Kembali

Sebuah Perampokan Bitcoin Senilai US$280 Juta Picu Reli Harga Monero

editor avatar

Diedit oleh
Mohammad Shahid

17 Januari 2026 22.29 WIB
  • Seorang investor aset kripto kehilangan lebih dari US$282 juta setelah scammer yang berpura-pura menjadi customer support Trezor menipu korban untuk mengungkapkan recovery seed mereka.
  • Dana yang dicuri dengan cepat dicuci melalui instant exchange, termasuk Thorchain, dan sebagian dikonversi menjadi aset kripto yang berfokus pada privasi, Monero.
  • Insiden tersebut menyoroti pergeseran yang lebih luas dalam kejahatan aset kripto, dengan data yang menunjukkan penipuan impersonasi dan rekayasa sosial melonjak drastis selama tahun lalu.
Promo

Seorang investor aset kripto kehilangan lebih dari US$282 juta dalam bentuk Bitcoin dan Litecoin setelah terkena scam rekayasa sosial yang melibatkan hardware wallet.

Pada 16 Januari, investigator on-chain ZachXBT mengungkap pencurian besar ini, yang dilaporkan menguras akun korban hingga 2,05 juta Litecoin (LTC) dan 1.459 Bitcoin (BTC).

Sponsored
Sponsored

Monero Naik 36% setelah Hacker Tukar Aset Kripto Curian ke Privacy Coin

Perusahaan keamanan siber ZeroShadow memastikan bahwa pelaku melakukan aksi perampokan ini dengan menyamar sebagai customer support Trezor. Trezor sendiri adalah penyedia hardware wallet ternama yang sudah memiliki lebih dari 2 juta pengguna.

Penipu itu berhasil memanipulasi korban dengan membuatnya memberikan recovery seed phrase, sehingga mereka bisa menguasai penuh seluruh aset korban.

Setelah terjadinya peretasan, pelaku langsung mulai mencuci dana hasil curian tersebut.

ZachXBT melaporkan bahwa pelaku memanfaatkan beberapa instant exchange, terutama Thorchain, untuk menjembatani Bitcoin curian ke Ethereum, Ripple, dan Litecoin.

Sponsored
Sponsored

Sementara itu, ketergantungan pelaku pada Thorchain mendapat kritik tajam terhadap penyedia infrastruktur decentralized tersebut.

ZachXBT menuturkan bahwa ini bukan pertama kalinya pelaku kejahatan memanfaatkan platform ini untuk keperluan semacam itu. Hal ini menandakan bahwa platform tersebut masih menjadi tujuan favorit para kriminal untuk memindahkan kekayaan hasil curian.

Di saat bersamaan, hacker tersebut mengonversi sebagian besar dana curian ke Monero (XMR), token yang berfokus pada privasi dan dirancang untuk menyembunyikan detail transaksi.

“ZeroShadow melacak arus keluar dana dan berhasil membekukan lebih dari US$1 juta sebelum dana itu ditukar ke XMR. Aktivitas yang lolos kemungkinan meningkatkan harga XMR,” demikian bunyi pernyataan Zero Shadow dalam keterangannya.

Menariknya, aksi pembelian besar-besaran tersebut memicu kenaikan harga signifikan di pasar Monero.

Data dari BeinCrypto menunjukkan token tersebut melonjak lebih dari 36% selama periode tujuh hari, mencapai puncak hampir US$800. Setelah itu, harga aset telah mengalami koreksi ke kisaran US$621 pada saat artikel ini diterbitkan.

Insiden ini semakin menyoroti krisis keamanan yang semakin besar di sektor aset digital. Para pelaku kini mulai mengubah taktik, mengutamakan scam rekayasa sosial dan penyamaran merek ketimbang eksploitasi kode teknis untuk menipu korban.

Perusahaan analitik blockchain Chainalysis menghitung tren ini, dengan melaporkan lonjakan scam impersonasi hingga 1.400% dari tahun ke tahun. Perusahaan itu juga menyebutkan bahwa rata-rata kerugian finansial per kejadian naik lebih dari 600%.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori