Perbedaan yang makin lebar antara ekspektasi pasar dan sinyal dari bank sentral muncul saat harga minyak menembus US$111 per barel akibat konflik Iran, sehingga para trader harus mengkaji ulang semua asumsi suku bunga yang dibuat tahun ini.
Dua hari setelah The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah di 3,5%-3,75%, pasar Futures menghapus seluruh ekspektasi pemangkasan suku bunga di 2026 dan kini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga yang belum pernah didukung oleh bank sentral manapun.
Diskoneksi Pasar dan Bank Sentral
Data CME FedWatch untuk rapat 29 April menunjukkan adanya probabilitas 89,7% suku bunga tetap dan peluang 10,3% kenaikan suku bunga. Probabilitas pemangkasan suku bunga berada di angka nol. Sebulan lalu, peluang kenaikan suku bunga bahkan tidak ada sama sekali.
Repricing ini juga terjadi untuk periode lebih lama. Hingga Oktober 2026, probabilitas bersyarat menunjukkan rentang 375-400 basis poin membawa bobot 28,8%, ditambah 4,4% untuk rentang 4,00-4,25. Kemungkinan pemangkasan suku bunga pada rapat tersebut praktis sudah lenyap.
Mantan Kepala Ekonom IMF, Gita Gopinath, menantang konsensus pasar dalam sebuah unggahan Jumat lalu, sembari menyoroti bahwa, berbeda dengan tahun 2021, permintaan tidak melonjak, sehingga pendekatan sabar lebih masuk akal.
“Menurut saya, pasar memperhitungkan respons bank sentral yang lebih hawkish dibandingkan posisi para bankir sentral. Saya menduga sebagian besar bankir sentral masih bersikap wait-and-see dan ingin menahan diri terlebih dahulu dari kenaikan harga energi,” tulis Gopinath.
Apa yang Sebenarnya The Fed Katakan
Dot plot The Fed pada 18 Maret masih memproyeksikan satu kali pemangkasan suku bunga 25 basis poin tahun ini. Tapi, kini 7 dari 19 pejabat memilih tanpa pemangkasan, naik dari 6 orang pada Desember lalu.
Prakiraan inflasi median tahun 2026 naik menjadi 2,7% dari sebelumnya 2,4%, mencerminkan dampak lonjakan harga minyak yang diperkirakan akan tertransfer.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengungkapkan bahwa kenaikan harga akibat energi mungkin hanya sementara, namun ia juga mengakui ketidakpastian yang mendalam. Ia menegaskan kepada para wartawan bahwa The Fed tidak akan menurunkan suku bunga kecuali ada kemajuan nyata terhadap inflasi.
Sementara itu, The Kobeissi Letter melaporkan bahwa pasar sudah berbalik arah dari mengantisipasi empat kali pemangkasan di awal tahun ini menjadi memberi peluang 50% kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Analis Piero Cingari menyoroti kemungkinan kenaikan sebesar 54% pada Oktober berdasarkan harga Futures saat ini.
Goldman Sachs dan Barclays sama-sama memundurkan perkiraan pemangkasan pertama ke bulan September, di mana Barclays memperkirakan hanya akan ada satu kali pemangkasan untuk sepanjang tahun.
Pertanyaan selanjutnya ialah apakah pasar memang sudah tepat lebih dulu mengantisipasi perubahan kebijakan atau justru bereaksi berlebihan terhadap kejutan energi yang pada akhirnya akan dianggap sementara oleh para bankir sentral.
Jawabannya besar kemungkinan tergantung pada berapa lama harga minyak bertahan di atas US$100 dan apakah konflik Iran akan semakin meluas.