,
Sponsored Sponsored“Gold has corrected substantially…Although the talk of the room won’t be about an extended correction, the fact that it dropped beneath the previous ATH isn’t great. This is probably the stage where a lot of people will believe that there’s another leg up on the horizon, while the same group will blame Bitcoin for not going up. That’s the stage where it rotates.”
Pada posting terpisah, Van de Poppe mengamati adanya bullish divergence pada grafik harian BTC/emas, sehingga menunjukkan bahwa Bitcoin kemungkinan akan mengungguli emas di periode mendatang.
“Similar periods of such a bullish divergence: Q3 2024 (just before Bitcoin broke out towards the $100K barrier), Q4 2022 (the end of the bear market for Bitcoin). The big rotation is on the horizon,” tambah dia.
Jadi, fluktuasi harga di aset logam mulia dan aset kripto ini menunjukkan volatilitas pasar yang makin tinggi dan ketidakpastian yang terus bertambah terkait arus modal. Walaupun tren jangka panjang emas tetap kuat secara historis, sinyal teknikal dan kinerja relatifnya memperlihatkan kalau investor mulai mempertimbangkan aset alternatif lainnya.
Pergerakan terbaru ini mungkin hanya jadi divergensi sementara atau bahkan bisa jadi langkah awal dari rotasi yang lebih besar, dan hal ini masih menjadi pertanyaan terbuka.