Harga perak melonjak menjadi US$82,7 per ons pada awal jam perdagangan Asia, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) terbaru. Logam mulia ini bahkan sempat melampaui NVIDIA dan menjadi aset terbesar kedua di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
Pergerakan ini menarik banyak perhatian di pasar keuangan global. Para analis semakin sering membandingkan perak dengan Bitcoin, serta ada yang menyebut aset kripto tersebut juga berpotensi mengalami breakout serupa.
SponsoredReli Logam Mulia Angkat Performa Silver di Atas Raksasa Teknologi
setelah mengalami koreksi ringan dari level ATH sebelumnya, harga perak melanjutkan kenaikan di atas US$80 per ons dan hari ini sempat menyentuh angka US$82,7. Reli terbaru ini membuat kapitalisasi pasar perak melewati nilai NVIDIA di US$4,55 triliun.
Pada saat publikasi, logam mulia ini diperdagangkan di US$80,8 dengan kenaikan hampir 12% sejak awal tahun. Performa ini bahkan mengungguli emas yang sejauh ini baru naik sekitar 3,2% sepanjang tahun 2026.
“Ini mungkin merupakan awal tahun terbaik bagi perak sepanjang sejarah,” tulis ekonom Peter Schiff .
Performa unggul perak bukanlah sesuatu yang baru. Bahkan di tahun 2025, logam ini melampaui pencapaian emas, karena mengalami kenaikan sekitar 176% selama setahun, dibandingkan kenaikan emas yang hanya 70,3%.
Pengamat pasar menilai kekuatan perak berasal dari perannya yang ganda. Investor membeli perak sebagai aset moneter atau lindung nilai, mirip seperti emas.
Sponsored SponsoredDi sisi lain, perak memegang peran penting dalam berbagai aplikasi industri, terutama di bidang elektronik, panel surya, perangkat keras kecerdasan buatan (AI), dan kendaraan listrik. BeInCrypto menyoroti bahwa permintaan industri mencakup sekitar setengah dari konsumsi perak global.
“Perak sekarang adalah logam yang jauh lebih menarik, mengingat kombinasi pembeliannya untuk alasan moneter dan permintaan industri untuk elektronik, panel surya, AI, kendaraan listrik, dan lainnya,” ujar Wall Street Mav .
Menurut analis tersebut, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan yang terus terjadi telah mendorong reli perak. The Silver Institute melaporkan bahwa pasar perak global mengalami defisit struktural selama lima tahun berturut-turut pada tahun 2025. Permintaan tahunan mencapai sekitar 1,2 miliar ons, sedangkan produksi tambang dan daur ulang hanya bisa memasok sekitar 1 miliar ons.
Kekurangan pasokan ini membantu mempertahankan momentum kenaikan harga, sampai banyak pelaku pasar memperkirakan harga perak bisa menyentuh tiga digit pada 2026.
Sponsored Sponsored“US$100 untuk perak sekarang sudah sangat memungkinkan untuk bulan Januari,” terang analis Sunil Reddy .
namun, bila permintaan terus melebihi pasokan, harga biasanya akan naik hingga konsumsi mulai berkurang, yaitu proses yang dikenal sebagai demand destruction. Dalam kasus perak, harga tinggi mungkin saja akhirnya akan membuat sejumlah aplikasi industri menjadi tidak layak secara ekonomi.
Sponsored“Jadi harga perak perlu naik hingga terjadi demand destruction. Dan sejauh ini belum ada yang tahu berapa harga itu. Ada perkiraan bahwa saat perak berada di US$135, industri panel surya akan mulai merugi dalam proses produksinya. Kita akan lihat bagaimana kelanjutannya,” tambah Wall Street Mav.
Analis Bitcoin Melihat Kesamaan dengan Perak
Reli rekor pada harga perak membuat banyak analis pasar aset kripto menyoroti grafik Bitcoin. Merlijn The Trader mencatat bahwa perak telah menyelesaikan pola cup-and-handle jangka panjang sebelum harganya melejit.
Postingan tersebut menunjukkan Bitcoin kini berada pada fase serupa, secara perlahan tengah membentuk struktur yang sama pada grafik mingguan. Implikasinya, sama seperti perak, bila pola ini tuntas, Bitcoin juga bisa mengalami breakout tajam ke atas.
“BITCOIN SEDANG DIAM-DIAM MEMBENTUK CUP & HANDLE DI GRAFIK MINGGUAN. Basis panjang. Akumulasi lambat. Maksimum kebosanan. Perak seperti ini bertahun-tahun… lalu meledak. Saat struktur ini selesai… Seringkali hasilnya sangat eksplosif,” ujar analis tersebut .
Analis Crypto Rover menambahkan bahwa emas dan perak melonjak pesat setelah keluar dari zona akumulasi bulanan. Menurut analis tersebut, Bitcoin memang belum mengonfirmasi breakout serupa, tapi jika itu terjadi, bisa saja memicu reli besar.
Para pelaku pasar juga turut memantau potensi rotasi modal dari logam mulia ke Bitcoin. Perlu waktu untuk melihat apakah pergeseran ini benar-benar akan terjadi atau tidak.