Di tengah protes anti-pemerintah, pemadaman internet yang nyaris total di Iran hari ini (8/1) memunculkan satu pertanyaan yang tenang namun penting bagi Bitcoin mining.
Pemadaman ini bukan ancaman sistemik bagi Bitcoin. Namun, kondisi tersebut mengekspos titik rapuh di persimpangan antara geopolitik, kebijakan energi, dan konsentrasi hashpower yang kerap luput dari perhatian investor.
Industri Bitcoin Mining Iran Hadapi Ancaman Besar
Otoritas di Iran secara tajam membatasi akses internet seiring memuncaknya protes nasional. Kelompok pemantau melaporkan pemadaman yang nyaris total, terutama pada jaringan seluler.
SponsoredSekilas, ini terlihat sebagai isu politik semata. Namun, Iran juga merupakan pusat Bitcoin mining yang signifikan, meski tidak lagi dominan. Keterkaitan ini membuat pemadaman tersebut relevan bahkan di luar Iran.
Iran diperkirakan menyumbang persentase satu digit rendah dari total hashrate Bitcoin global. Angka ini turun jauh dari puncaknya di tahun 2021, namun kontribusinya tetap cukup penting di area tertentu.
Energi murah dan subsidi besar menjadikan Iran lokasi yang menarik untuk mining. Sanksi internasional mendorong sebagian aktivitas mining ke bawah tanah. Penertiban berulang-ulang memaksa banyak operasi tetap berada di ranah informal atau semi-legal.
Yang perlu dicatat, Iran bukan infrastruktur krusial bagi Bitcoin. Jaringan ini tidak lagi bergantung pada satu negara tertentu. Namun, Iran tetap merupakan kontributor yang tidak bisa dianggap sepele.
Apakah Pemadaman Internet Setop Bitcoin Mining?
Belum berpengaruh secara langsung. Sebagian besar mining farm industri bergantung pada pasokan listrik stabil dan koneksi yang kadang-kadang, bukan internet dengan bandwidth tinggi secara terus menerus.
Blok baru tetap terdistribusi ke seluruh dunia setiap sepuluh menit, dan para miner tetap bisa beroperasi meski akses internet sangat terbatas.
Namun, koneksi yang terganggu dalam waktu lama atau tidak stabil dapat menimbulkan kendala, seperti:
- Koordinasi mining pool jadi lebih sulit
- Update firmware dan pembayaran bisa tertunda
- Miner kecil atau ilegal menghadapi risiko downtime lebih besar
Kesimpulannya, pemadaman internet menaikkan biaya operasional, bukan langsung menyetop aktivitas mining selama satu malam saja.
Bahkan jika terjadi pemadaman total di Iran sekalipun, kemungkinan besar hanya akan mengurangi kurang dari 5% dari total hashrate global. Tingkat kesulitan Bitcoin pun akan menyesuaikan secara otomatis. Jaringan tetap bisa menyerap dampaknya.
SponsoredNamun, jika gejolak makin meluas dan pembagian energi diterapkan lagi, para miner di Iran bisa menghadapi penutupan yang lebih lama. Kondisi ini akan sedikit memperketat hashpower, tetapi tidak mengancam kestabilan chain Bitcoin.
Penting untuk diingat bahwa Bitcoin berhasil bertahan dari larangan mining di Cina tahun 2021, yang kala itu menghapus lebih dari 40% hashrate. Skala kasus Iran jauh lebih kecil dari itu.
Apakah Krisis Iran Bisa Merugikan atau Menguntungkan Bitcoin?
Dampaknya berjalan dua arah.
Di satu sisi, ketidakstabilan geopolitik semakin memperkuat narasi desentralisasi Bitcoin. Tidak ada negara yang bisa “mematikan” jaringan. Hashpower bisa berpindah-pindah. Sistem pun mampu beradaptasi.
Sponsored SponsoredDi sisi lain, krisis berulang menyoroti risiko nyata. Hashpower masih mengikuti energi murah, yang kerap terdapat di daerah dengan situasi politik yang rapuh. Hal ini menimbulkan volatilitas di beberapa titik.
Bagi pasar, pemadaman di Iran lebih bersifat simbolis ketimbang struktural. Maka, kondisi ini makin menegaskan ketahanan jaringan, bukan kelemahannya.
Inti ceritanya bukan hanya tentang Iran. Melainkan, ini tentang redistribusi aktivitas mining global yang terus berlangsung.
Ketika wilayah-wilayah dengan risiko politik silih berganti menjadi tempat mining, hashpower pun terus bergeser menuju yurisdiksi yang terregulasi dan kaya energi. Peran Iran makin menyusut, bukan berkembang.
Pemadaman ini memang dapat mengganggu miner lokal di Iran. Namun, hal ini tidak membahayakan Bitcoin secara keseluruhan. Meski begitu, peristiwa ini tetap mengingatkan para investor bahwa risiko jangka panjang sesungguhnya ada pada kebijakan energi, geopolitik, dan seberapa cepat para miner bisa beradaptasi.
Bagaimana pendapat Anda tentang pemadaman internet Iran dan potensi dampaknya ke Bitcoin ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!