Saham Moderna (MRNA) melonjak lebih dari 100% pada perdagangan pre-market hari Rabu, menyentuh US$122,51 setelah perusahaan tersebut dan Merck (MRK) melaporkan hasil positif pertama Fase 3 untuk vaksin kanker mRNA yang dipersonalisasi.
Kenaikan ini sementara hanya terjadi di pre-market. Moderna terakhir ditutup di harga US$62,96 pada Selasa, dan perdagangan reguler di New York belum dibuka pada waktu publikasi.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Terobosan Baru untuk Terapi Kanker mRNA yang Dipersonalisasi
Uji klinis INTerpath-001 Fase 3 ini menguji ide yang sangat berani. Dokter membaca mutasi yang terdapat pada tumor pasien. Setelah itu, Moderna membuat suntikan mRNA khusus hanya untuk orang tersebut.
Setiap suntikan berisi hingga 34 target tumor, yang disebut neoantigen. Dengan cara ini, sistem imun diajarkan secara tepat apa yang harus diserang.
Uji klinis ini melibatkan 1.137 orang dengan melanoma stadium IIB sampai IV, yaitu kanker kulit yang agresif, setelah menjalani operasi. Pasien yang menerima suntikan ini plus Keytruda dari Merck lebih lama bebas kanker jika dibandingkan pasien yang hanya mendapat Keytruda saja. Selain itu, kombinasi dua obat ini juga mampu memperlambat penyebaran kanker ke organ yang lebih jauh.
Hal ini penting karena Keytruda merupakan pengobatan standar saat ini untuk pasien ini. Dalam catatan sejarah, belum ada yang bisa mengalahkan Keytruda pada pasien pasca operasi. Berdasarkan pernyataan bersama tersebut, belum pernah ada terapi kanker berbasis mRNA yang lolos uji Fase 3 sebelumnya.
Taruhannya sangat besar. Merck memperkirakan akan ada sekitar 112.000 kasus baru melanoma di AS dan lebih dari 8.500 kematian pada tahun 2026 saja. Sebelumnya, uji Fase menengah juga mampu menurunkan risiko kekambuhan atau kematian sebesar 49% dalam lima tahun.
“Penemuan dari Fase 3 ini menjadi momen penting bagi dunia riset kanker. Selama bertahun-tahun, gagasan menciptakan pengobatan mRNA yang dirancang khusus sesuai kanker pasien memang terkesan ambisius. Kini kami ikut mewujudkan visi itu jadi kenyataan,” ucap CEO Moderna, Stéphane Bancel, pada pernyataannya.
Keamanan obatnya juga sejalan dengan studi sebelumnya dan tidak ada sinyal efek samping baru yang dilaporkan.
Bagaimana Prospek Saham Moderna Selanjutnya
Sedikit saham yang benar-benar butuh kemenangan sebesar ini. Harga Moderna sendiri pernah mencapai puncak di atas US$480 pada Agustus 2021, saat penjualan vaksin COVID-19 membuatnya jadi saham favorit. Lalu sahamnya turun lebih dari 90% ketika permintaan vaksin itu berkurang.
Namin, pemulihannya sebenarnya telah dimulai sebelum hari Rabu. Nilai sahamnya tahun 2026 sudah naik lebih dari dua kali lipat. Kebangkitan saham Moderna bertumpu pada persetujuan vaksin flu dan ekspansi pipeline yang lebih luas.
Kenaikan tajam pada hari Rabu bahkan sempat mendorong harga saham mendekati US$130 sebelum akhirnya kembali ke sekitar US$122. Di sisi lain, Merck juga naik sekitar 6%. Pergerakan ini juga menjadi keuntungan bagi investor yang sudah sejak dulu memantau saham-saham yang pulih pasca era Covid awal tahun ini.
Namun, investor tetap harus berhati-hati. Rincian lengkap soal efektivitas vaksin ini belum diterbitkan, dan pengumpulan data ketahanan hidup juga masih berjalan. Tetapi, perusahaan berencana memaparkan hasil lengkapnya di forum medis serta berdiskusi dengan regulator mengenai perizinan.
Kombinasi obat yang sama juga sedang diuji pada sembilan uji klinis lain untuk kanker paru, kandung kemih, dan ginjal. Untuk saat ini, satu pertanyaan besar masih ada. Akankah lonjakan dobel di pre-market ini bisa bertahan sampai bursa resmi dibuka?









