Kembali

Peluang Shutdown AS Capai 75%, Bagaimana Efeknya ke Bitcoin?

author avatar

Ditulis oleh
Oihyun Kim

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

28 Januari 2026 11.37 WIB
  • Polymarket menunjukkan peluang shutdown sebesar 75% dengan total taruhan US$13,3 juta, meski enam dari dua belas rancangan anggaran belanja telah disahkan menjadi undang-undang.
  • Shutdown total pada Oktober lalu menguras likuiditas hingga US$700 miliar; dampak pasar dari penutupan parsial kali ini diperkirakan jauh lebih kecil.
  • Bitcoin bertahan di level US$89.177 di tengah ketidakpastian, sementara para ekonom menilai dampak shutdown lebih bergantung pada durasi dibandingkan hiruk-pikuk politik.
Promo

Pemerintah federal Amerika Serikat tengah menuju potensi shutdown parsial, membuat pasar Bitcoin bersiaga. Namun, berbeda dengan shutdown penuh selama 43 hari tahun lalu, skala penutupan kali ini dinilai lebih kecil sehingga dampaknya ke harga kemungkinan lebih terbatas.

Dengan enam dari dua belas rancangan anggaran belanja telah disahkan, serta data historis yang menunjukkan 60% krisis shutdown berakhir lewat kesepakatan di menit-menit terakhir, pasar tampaknya memperhitungkan skenario gangguan yang relatif terbatas.

Sponsored
Sponsored

Peluang Shutdown 75% dengan Taruhan US$13,3 Juta

Berdasarkan platform prediksi pasar Polymarket, probabilitas terjadinya shutdown pada 31 Januari adalah 75% di jam pagi Asia. Volume taruhan keseluruhan telah melampaui US$13,3 juta. Kebuntuan ini berasal dari penolakan Partai Demokrat terhadap rancangan anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).

Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menyatakan, “Saya akan memilih tidak pada legislasi apapun yang mendanai ICE sampai lembaga tersebut dibatasi dan direformasi.” Jika tidak ada kesepakatan tercapai sampai tengah malam tanggal 30 Januari, beberapa lembaga federal akan menghentikan operasionalnya.

Shutdown Parsial: Skenario Berbeda dari Tahun Lalu

Potensi shutdown kali ini sangat berbeda dengan shutdown pada Oktober 2025. Saat itu, seluruh 12 rancangan undang-undang anggaran diblokir sehingga terjadi shutdown penuh pemerintah selama 43 hari yang menjadi rekor. Kali ini, enam rancangan sudah disahkan menjadi undang-undang.

Sponsored
Sponsored

Berdasarkan data dari Committee for a Responsible Federal Budget, departemen Pertanian, Urusan Veteran, Perdagangan, dan Energi telah mendapatkan pendanaan utuh untuk tahun fiskal penuh. DHS juga masih menyimpan sekitar US$178 miliar dari “One Big Beautiful Bill Act” yang disahkan tahun lalu. Hal ini memungkinkan DHS untuk melanjutkan operasional tanpa banyak gangguan.

Analis pasar pseudonim bernama “CryptoOracle,” yang dengan tepat memprediksi shutdown Oktober lalu beberapa hari sebelum mulai, sebelumnya sudah memperingatkan bahwa shutdown penuh akan menimbulkan guncangan di pasar konvensional maupun digital. “Shutdown ini akan menghancurkan likuiditas dulu, nanti baru memperbaikinya,” tulisnya waktu itu. “Harapkan koreksi Bitcoin sebesar 30–40% — lalu reli terbesar dekade ini.” Target penurunan harganya kala itu berada di kisaran US$65.000–US$75.000, yang ia sebut sebagai “zona ketakutan.”

Tapi, prediksi CryptoOracle berdasarkan pada skenario shutdown penuh Oktober lalu. Shutdown parsial kali ini mungkin tidak akan menyerap likuiditas pasar sebesar shutdown penuh sebelumnya.

Selama shutdown penuh bulan Oktober lalu, Treasury General Account (TGA) meningkat hingga US$1 triliun, yang menyedot sekitar US$700 miliar likuiditas pasar. Analis BitMEX menggambarkannya sebagai “membuat aset berisiko kelaparan modal.”

Sponsored
Sponsored

Kali ini, separuh undang-undang anggaran sudah disahkan. DHS juga masih punya cadangan dana US$178 miliar. Penumpukan TGA dan pengetatan likuiditas yang terjadi pun akan jauh lebih kecil.

Kesepakatan Menit Terakhir Masih Mungkin Terjadi

Secara historis, krisis shutdown seringkali berakhir di menit-menit terakhir. Menurut analis SGX di X, antara tahun 2013 sampai 2023, hanya tiga dari lima krisis shutdown yang benar-benar terjadi — tingkat kesepakatan mendadak di menit akhir mencapai angka 60%.

SGX memaparkan beberapa alasan mengapa shutdown kali ini mungkin batal: Partai Republik dapat memisahkan anggaran DHS dan mengesahkan sisa anggaran dengan ambang batas 60 suara; sebagian Demokrat secara privat bersedia berkompromi asalkan Republik membatalkan aturan perbatasan yang paling ketat; dan shutdown selama seminggu akan mengakibatkan kerugian ekonomi US$4–6 miliar serta penurunan pasar 2–3%—risiko politik yang tidak diinginkan kedua pihak.

Sponsored
Sponsored

“Pola sejarah + tekanan ekonomi + rencana keluar dari kedua pihak = kemungkinan besar akan tercapai kesepakatan pada 31 Januari melalui kompromi soal DHS,” tulis SGX. “Tapi ini cuma drama politik. Tidak ada jaminan.”

Bitcoin Bertahan Stabil di Tengah Ketidakpastian

Exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot mencatat arus keluar bersih US$1,33 miliar selama sepekan yang berakhir 23 Januari. Tapi analis menilai hal ini karena banyak faktor, mulai dari keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan perusahaan Big Tech, bukan hanya karena kekhawatiran shutdown.

Saat ini, harga Bitcoin diperdagangkan pada level US$89.177 pada waktu publikasi, naik 0,9% dalam 24 jam terakhir. Harga ini masih sekitar 29% di bawah rekor tertingginya pada Oktober sebesar US$126.000.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi shutdown parsial di Amerika Serikat kali ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori