Kembali

Leverage XRP Turun 78% sejak Juli: Setup Ini Mengindikasikan Sejarah

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Nhat Hoang

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

26 Maret 2026 20.40 WIB
  • Pasar derivatif XRP mengalami reset seiring leverage turun dan tekanan spekulatif mereda secara signifikan.
  • Aktivitas on-chain melonjak, didorong oleh perkembangan Ripple dan meningkatnya minat investor.
  • Risiko teknis tetap ada karena pola head-and-shoulders mengancam potensi koreksi harga di depan.
Promo

Pasar derivatif XRP sedang mengalami proses rebalancing yang signifikan. Sementara itu, aktivitas di XRP Ledger mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir.

Apa arti faktor-faktor baru ini terhadap harga XRP dalam beberapa minggu mendatang?

Apa Arti Penurunan Estimated Leverage Ratio untuk Harga XRP?

Data dari CryptoQuant menunjukkan Rasio Leverage Estimasi XRP di Binance turun tajam dari sekitar 0,59 pada pertengahan Juli 2025 menjadi hanya 0,13 saat ini.

Analis menghitung rasio ini dengan membagi open interest di exchange dengan cadangan koinnya. Rasio ini mencerminkan rata-rata leverage yang digunakan oleh pengguna. Penurunan tajam tersebut menandakan mayoritas posisi leverage tinggi sudah tersingkir dari pasar.

Rasio Leverage Estimasi XRP (Binance). Sumber: CryptoQuant
Rasio Leverage Estimasi XRP (Binance) | Sumber: CryptoQuant
Disponsori
Disponsori

Pada saat yang sama, open interest XRP di Binance hanya sekitar US$375 juta. Angka ini terbilang jauh lebih rendah dibandingkan dengan puncak yang pernah tercatat sepanjang tahun lalu.

Secara teori, kondisi ini merupakan sinyal positif. Saat posisi spekulatif menurun dan leverage turun, pasar menjadi tidak terlalu “penuh tekanan.” Akibatnya, risiko likuidasi beruntun pun berkurang secara signifikan. Dengan kata lain, struktur pasar kini semakin stabil.

“Intinya adalah tekanan spekulatif telah menurun drastis. Pasar derivatif XRP di Binance kini terlihat jauh lebih dingin, sehingga bisa menciptakan kondisi yang lebih bersih untuk pergerakan besar berikutnya,” papar Amr Taha, analis CryptoQuant, dalam keterangannya.

Open Interest XRP di Binance. Sumber: CryptoQuant
Open Interest XRP di Binance | Sumber: CryptoQuant

Sementara itu, data dari Artemis Analytics memperlihatkan jumlah transaksi mingguan di XRP Ledger melonjak hingga 19 juta. Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak awal 2025.

Kenaikan tajam aktivitas transaksi ini sepertinya terjadi karena pengembangan terbaru dari Ripple yang menarik perhatian investor.

Misalnya, awal bulan ini, Ripple memperluas Ripple Payments menjadi platform terintegrasi end-to-end secara penuh. Selain itu, Mastercard juga menambahkan Ripple ke dalam program Crypto Partner mereka. Dalam periode yang sama, Ripple juga aktif mengejar lisensi di sejumlah negara seperti Brasil dan Australia.

Transaksi Chain Ripple. Sumber: Artemis.
Transaksi Chain Ripple | Sumber: Artemis.

Secara keseluruhan, kombinasi leverage yang lebih rendah, open interest yang menyusut, dan aktivitas on-chain yang kuat bisa menjadi kondisi ideal untuk pemulihan harga yang berkelanjutan.

Sebab, ketika harga naik dalam kondisi seperti ini, tekanan beli lebih banyak datang dari permintaan nyata, bukan leverage. Dengan begitu, tren naik tidak mudah terganggu oleh aksi likuidasi.

Namun, analisis teknikal terbaru dari BeInCrypto menunjukkan bahwa XRP sedang menghadapi pola head-and-shoulders yang mengkhawatirkan.

Agar skenario bullish tetap terjaga, harga XRP perlu bertahan di zona support US$1,37–US$1,40. Jika wilayah ini ditembus, maka neckline pola head-and-shoulders akan menjadi sorotan dan potensi koreksi 16% bisa terjadi.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori