Penurunan singkat Bitcoin (BTC) di bawah US$75.000 pada 1 Februari 2026 membuat kepemilikan BTC Strategy (sebelumnya MicroStrategy) mengalami kerugian belum terealisasi sekitar US$1 miliar.
Koreksi ini terjadi di tengah sinyal bahwa perusahaan pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia ini akan kembali melakukan pembelian. Strategy tetap menjalankan strategi akumulasi jangka panjangnya, seringkali membeli BTC secara beruntun setiap minggu.
SponsoredPosisi (Micro) Strategy Tertekan di Tengah Penurunan Terbaru Bitcoin
Bitcoin terus menghadapi tekanan pasar dan sudah turun lebih dari 12% dalam tujuh hari terakhir. Selama jam perdagangan awal di Asia pada 1 Februari, harga aset ini sempat turun di bawah US$75.000 untuk pertama kalinya sejak awal April 2025. Level terendahnya tercatat di US$74.544 di Binance sebelum akhirnya pulih sedikit.
Data pasar BeInCrypto menunjukkan pada saat publikasi, Bitcoin diperdagangkan di US$75.826, turun 3,9% selama 24 jam terakhir. Koreksi harga ini membebani pemegang korporasi utama termasuk Strategy.
Strategy yang dipimpin oleh Executive Chairman Michael Saylor memegang 712.647 BTC dengan rata-rata harga beli US$76.037 per koin. Dengan harga saat ini, cadangan Bitcoin milik Strategy mencatat kerugian di atas kertas sekitar US$150 juta. Ketika harga Bitcoin sempat menyentuh US$74.544, kerugian ini sempat melebar mendekati US$1 miliar.
Sponsored Sponsored“Setiap penurunan harga BTC menghapus nilai miliaran di neraca mereka. Ini menunjukkan betapa risikonya eksposur Bitcoin bagi perusahaan, bahkan untuk pemain besar,” tulis seorang pengamat pasar dalam postingannya.
Kerugian ini tidak hanya dialami oleh Strategy. Data dari BitcoinTreasuries menunjukkan beberapa pemegang Bitcoin korporasi lainnya juga mengalami kerugian belum terealisasi yang besar.
Posisi Bitcoin milik Metaplanet saat ini sudah turun sebesar 30,13%, sementara kepemilikan Strive menanggung kerugian belum terealisasi 28,97%. Cadangan Bitcoin GD Culture Group terlihat rugi 35,59% di atas kertas.
Meski begitu, Strategy tetap konsisten menjalankan strateginya di Bitcoin, dan Saylor memberi sinyal akan terus menambah BTC. Jika perusahaan kembali beli Bitcoin minggu ini, berarti mereka sudah melakukan pembelian kelima tahun ini. Akuisisi terbesar terjadi pada 20 Januari, ketika mereka membeli 22.305 Bitcoin.
Untuk mendukung pembelian lanjutan, Strategy telah menaikkan tingkat dividen pada Series A Perpetual Stretch Preferred Stock (STRC) menjadi 11,25% mulai Februari 2026, demi menarik modal tambahan. Secara keseluruhan, dana hasil penjualan STRC sudah digunakan membeli lebih dari 27.000 BTC.
Penurunan harga Bitcoin memberi dampak yang lebih luas dari sekadar neraca keuangan perusahaan. Menurut data CryptoQuant, saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah Bitcoin US ETF Realized Price, sehingga investor exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot di AS rata-rata menanggung kerugian belum terealisasi.
Sponsored SponsoredPergerakan di bawah harga pokok ETF ini bisa menjadi ujian bagi keteguhan investor institusi jika harga terus bertahan di bawahnya.
Bitcoin Berisiko Mengalami Koreksi Lebih Dalam saat Analis Soroti Zona Bawah US$55.000 hingga US$58.000
Seiring penurunan Bitcoin berlanjut, prospek jangka pendeknya jadi makin hati-hati. Sejumlah analis memperingatkan bahwa aset ini bisa anjlok ke kisaran US$58.000 sampai US$55.000.
Analis PlanB menyoroti rata-rata pergerakan 200-minggu Bitcoin saat ini berada di sekitar US$58.000. Sementara harga realisasi Bitcoin, yang menunjukkan rata-rata biaya akuisisi secara on-chain dari semua koin beredar, telah turun ke kisaran US$55.000 dan masih bergerak menurun.
SponsoredIndikator momentum juga melemah dengan Relative Strength Index yang turun di bawah level netral 50. Secara historis, Bitcoin sering mengalami koreksi ke rata-rata pergerakan 200-minggu atau ke harga realisasi, menandakan potensi pergerakan turun ke area US$55.000 hingga US$58.000 jika pola ini terulang.
“namun bull terbilang lemah (tidak ada merah) sehingga bear kemungkinan tidak terlalu dalam,” tambah PlanB .
Dengan Bitcoin kini berada di bawah harga pokok utama serta level support jangka panjang menjadi sorotan, beberapa minggu ke depan bisa jadi sangat krusial untuk menguji keyakinan institusi. Jika koreksi berlanjut, para pemegang Bitcoin korporasi bisa kembali mendapat sorotan, karena penurunan makin dalam akan memperbesar kerugian belum terealisasi di neraca treasury Bitcoin besar.