Morgan Stanley mempercepat langkahnya ke aset kripto, menandakan perubahan besar di TradFi seiring aset digital beralih dari ranah spekulatif menjadi bagian utama dalam permainan institusional.
Perusahaan raksasa Wall Street yang mengelola aset senilai US$9,3 triliun ini, baru-baru ini menunjuk Amy Oldenburg sebagai Kepala Strategi Aset Digital, yang menjadikan kripto sebagai prioritas eksekusi inti dan bukan hanya sekadar bahan riset.
SponsoredMorgan Stanley Beralih dari Riset Aset Kripto ke Eksekusi Skala Penuh
Waktunya sangat menarik. Grayscale Bitcoin Mini Trust ETF (BTC) kini tersedia di platform Morgan Stanley. Hal ini membuka akses Bitcoin teregulasi ke lebih dari US$7,4 triliun aset yang dikelola oleh para advisor.
“2026 akan menjadi tahun yang eksplosif untuk kripto,” komentar jurnalis fintech Frank Chaparo, karena Morgan Stanley secara bersamaan merekrut puluhan posisi kripto sambil membuka “jalur investasi” ini kepada basis kliennya.
Oldenburg, yang sebelumnya bekerja untuk Morgan Stanley di pasar negara berkembang, kini bertugas mengoordinasikan pengembangan produk, kemitraan, dan perdagangan antar unit perusahaan.
“Saat institusi berbalik arah melawan Anda, Anda perlu memegang sendiri kunci Anda, Anda harus pegang sendiri koin Anda,” ujar dia.
Penunjukan ini menunjukkan langkah institusional yang terukur namun tegas ke aset digital di tengah dinamika regulasi yang berubah. Ini mencakup aturan stablecoin dan regulasi yang lebih jelas, yang memungkinkan bank bertindak sebagai perantara kripto.
Sponsored SponsoredPerjalanan Morgan Stanley di dunia kripto dalam dua tahun terakhir berjalan sangat cepat dan penuh perubahan.
- Pada 2024, para advisor bisa merekomendasikan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot dari perusahaan seperti BlackRock dan Fidelity untuk klien high-net-worth yang memenuhi syarat—sebuah langkah awal yang sangat hati-hati.
- Pada 2025, aksesnya berkembang pesat: pembatasan dihapus, sehingga semua klien wealth management (termasuk yang punya rekening pensiun) dapat berinvestasi di dana kripto.
Para advisor juga didorong untuk memperlakukan Bitcoin sebagai “emas digital,” mengalokasikan 2–4% portofolio yang toleran risiko serta mengelola volatilitas dengan alat pemantau dan produk terstruktur.
- Pada September 2025, tercatat tonggak baru lewat rencana peluncuran perdagangan kripto langsung melalui E*TRADE, yang awalnya mendukung Bitcoin, Ether, dan Solana.
- Pada awal 2026, Morgan Stanley mengajukan permohonan ke SEC untuk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot dan Solana miliknya sendiri, sebelum akhirnya mengajukan ETF Ethereum.
Dengan langkah-langkah ini, Morgan Stanley memposisikan diri untuk bersaing dengan emiten besar seperti BlackRock dan Fidelity di pasar yang nilai asetnya tumbuh lebih dari US$114 miliar hanya untuk ETF Bitcoin.
Sponsored SponsoredMomentum Wall Street dan Komitmen Kripto Morgan Stanley
Dorongan ini juga mencerminkan tren Wall Street yang lebih luas. CoinMarketCap melaporkan bahwa 60% dari 25 bank terbesar AS telah meluncurkan atau mengumumkan layanan Bitcoin, mulai dari trading hingga penitipan. JPMorgan, Wells Fargo, dan Citi termasuk yang terdepan.
Bagi Morgan Stanley, melangkah lebih jauh dari sekadar distribusi menuju emisi dan perdagangan langsung menegaskan komitmen untuk menjadikan aset digital sebagai bagian permanen dalam portofolio institusional.
Rangkaian perekrutan juga menandakan keseriusan namun memunculkan pertanyaan soal pelaksanaan. Beberapa pengamat industri, seperti Felix Hartmann, menyoroti adanya gaji level pemula untuk posisi senior di bidang kripto.
Hal ini menunjukkan bahwa struktur kompensasi mungkin perlu penyesuaian demi menarik talenta yang benar-benar berasal dari dunia kripto. Namun strategi perusahaan nampaknya seimbang antara kecepatan dan kepatuhan, memastikan pertumbuhan sembari tetap bisa bermanuver di tengah ketidakpastian regulasi.
Singkatnya, Morgan Stanley sudah berubah dari pengamat berhati-hati menjadi pelaku aktif di pasar kripto. Dengan menawarkan paparan ETF, merencanakan perdagangan langsung, mengajukan dana eksklusif, serta membangun sumber daya internal, bank ini menanamkan aset digital sebagai pilar utama dalam pengelolaan kekayaan maupun strategi institusional.
Seiring Wall Street kian membuka “jalur kripto”-nya, 2026 mungkin akan diingat sebagai tahun ketika TradFi benar-benar merangkul pasar aset digital sepenuhnya.