Kembali

Penjelasan ‘Masalah 13 Sial’ pada Bitcoin: Ini Alasan Kenapa Setiap Reli Harga Selalu Gagal

author avatar

Ditulis oleh
Ananda Banerjee

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

28 Desember 2025 22.30 WIB
  • Biaya akuisisi holder jangka pendek di US$99.790 membatasi setiap reli harga Bitcoin.
  • CMF di bawah nol menunjukkan kekuatan beli belum cukup untuk menembus resistance.
  • Pergerakan 13% di atas US$99.790 - US$99.820 bisa membalik tren dan mengubah outlook Januari.
Promo

Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$87.820, flat pada hari ini dan masih turun sekitar 4% selama 30 hari terakhir. Pembeli selalu muncul setiap kali harga Bitcoin turun, tapi tiap kenaikan gagal menembus kisaran sempit yang sama. Grafik kini menunjukkan alasan jelas mengapa semua upaya selalu terhenti.

Jawaban singkatnya: masalah angka sial 13 untuk Bitcoin. Ada resistance utama di on-chain yang berada 13% di atas harga saat ini, dan selama level ini belum tembus, setiap reli akan kembali melemah sebelum momentum terbentuk.

Sponsored
Sponsored

Holder Jangka Pendek Menetapkan Batas Atas dengan Kendala Biaya Dasar

Model Short-Term Holder Cost Basis dari Glassnode melacak harga rata-rata di mana pembeli baru-baru ini menyimpan koin mereka. Short-term holder biasanya paling cepat bereaksi saat volatilitas muncul. Ketika harga diperdagangkan di bawah harga masuk mereka, mereka menjual untuk menghindari kerugian lebih besar. Ini menciptakan tekanan jual otomatis yang seolah menjadi plafon (batas atas) di grafik.

Saat ini, cost basis ada di angka US$99.790, sekitar 13% di atas harga spot sekarang. Pada US$87.820 (harga saat ini), sebagian besar pembeli baru masih merugi. Inilah sebabnya kenapa tiap reli Bitcoin selalu memudar sebelum berhasil masuk breakout: penjual terus masuk lebih awal.

Cost Basis Model
Model Cost Basis | Sumber: Glassnode

Mau insight token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Data HODL Waves, sebuah metrik yang membagi kelompok berdasarkan usia kepemilikan, mengonfirmasi perilaku ini. Kelompok 1 hari hingga 1 minggu (kelompok short-term) turun dari 6,38% suplai pada 27 November jadi 2,13% di 27 Desember. Para pembeli baru ini lebih memilih menjual koinnya daripada menyimpan, dan hal ini memperkuat resistance sebelum Bitcoin mencapai US$99.790.

Short-Term Holders Cutting Supply
Short-Term Holder Memotong Suplai | Sumber: Glassnode
Sponsored
Sponsored

Hal ini menjadikan US$99.790 sebagai resistance terpenting di grafik Bitcoin, dalam waktu dekat. Perlu dicatat jika level resistance di on-chain ini bersifat dinamis dan bisa bergeser tergantung harga spot. Karena itu, kita juga perlu verifikasi level ini di grafik teknikal.

Bila harga berhasil menembusnya, short-term holder akan balik untung, tekanan jual kemungkinan berakhir, dan tekanan pasokan yang selama ini menahan setiap kenaikan mulai mereda.

Momentum Menunjukkan Pembeli Berusaha, tapi Belum Cukup untuk Breakout

Pada grafik 12 jam, Bitcoin berada di dalam pola segitiga simetris. Segitiga simetris terbentuk saat harga tertinggi semakin rendah dan harga terendah semakin tinggi, hingga akhirnya bertemu di satu titik, menandakan kebingungan antara pembeli dan penjual. Ini adalah pola netral yang butuh breakout untuk menentukan arah.

Sponsored
Sponsored

Chaikin Money Flow (CMF) mengukur apakah dana besar masuk atau keluar dari pasar dengan melacak tekanan volume. CMF sedang naik bersama harga, artinya pembeli ikut beraksi, tapi nilainya masih di bawah garis nol.

Buying Pressure Not Strong Enough
Tekanan Beli Belum Cukup Kuat: TradingView

CMF di bawah nol menandakan arus masuk dana belum cukup kuat untuk mengonfirmasi kekuatan tren, sehingga momentum saja belum mampu menembus garis tren atas pola segitiga.

Ini menjelaskan mengapa ada keraguan dalam struktur. Pembeli memang ada, tapi mereka belum bisa menguasai keadaan. Selama CMF belum tutup di atas nol dan harga masih di dalam segitiga, pola ini menandakan usaha tanpa kendali. Dan harga BTC akan terus tertekan ke dalam range gara-gara tekanan jual dari short-term holder.

Sponsored
Sponsored

Level Harga Bitcoin juga Menunjukkan Batas 13% dan Alasan Pentingnya

Bitcoin sudah terjebak di kisaran US$84.370 sampai US$90.540 hampir sepanjang akhir Desember. Setiap kali mendekati US$90.540, harga kembali turun karena holder yang ‘nyangkut’ buru-buru keluar untuk menekan kerugian. Hal ini sangat selaras dengan batas atas cost basis short-term.

Saat ini, roadmap-nya cukup jelas.

Jika harga berhasil naik di atas US$94.600, itu jadi tanda awal pembeli mulai bergerak. Jika harga terus naik dan berhasil mengambil kembali US$99.820 (dekat level cost basis short-term holder tadi), maka hambatan 13% tadi pecah, short-term holder pulih, dan tekanan jual yang selalu menghambat tiap reli akhirnya melemah. Setelah itu, aksi harga Bitcoin akan jadi bullish.

Bitcoin Price Analysis
Analisis Harga Bitcoin: TradingView

Dari situ, level US$107.420 menjadi magnet berikutnya. Jika buyer tidak bisa mempertahankan momentum, maka US$84.370 akan menjadi support pertama yang perlu diperhatikan. Penutupan harian di bawah US$80.570 akan memastikan terjadinya breakdown, mereset ekspektasi tren bulan Januari, dan memperlebar rentang ke bawah.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori