Senator Bernie Sanders menuntut moratorium nasional untuk data center setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Kongres. Nasdaq turun 6,36% ke wilayah koreksi pada hari Kamis karena kekhawatiran pembangunan data center akan melambat.
Saham Nvidia turun 9% karena investor mempertimbangkan risiko pengeluaran untuk data center. Meski begitu, veto dari presiden bisa saja membatalkan RUU ini, dan di sisi lain Partai Demokrat sendiri masih terpecah terkait keputusan ini.
Apakah Moratorium Data Center Bisa Bertahan dari Veto?
Sanders dan Rep. Alexandria Ocasio-Cortez memperkenalkan RUU ini di awal tahun. RUU tersebut akan menghentikan sementara proyek data center baru di AS hingga Kongres merancang aturan soal tagihan listrik, dampak lingkungan, dan persetujuan komunitas.
Kendali Partai Demokrat di Kongres meningkatkan kemungkinan lolosnya RUU ini. Namun, Partai Republik masih memegang kendali di Gedung Putih.
Partai Demokrat baru efektif berkuasa setelah para anggota legislatif dilantik pada 3 Januari.
Sementara itu, perbedaan pendapat di dalam partai sudah mulai muncul.
“Bahkan di antara Demokrat, pembekuan secara menyeluruh masih diperdebatkan.”
ucap Nadine Smith, presiden dan CEO kelompok keadilan ras, Color of Change, seperti dikutip TechCrunch.
Apakah Larangan Lokal Akan Lebih Cepat Daripada Kongres?
Pemilih di Trenton, Ohio, mendukung larangan data center di atas 25 megawatt, dengan 80% dukungan dalam hasil tidak resmi.
Gubernur Terpilih Texas, Gina Hinojosa, yang mengalahkan Gubernur Greg Abbott, telah berjanji akan mengeluarkan moratorium data center secara menyeluruh di seluruh negara bagian, lapor Reuters.
TechCrunch melaporkan bahwa Goldman Sachs memperkirakan penundaan pembangunan data center di negara bagian seperti Georgia dan Texas.
Secara terpisah, ada juga opsi federal yang lebih sempit. Senator Martin Heinrich dari New Mexico mengusulkan GRID Savings Act, yang akan mencegah biaya grid dibebankan pada komunitas.
Sementara itu, OpenAI berjanji pada hari Kamis akan membayar penuh seluruh tagihan listrik dan infrastruktur di lokasi yang mereka miliki dan operasikan.
Penjualan saham chip membuat harga saham Broadcom turun 10% dan Nasdaq anjlok lebih dari 10% dari rekor bulan lalu, lapor CNBC.
Exchange-traded fund (ETF) iShares Semiconductor turun lebih dari 12%, menjadi hari terburuknya sejak Maret 2020.
Produsen chip Korea Selatan, SK Hynix, turun 7,74% di Seoul pada hari Kamis setelah para trader menimbang ketatnya aturan AI.
Ujian terbesar untuk belanja AI nantinya adalah apakah pembatasan berasal dari Kongres, atau justru dari pemerintah lokal yang sudah mulai menerapkan larangan.









