Bitcoin melesat menembus US$97.000 pada hari Selasa (13/1) saat trader raksasa kembali terjun ke pasar spot setelah berminggu-minggu tekanan jual yang dipicu exchange-traded fund (ETF). Pergerakan ini kembali membuka peluang Bitcoin menuju level US$100.000, sekaligus menandakan adanya perubahan siapa yang sekarang mendominasi pasar.
Data on-chain serta derivatif terbaru mengungkap bahwa reli ini tidak digerakkan oleh leverage dari ritel. Sebaliknya, whale mengumpulkan Bitcoin di spot, sementara trader kecil lebih banyak mengejar pergerakan lewat futures. Hal ini penting, sebab reli yang dipimpin pembeli spot umumnya bertahan lebih lama.
SponsoredWhale Gencar Borong, Ritel Gunakan Leverage
Grafik Futures Average Order Size dari CryptoQuant memperlihatkan pola yang jelas. Order besar, yang biasanya terkait dengan whale dan dana besar, menanjak seiring Bitcoin naik dari kisaran US$80.000-an menjadi di atas US$95.000.
Pada saat yang sama, transaksi kecil melonjak di pasar futures. Ini berarti trader ritel lebih banyak masuk lewat leverage, bukan pembelian spot.
Pola ini penting. Pada puncak pasar sebelumnya, ritel biasanya memimpin dan whale menggelar aksi jual. Kali ini, whale justru membeli lebih dulu. Barulah ritel menyusul setelahnya.
Struktur seperti ini lebih sesuai dengan fase tren awal alih-alih fase akhir siklus.
Sponsored SponsoredPembeli Spot Dorong Rebound dari US$84.000
Data CryptoQuant lainnya menunjukkan perubahan persentase harian harga Bitcoin, dari lonjakan merah tajam di November menjadi klaster hijau yang stabil di Januari.
Perubahan ini mencerminkan tekanan beli yang nyata, bukan short squeeze. Ketika harga naik bertahap dengan koreksi yang dangkal, itu biasanya berarti permintaan spot berhasil menyerap pasokan.
Bitcoin reli dari sekitar US$84.400 ke lebih dari US$96.000 mengikuti pola tersebut. Tekanan jual yang mendominasi pada November kini sudah mereda.
Reset ETF Membuka Jalan
Pada awal bulan ini, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS kehilangan dana lebih dari US$6 miliar. Tekanan jual itu datang dari pembeli terlambat yang masuk setelah puncak Oktober dan keluar dalam keadaan merugi.
SponsoredBitcoin bertahan di kisaran harga dasar ETF, yakni sekitar US$86.000. Level ini berfungsi sebagai support. Setelah redeem memperlambat, harga mulai stabil.
Situasi ini menyingkirkan trader lemah dari pasar dan mengatur ulang posisi. Whale kemudian mulai membangun eksposur kembali di level harga lebih rendah.
Bitcoin Tak Pernah Keluar dari Bull Market Makro
Penurunan dari US$110.000 ke US$85.000 bukanlah akhir dari bull market. Itu adalah akhir dari fase spekulatif pertama.
Fase tersebut menguras leverage dan memaksa investor ETF keluar pasar. Setelah itu terjadi, muncul fase re-akumulasi ketika pihak kuat membeli saat harga bergerak sideways.
Sponsored SponsoredSekarang, Bitcoin kembali masuk ke fase ekspansi. Harga mulai breakout saat modal baru mengalir masuk.
Bitcoin kini betah di atas US$95.000, sebuah level yang selalu membatasi reli sejak awal Desember. Breakout ini mengindikasikan kendali kembali ke pihak pembeli.
Andaikata whale terus memimpin di pasar spot, dan tekanan jual ETF tetap rendah, jalur menuju US$100.000 pun semakin terbuka. Upaya menuju rekor harga baru bisa saja terwujud bila permintaan terus meningkat.
Saat ini, data menunjukkan reli ini didorong oleh modal nyata, bukan leverage rapuh. Inilah fondasi terkuat Bitcoin dalam beberapa bulan terakhir.
Bagaimana pendapat Anda tentang kembalinya Bitcoin whale ke pasar spot di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!