Skala pencurian terkait aset kripto mencapai level tertinggi pada tahun 2025, dengan kerugian melebihi US$4,04 miliar, menurut laporan keamanan tahunan PeckShield.
Lonjakan ini menyoroti semakin canggihnya serangan dan meningkatnya tantangan keamanan yang dihadapi industri aset kripto.
SponsoredLaporan Keamanan Aset Kripto 2025 Ungkap Kerugian Naik dan Pemulihan Aset Menurun
Jumlah kerugian di 2025 ini meningkat 34,2% dibanding pencurian sebesar US$3,01 miliar pada 2024 serta naik sekitar 55% dari US$2,61 miliar di tahun 2023.
Meski jumlah insiden keamanan aset kripto menurun di 2025, nilai aset yang dicuri justru melesat tajam. Kondisi ini menunjukkan pergeseran ke arah serangan yang lebih sedikit namun berdampak sangat besar.
“2025 telah menjadi tahun rekor untuk pencurian terkait aset kripto, terutama didorong oleh kerentanan sistemik di infrastruktur terpusat dan pergeseran strategi ke rekayasa sosial yang semakin terarah,” tulis PeckShield.
Laporan Crypto Security Annual Report menunjukkan bahwa eksploitasi tetap menjadi vektor serangan utama dan mencakup 66% dari total kerugian. Insiden-insiden ini, yang sering melibatkan celah pada smart contract, kunci privat yang berhasil dijebol, atau pelanggaran pada infrastruktur, menyebabkan sekitar US$2,67 miliar aset hilang, naik 24,2% dibanding tahun sebelumnya.
Penipuan menjadi penyumbang kerugian terbesar kedua. PeckShield melaporkan bahwa aktivitas penipuan menyebabkan kerugian sebesar US$1,37 miliar pada 2025, meningkat 64,2% dari tahun sebelumnya.
Laporan ini juga menyoroti semakin besarnya peran teknik rekayasa sosial, seperti phishing dan penyamaran, yang berkontribusi ke 12% dari total kerugian. Berbeda dengan eksploitasi teknis, serangan ini lebih mengandalkan manipulasi pengguna ketimbang kelemahan kode blockchain.
SponsoredUpaya pemulihan kerugian masih jauh tertinggal dari besarnya kasus pencurian. Hanya sekitar US$334,9 juta aset kripto yang berhasil dikembalikan atau dibekukan selama 2025, jauh di bawah jumlah US$488,5 juta pada 2024. Penurunan ini menunjukkan makin canggihnya teknik pencucian dana.
PeckShield Mengungkap Daftar Perampokan Aset Kripto Terbesar 2025
Laporan tersebut merangkum sepuluh aksi pencurian terbesar pada 2025. Nilai kerugian dari tiap kasus berkisar puluhan juta sampai lebih dari US$1 miliar. Berikut beberapa kejadian yang menonjol:
- Bybit: Pencurian terbesar yang pernah tercatat di industri aset kripto, dengan Lazarus Group dari Korea Utara mencuri lebih dari US$1,4 miliar dari exchange tersebut.
- Libra Token: Kasus rug pull profil tinggi yang menyebabkan kerugian investor sekitar US$251 juta.
- Cetus Protocol: Decentralized exchange di Sui blockchain ini mengalami kerugian lebih dari US$200 juta dalam satu serangan.
- Nobitex: Exchange aset kripto terbesar di Iran dilaporkan menderita kerugian sekitar US$81,7 juta setelah Gonjeshke Darande (Predatory Sparrow) mengeksploitasi platform tersebut.
Sementara itu, data bulanan menunjukkan kerugian tersebar tidak merata sepanjang tahun. Februari menjadi bulan terburuk bagi pencurian aset kripto pada 2025, dengan kerugian mencapai US$1,77 miliar akibat kasus peretasan Bybit. Sebaliknya, Oktober mencatat angka kerugian bulanan terendah selama 2025, dengan total kerugian sekitar US$21,6 juta. Tapi, jumlah ini kembali melonjak pada November.
Tren ini sepertinya berlanjut hingga 2026. Baru 13 hari di tahun yang baru, industri aset kripto sudah mengalami dua eksploitasi besar. Pertama adalah eksploitasi Truebit, lalu disusul serangan rekayasa sosial yang menargetkan pengguna platform investasi Betterment.