Kembali

Mengapa Bitcoin Bisa Mengalami Dump Lagi di Februari

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Nhat Hoang

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

17 Februari 2026 13.39 WIB
  • bitcoin menghadapi risiko dump yang kembali muncul di tengah tekanan jual whale yang terus berlanjut
  • arus masuk whale ke Binance mencapai level tertinggi dua tahun pada bulan Februari
  • Meningkatnya volatilitas historis memperbesar risiko pasar jangka pendek ke bawah
Promo

Bitcoin sudah mencatat lima bulan berturut-turut dengan candle merah, namun sejauh ini belum tampak adanya lower wick panjang yang biasa menjadi sinyal kuat adanya dukungan beli. Sementara itu, data whale mengindikasikan tekanan jual yang terus-menerus. Akan muncul potensi dump baru jika permintaan gagal menyerap pasokan.

Trader jangka pendek sebaiknya memperhatikan dengan cermat berbagai sinyal peringatan di bulan Februari. Analisis berikut ini menyoroti apa saja faktor paling krusial.

Sponsored
Sponsored

Rasio Inflow Whale di Binance Melonjak pada Februari

Whale Inflow Ratio mengukur proporsi arus masuk BTC dari 10 transaksi terbesar dibandingkan dengan total arus masuk ke exchange. Rasio yang lebih tinggi menandakan potensi tekanan jual yang kuat dari holder besar.

Penurunan Bitcoin ke bawah US$70.000 di bulan Februari bertepatan dengan rata-rata tujuh harian rasio ini yang mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun, menurut data dari CryptoQuant.

“Aktivitas ini sepertinya tidak terjadi secara terpisah karena ada beberapa transaksi whale dengan jumlah BTC besar yang dikirim ke exchange. Likuiditas Binance yang dalam turut berperan, namun lingkungan pasar yang tidak pasti juga mendorong semua tipe investor untuk mengevaluasi ulang eksposur dan strategi mereka,” papar Darkfost, analis CryptoQuant, menjelaskan.

Whale Inflow Ratio (Bitcoin). Sumber: CryptoQuant
Rasio Whale Inflow (Bitcoin) | Sumber: CryptoQuant

Apa yang mendorong lonjakan arus masuk ini? Sebagian besar arus tersebut nampaknya berkaitan dengan transfer Bitcoin dari wallet yang diberi label Arkham sebagai milik Garrett Jin.

Garrett Jin, seorang pengusaha asal Cina dan mantan CEO exchange Bitforex (yang kini sudah tutup), menjadi sorotan setelah berhasil melakukan short market saat terjadi crash pada bulan Oktober tahun lalu.

Data Arkham menampilkan bahwa hanya sejak awal Februari saja, saldo wallet tersebut sudah turun lebih dari 10.000 BTC. Sejak Agustus tahun lalu—saat harga Bitcoin masih di atas US$110.000—alamat tersebut telah melepas lebih dari 67.000 BTC.

Sponsored
Sponsored
Riwayat Saldo Bitcoin Garrett Jin. Sumber: Arkham
Riwayat Saldo Bitcoin Garrett Jin | Sumber: Arkham

Lookonchain, sebuah akun yang memantau pergerakan on-chain signifikan, melaporkan bahwa Garrett Jin mentransfer 5.000 BTC ke Binance lalu menjual aset tersebut selama Februari.

Pertanyaan utama adalah apakah ia masih akan terus memindahkan BTC ke exchange. Kekhawatiran lain, apakah whale lain juga mengikuti strategi serupa.

Bitcoin Memasuki Fase Volatilitas Tinggi

Aktivitas whale saat tren naik bisa terserap oleh permintaan baru tanpa menyebabkan penurunan tajam. Dalam skenario ini, koin berpindah ke investor yang mau membeli di harga lebih tinggi. namun, jika terjadi arus masuk besar saat sentimen negatif, risiko dump baru pun meningkat.

Risiko ini menjadi semakin nyata seiring Volatilitas Historis Bitcoin yang mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Volatilitas Historis mengukur seberapa besar fluktuasi harga Bitcoin pada periode tertentu di masa lalu. Nilai yang tinggi menandakan potensi pergerakan harga besar dalam jangka pendek.

Volatilitas Historis Bitcoin. Sumber: Coinglass
Volatilitas Historis Bitcoin | Sumber: Coinglass

Meski indikator ini tidak memprediksi apakah pasar akan bullish atau bearish, perpaduan antara Volatilitas tinggi dan lonjakan arus masuk whale mengisyaratkan kemungkinan tekanan turun yang lebih besar dalam waktu dekat.

Menurut analisis terbaru BeInCrypto, tekanan jual yang semakin deras bisa saja membawa Bitcoin turun ke zona US$55.600, sejalan dengan proyeksi bear-flag yang lebih dalam. Sebaliknya, Bitcoin harus merebut kembali level US$70.800 agar bisa stabil dalam jangka pendek.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori