Kembali

Michael Saylor Peringatkan Drift Protokol Bitcoin saat Risiko Kuantum Masuk ke Arus Utama

author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

25 Januari 2026 20.22 WIB
  • Saylor berpendapat ancaman terbesar bagi Bitcoin adalah perubahan protokol internal, bukan terobosan kuantum eksternal.
  • Coinbase membentuk dewan penasihat kuantum independen seiring risiko kriptografi mulai masuk ke dalam perencanaan institusional.
  • Debat semakin memanas antara pendukung ossifikasi Bitcoin dan seruan untuk upgrade pasca-kuantum yang hati-hati.
Promo

Petinggi MicroStrategy Michael Saylor memperingatkan bahwa risiko terbesar bagi Bitcoin berasal dari oportunis ambisius yang mendorong perubahan protokol.

Pernyataan ini muncul saat Coinbase dan jaringan Ethereum mengambil langkah untuk menghadapi salah satu ancaman eksistensial terbesar jangka panjang Bitcoin: komputasi kuantum.

Dilema Kuantum Bitcoin Membuat Debat Perubahan Protokol Kembali Jadi Sorotan

Co-founder MicroStrategy ini menganggap osifikasi protokol sebagai pertahanan utama Bitcoin. Menurut Michael Saylor, upaya internal untuk “meningkatkan” jaringan justru lebih berbahaya ketimbang ancaman eksternal dari sisi teknologi.

Sponsored
Sponsored

Pernyataan ini menyoroti peran Bitcoin sebagai uang digital netral di tengah perdebatan seperti proposal soft fork BIP-110.

BIP-110, yang mendapatkan dukungan 2,38% node per 25 Januari 2026, bertujuan untuk sementara membatasi data transaksi (misalnya, OP_RETURN pada 83 byte) guna mengatasi “spam” dari penggunaan non-monetary.

Diskusi ini memicu perpecahan di komunitas antara para purist yang memfavoritkan Bitcoin Knots dan mereka yang menggunakan Bitcoin Core untuk aplikasi lebih luas.

Beberapa pengembang menyoroti kekhawatiran terkait perubahan yang terburu-buru atau bermotif politik, sedangkan yang lain menegaskan bahwa mengabaikan risiko baru justru bisa berujung pada masalah di masa mendatang.

Ketegangan ini kini semakin mencuat ketika Coinbase mengumumkan pembentukan dewan penasihat independen khusus untuk komputasi kuantum dan keamanan blockchain.

Sponsored
Sponsored

Dewan ini akan mempelajari bagaimana kemajuan mesin kuantum berskala besar di masa depan dapat mengancam fondasi kriptografi Bitcoin. Mereka akan merilis riset publik, penilaian risiko, serta panduan teknis untuk ekosistem yang lebih luas.

Inti kekhawatiran terletak pada kriptografi kurva eliptik (ECC), yang menjadi dasar tanda tangan ECDSA dan Schnorr di Bitcoin.

Secara teori, komputer kuantum yang cukup kuat dan menjalankan algoritma Shor bisa memperoleh private key dari public key, sehingga penyerang dapat memalsukan transaksi atau menguras wallet yang terekspos.

Meski mesin seperti itu masih setidaknya 5 tahun lagi, waktu persiapan panjang untuk transisi protokol yang aman membuat ketahanan kuantum jadi prioritas yang semakin penting.

Dewan penasihat Coinbase menghimpun tokoh terkemuka di bidang kriptografi dan riset kuantum, termasuk:

  • Profesor Stanford Dan Boneh
  • Teoretikus kuantum dari University of Texas, Scott Aaronson
  • Peneliti Ethereum Foundation Justin Drake, dan
  • Pendiri EigenLayer Sreeram Kannan.
Sponsored
Sponsored

Menurut Coinbase, dewan ini akan bekerja secara independen dan menerbitkan makalah posisi soal kondisi komputasi kuantum terbaru.

Mereka juga akan memberikan panduan kepada pengembang dan institusi, serta merespons secara langsung setiap terobosan di bidang ini.

Percakapan Kuantum Bitcoin Beralih dari Teori ke Realitas Rekayasa

Inisiatif ini mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam cara komunitas pengembang Bitcoin menyoroti isu ini.

Data dari 2025 menunjukkan peningkatan signifikan diskusi terkait kuantum di milis Bitcoin, di mana lebih dari 10% komunikasi teknis kini membahas keamanan pasca-kuantum. Hal ini menonjol setelah bertahun-tahun hampir tidak ada perbincangan.

Estimated Percentage of Messages Concerning Quantum Resistance
Perkiraan Persentase Pesan Mengenai Ketahanan Kuantum | Sumber: Willy Woo di X

Pembicaraan sudah bergerak dari teori abstrak ke pertanyaan rekayasa yang nyata, termasuk bagaimana Bitcoin bisa bermigrasi dari ECC ke skema tanda tangan pasca-kuantum melalui soft fork tanpa menggangu jaringan.

Sponsored
Sponsored

Meski perkembangan ini cukup positif, sebagian besar peneliti menyarankan agar perubahan protokol jangan terburu-buru. Pendapat mayoritas lebih memilih untuk menunggu standar kriptografi pasca-kuantum resmi dari institusi seperti NIST benar-benar matang, bukan memaksa upgrade dini yang rawan celah keamanan baru.

Dalam hal ini, langkah Coinbase dipandang sebagai persiapan, bukan panik. Ini adalah upaya memastikan Bitcoin dan blockchain lain punya jalur migrasi yang kredibel jauh sebelum serangan kuantum bisa direalisasikan.

Perbedaan dengan Ethereum juga makin nyata. Ethereum Foundation baru-baru ini menyatakan keamanan pasca-kuantum jadi salah satu prioritas strategis utama. Dengan hal ini, mereka:

  • Meluncurkan tim khusus
  • Mendanai riset kriptografi, dan
  • Menggelar devnet pasca-kuantum secara langsung.

Perwakilan Ethereum kini duduk dalam dewan penasihat Coinbase, menegaskan bahwa kesiapan kuantum semakin dipandang sebagai tantangan lintas chain di industri ini.

Karena riset kuantum semakin berkembang dan institusi mulai lebih aktif dalam memastikan infrastruktur aset kripto tetap relevan di masa depan, menjaga keseimbangan itu bisa jadi semakin sulit.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori