Dalam seminggu terakhir, ketegangan di Timur Tengah meningkat seiring konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang semakin memanas. Walaupun situasi berkembang, Bitcoin tetap stabil di sekitar US$68.000. Harganya tidak anjlok tajam seperti yang banyak pelaku pasar khawatirkan.
Meski begitu, sentimen pasar secara umum masih sangat bearish. Posisi short mendominasi di berbagai exchange derivatif. Kondisi ini menciptakan peluang yang bisa memicu short squeeze besar di bulan Maret 2026.
Funding Rate Bitcoin Negatif Ciptakan Potensi Kondisi untuk Short Squeeze
Santiment, platform analisis data on-chain, telah menganalisis data yang menunjukkan funding rate yang sangat negatif di exchange aset kripto. Data tersebut mencerminkan pasar yang dikuasai oleh short seller.
Santiment menyebutkan bahwa sentimen negatif ini utamanya dipicu oleh kekhawatiran geopolitik dan penundaan terkait Clarity Act.
Grafik mereka menunjukkan bahwa saat Bitcoin diperdagangkan di antara US$63.000–US$73.000, funding rate tetap sangat negatif selama beberapa hari. Pola ini menandakan bahwa posisi short jelas masih mendominasi pasar. Dalam banyak kasus, jumlah short jauh melebihi posisi long akibat kekhawatiran perang dan ketidakpastian regulasi.
Namun, Santiment menekankan bahwa data historis menunjukkan funding rate yang sangat negatif sering kali menjadi pertanda pembalikan harga.
“Secara historis, aksi short berlebihan meningkatkan peluang aset kripto untuk rebound karena likuidasi posisi short bisa mendorong harga melonjak saat berhasil menembus resistance,” terang Santiment .
Sejalan dengan itu, analis RugaResearch menyoroti data dari CryptoQuant yang menunjukkan bahwa persentil funding rate 30 hari kini ada di sekitar 6%. Ini adalah level terendah sejak awal 2023.
Ia memaparkan bahwa posisi short saat ini membayar biaya ke posisi long. Trader telah melakukan hal ini hampir setiap hari selama dua minggu berturut-turut.
“Persentil 30 hari memeringkat funding rate hari ini dibanding 30 hari terakhir. Dengan angka 6%, hampir setiap hari dalam sebulan terakhir punya funding rate lebih tinggi dari sekarang. Pasar derivatif sangat didominasi harapan akan penurunan harga, dan ini sudah berlangsung beberapa waktu,” ucap RugaResearch .
Grafik ini memperlihatkan bahwa saat pasar terlalu didominasi posisi short, biasanya akan terjadi volatilitas mendadak, bukan koreksi bertahap. Akibatnya, kondisi saat ini sangat ideal untuk terjadinya short squeeze.
Tanda De-eskalasi dalam Konflik Geopolitik
Walau pengamatan di atas mengacu pada pola historis, perkembangan terbaru juga mengindikasikan pemulihan harga dapat terjadi.
Pernyataan terbaru dari Presiden Donald Trump juga ikut meredam sentimen negatif. Dalam wawancara dengan CBS News, ia menuturkan bahwa operasi militer yang menargetkan Iran berjalan jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal yang empat hingga lima minggu.
“Saya rasa peperangan ini sudah sangat selesai, cukup tuntas,” ujar presiden .
Trump juga melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Pihak Kremlin mengonfirmasi bahwa Putin mengajukan rencana agar perang cepat berakhir. Berbagai perkembangan inilah yang memperkecil kekhawatiran akan eskalasi besar-besaran, dan membantu memperbaiki sentimen pasar pada pekan pertama Maret.
Peta likuidasi dari Coinglass menunjukkan bahwa jika Bitcoin naik menembus US$75.000 pekan ini, total potensi volume likuidasi posisi short bisa mendekati US$4 miliar.
Mengapa Kali Ini Bisa Berbeda
Namun, tanda-tanda penyelesaian cepat masih menunjukkan situasi yang beragam. Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, seorang garis keras sebagai pemimpin tertinggi baru pada 9 Maret. Langkah ini menandakan kesinambungan, bukan kompromi. Perang telah meluas ke Lebanon, dan Selat Hormuz masih ditutup secara efektif. Harga minyak mentah Brent sempat mendekati US$120 per barel.
Latar belakang ekonomi makro ini kurang bersahabat terhadap arus modal masuk yang biasanya mendorong terjadinya short squeeze. Allianz Research menguraikan tiga skenario. Jika terjadi kesepakatan cepat, harga minyak bisa stabil di sekitar US$70. Konflik yang berkepanjangan dapat mendorong harga ke US$100. Jika terjadi eskalasi risiko besar, harga Brent bisa menembus di atas US$130. Guncangan energi yang bertahan lama meningkatkan risiko stagflasi dan bisa menunda pemangkasan suku bunga yang sudah diperkirakan. Tanpa adanya pembelian institusi baru, posisi short bisa tetap menguntungkan lebih lama dari biasanya dalam sejarah.
Risiko dari perang yang mendorong aksi risk-off juga berpotensi langsung menguras likuiditas aset kripto. Pada berbagai krisis sebelumnya, aksi jual paksa di pasar tradisional juga menekan aset digital. Investor melikuidasi posisi kripto untuk menutupi margin call di tempat lain. Jika harga minyak bertahan di atas US$100, kemungkinan terjadinya penularan lintas pasar jadi semakin tinggi. Sebuah short squeeze memerlukan pembeli, bukan hanya posisi short yang terlalu banyak leverage.