Metaplanet memberi tahu para pemegang saham bahwa mekanisme di balik kumpulan saham internal mereka justru memperbesar dilusi. Dewan direksi lalu membekukan kumpulan tersebut di angka 319,5 juta saham, bukan membatalkannya.
Sepuluh hari kemudian, CEO mengonversi sepertiganya yang sudah bisa dicairkan. Saham Metaplanet turun 9,96% pada hari Selasa menjadi ¥244.
Bagaimana Kumpulan Saham Internal Metaplanet Membengkak
Pada tahun 2022, perusahaan ini bernama Red Planet Japan. Hotel-hotel milik mereka kehilangan tamu. Penjualan hanya ¥366 juta (US$2,37 juta), kerugian operasi mencapai ¥858 juta (US$5,57 juta), dan mereka memperingatkan kemungkinan tidak akan bertahan.
Pemegang saham menyetujui langkah penyelamatan pada Februari 2023. Tujuh pegawai membayar ¥18 per unit untuk opsi membeli saham seharga ¥10.
Paket insentif ini mencakup 46 juta saham. Jumlah itu tidak pernah pasti. Nilainya selalu setara dengan 20% dari seluruh saham yang bisa diterbitkan perusahaan.
Kemudian, Bitcoin (BTC) hadir pada April 2024. Metaplanet menerbitkan saham baru untuk membeli koin tersebut, sehingga menjadi holder korporat terbesar ketiga dengan 43.000 BTC.
Jumlah sahamnya melonjak dari 153,9 juta menjadi 1,35 miliar dalam dua tahun. Setiap penjualan saham justru memperbesar kumpulan saham internal, sehingga kini mencapai 319.464.000 saham.
Itu artinya sekitar seperempat dari total perusahaan.
“…memperbesar dilusi yang harus ditanggung pemegang saham yang sudah ada,” terang Metaplanet dalam laporan mereka tanggal 18 Agustus.
Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru setiap saat
Mengapa Pembekuan Itu Tidak Menyelesaikannya
Dokumen yang sama juga menghapus klausul terkait dan membekukan kumpulan pada jumlah yang membesar itu. Para holder tidak bisa menjual saham apa pun sampai 17 Agustus 2031.
Sepuluh hari setelah itu, Chief Executive Officer Simon Gerovich menggunakan haknya atas 92.000 opsi, persis sepertiga bagian yang telah cair. Ia membayar ¥640 juta (US$4,16 juta) untuk membeli 64.032.000 saham yang nilainya ¥15,6 miliar (US$101,3 juta) di hari Selasa.
Kini kepemilikan pribadi miliknya berporsi 6,2% setelah skema ini membayar internal dengan penerbitan saham baru.
David Bailey, seorang eksekutif Bitcoin dan pemegang saham sejak 2024, punya pandangan berbeda.
“…20% dari komposisi saham Metaplanet … bukan angka yang aneh,” papar Bailey dalam cuitannya.
Data dari Metaplanet sendiri mendukung sebagian argumen Bailey. Nilai Bitcoin per 1.000 saham naik sekitar 43 kali lipat dalam dua tahun, dan opsi tersebut sudah termasuk dalam perhitungan.
BeInCrypto melaporkan pada Oktober 2025 bahwa Gerovich menawarkan saham preferen secara spesifik agar rasio Bitcoin per saham bisa terus tumbuh tanpa mengorbankan holder.
namun, pasar nampaknya kurang yakin, sebab seluruh saham Metaplanet hanya bernilai sekitar US$2 miliar. Sementara itu, koin Bitcoin milik mereka bernilai sekitar US$3,4 miliar dengan harga Bitcoin mendekati US$78.533, bahkan sebelum memperhitungkan utang.
Para internal memegang klaim atas seperempat perusahaan yang nilainya di bawah harga Bitcoin sendiri. Tambahan 273 juta saham ekstra inilah yang ingin pemegang saham dapatkan kembali.









