OpenClaw, kerangka kerja AI agent open-source, telah menjadi fenomena di Cina. Alat ini telah memperoleh lebih dari 260.000 bintang GitHub dalam waktu kurang dari empat bulan. Kini, para pengguna di Cina berlomba-lomba menggunakan OpenClaw untuk trading aset kripto dan keuangan.
Tapi, jika melihat gambaran lengkapnya — mulai dari adopsi OpenClaw yang luar biasa hingga kompetisi Alpha Arena tahun lalu di mana LLM dari Cina mengungguli pesaing Barat, tapi mayoritas model tetap merugi — garis pemisah antara keuntungan berkat AI dan kegagalan yang mahal sangatlah tipis.
Demam ‘Lobster’ di Cina Makin Populer
Kepopuleran OpenClaw di Cina kini meluas jauh ke luar lingkaran teknologi saja. Para engineer di perusahaan besar seperti Tencent dan Baidu bahkan menggelar acara instalasi publik. Para pekerja, mahasiswa, sampai pensiunan ikut antre untuk memasang AI agent mereka sendiri.
Euforia ini telah menambah nilai pasar lebih dari US$100 miliar pada sektor teknologi Cina, menurut sejumlah laporan. Saham Minimax Group, penyedia token utama untuk AI agent, melonjak lebih dari 550% dalam dua bulan terakhir.
Pengamat menyampaikan bahwa meskipun perusahaan-perusahaan Cina belum menguasai frontier LLM, mereka masih bisa bersaing dengan membangun pengatur agent yang lebih baik. namun, Beijing minggu ini memberi peringatan terkait risiko keamanan siber akibat akses data OpenClaw yang sangat luas.
Komunitas Cina Ubah OpenClaw Jadi Alat Trading
Sementara perhatian publik menyoroti peningkatan produktivitas, komunitas pengembang di Cina sudah mulai bereksperimen menggunakan OpenClaw untuk investasi. Kini ada lebih dari 300 skill keuangan dan investasi di ClawHub, marketplace resmi milik OpenClaw.
Salah satu kasus yang sering dikutip melibatkan bot perdagangan Polymarket. Dilaporkan, bot ini mengubah US$50 menjadi US$2.980 dalam waktu 48 jam. Bot ini memantau pasar prediksi setiap 10 menit menggunakan penalaran LLM. Ia membandingkan data cuaca, laporan cedera olahraga, dan sentimen on-chain. Bot kemudian menerapkan Kelly Criterion, sehingga setiap posisi dibatasi hanya 6% dari total modal, menurut outlet teknologi Cina 36Kr.
Akun bot lain, “0x8dxd,” telah melakukan lebih dari 20.000 transaksi di Polymarket. Bot ini dikabarkan memperoleh keuntungan lebih dari US$1,7 juta, tutur 36Kr.
namun, kenyataan untuk kebanyakan pengguna tidak seindah itu. Seorang pengembang di Cnblogs membagikan pengalaman eksperimen trading kuantitatif selama dua minggu dengan OpenClaw. Hasil simpulannya cukup tegas: OpenClaw berfungsi efektif sebagai analis intelijen, bukan sebagai eksekutor trading. Halusinasi LLM bisa memicu trading penuh di jam 3 pagi yang berisiko besar. Latensi respons API selama satu sampai 10 detik bisa fatal saat terjadi flash crash.
Keamanan menjadi perhatian utama lainnya. Serangan supply chain “ClawHavoc” pada akhir 2025 mempengaruhi hingga 1.184 skill berbahaya di ClawHub. Alat-alat kripto menjadi sasaran utama, menurut pengungkapan bersama Koi Security dan SlowMist. Bitdefender Labs menemukan bahwa 17% dari skill pihak ketiga mencoba mencuri aset kripto.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina (MIIT) sejak itu mengeluarkan peringatan resmi. Mereka mendesak organisasi untuk mengaudit izin akses dan menutup akses jaringan publik yang tidak diperlukan.
Sebelum OpenClaw: Eksperimen Trading AI Alpha Arena
Gagasan mengadu model AI pada pasar aset kripto nyata sudah muncul jauh sebelum OpenClaw ada. Pada Oktober 2025, perusahaan riset AS, Nof1, meluncurkan Alpha Arena. Enam frontier LLM masing-masing menerima modal nyata senilai US$10.000 untuk trading crypto perpetuals di Hyperliquid.
Pesertanya adalah GPT-5, Gemini 2.5 Pro, Claude Sonnet 4.5, Grok 4, DeepSeek V3.1, dan Qwen3 Max. Semua model menerima prompt dan data yang sama tanpa intervensi manusia sama sekali.
Qwen3 Max menempati posisi pertama dengan sekitar US$12.287. DeepSeek V3.1 berada di posisi kedua dengan sekitar US$10.476. Empat dari enam model mengalami kerugian. GPT-5 mengalami kerugian paling besar, berakhir di sekitar US$3.734.
The China Academy menerbitkan analisis perilaku yang mendalam atas kompetisi tersebut. Mereka menggambarkan DeepSeek sebagai manajer dana kawakan, mencerminkan latar belakang hedge fund kuantitatif di perusahaan induknya. Qwen digambarkan sebagai penjudi radikal, mencerminkan budaya scaling agresif di Alibaba. GPT-5 dan Gemini dilabeli sebagai teoritikus buku yang bingung di kasino. Banyak trader berpengalaman bahkan berkomentar bahwa grafik penurunan GPT-5 tampak paling “manusiawi”.
Nof1 menyoroti bahwa biaya trading yang terlalu besar menghapuskan keuntungan awal dari beberapa model. Kesimpulan paling penting sangat jelas: disiplin risiko dan eksekusi jauh lebih penting ketimbang akurasi prediksi semata.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya
OpenClaw telah menurunkan hambatan bagi investor ritel untuk membangun sistem trading berbasis AI. Raksasa cloud asal Cina — Alibaba Cloud, Tencent Cloud, dan Baidu — berlomba-lomba menawarkan layanan deployment sekali klik.
Tapi, kesenjangan antara hype pemasaran dengan kenyataan trading masih sangat lebar. Seperti disimpulkan pengembang Cnblogs setelah eksperimen gagalnya, OpenClaw bisa memberimu informasi yang lebih baik dan kerangka analisis sistematis. Namun, keputusan investasi tetap harus kamu ambil sendiri.
Sementara itu, gelombang reaksi balik sudah mulai terjadi.
Reaksi Balik dan Realita
Pada pertengahan Maret, “uninstall OpenClaw” sedang tren di marketplace Xianyu milik Alibaba. Pengguna yang dulu membayar agar AI agent ini diinstal, kini membayar untuk menghapusnya. Seorang penjual asal Shanghai mengenakan biaya 299 yuan (US$43,55) per uninstall dan sudah menyelesaikan lebih dari 10 transaksi.
Zhou Hongyi, chairman perusahaan keamanan siber 360 Security Technology, mengingatkan bahwa lebih dari 40% aset yang berkaitan dengan OpenClaw di dunia disimpan di Cina. Ia mengimbau agar pengguna lebih memikirkan risiko keamanan, dan jangan kalah penting dibanding biaya. Banyak universitas di Cina pun sejak itu melarang OpenClaw dari akses jaringan kampus. MIIT Cina juga mengeluarkan panduan resmi yang membatasi instalasi mirror pihak ketiga dan penggunaan plugin yang tidak terverifikasi.