Kembali

Perang Berakhir Satu Cara, dan Ini Alasan Arthur Hayes Tidak Akan Membeli Bitcoin

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Lockridge Okoth

05 Maret 2026 23.04 WIB
  • Arthur Hayes memperingatkan perang Israel-Iran bisa mendestabilisasi pasar global.
  • Hayes mengatakan dia memegang 50% kas dan 50% emas, menghindari Bitcoin.
  • Pemutusan hubungan kerja akibat AI dan guncangan harga minyak bisa memicu krisis keuangan.
Promo

Makro strategis dan investor kripto Arthur Hayes mengeluarkan peringatan keras tentang efek berantai dari perang Israel-Iran terhadap pasar global. Ia juga menjelaskan alasan mengapa Bitcoin belum masuk ke dalam daftar belinya.

Saat hadir di sebuah sesi YouTube, Hayes menggambarkan sebuah skenario di mana ketegangan geopolitik, kehilangan pekerjaan akibat AI, dan utang finansial bisa bersatu menciptakan salah satu periode paling penuh gejolak bagi pasar dalam beberapa waktu terakhir.

Disponsori
Disponsori

Mengapa Arthur Hayes Tetap di Sisi Lapangan Bitcoin di Tengah Perang dan Disrupsi AI

Hayes menyoroti risiko besar dari meningkatnya otomatisasi AI pada pekerjaan kantoran. Ia memprediksi bahwa 10–20% pekerja berpendapatan tinggi di Amerika Serikat bisa kehilangan pekerjaan dalam tiga sampai enam bulan ke depan.

“Mereka inilah yang menanggung cicilan rumah, kredit mobil, hutang kuliah—tulang punggung sistem keuangan yang penuh utang,” jelas Hayes menjelaskan. “Jika sampai 20% saja kehilangan pekerjaan, berarti ini hanyalah menunggu datangnya krisis perbankan.”

Konflik Israel-Iran yang masih berlangsung semakin menambah ketidakpastian. Hayes menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump hanya memiliki waktu sekitar empat minggu untuk meredam eskalasi, sebelum harga minyak dan pasar keuangan memaksa adanya penyelesaian.

Dampak perang terhadap infrastruktur minyak, jalur pelayaran, dan pasar energi secara menyeluruh bisa mendorong harga melambung lebih tinggi, sehingga memperberat sistem yang sudah rapuh.

“Minyak adalah titik kuncinya,” ujar Hayes di Crypto Banter. “Jika harganya melonjak terlalu tinggi, pasar tidak akan sanggup menahannya, dan tekanan politik pasti akan mendorong adanya penyelesaian.”

Disponsori
Disponsori

Mengingat situasi yang volatil ini, Hayes membuka strateginya saat ini:

  • 50% kas
  • 50% emas,
  • Tidak ada alokasi untuk Bitcoin

Menurut Hayes, posisi ini akan ia pertahankan hingga bank sentral mulai mencetak uang sebagai respons terhadap tekanan sistemik.

Hayes Pilih Hyperliquid daripada Bitcoin dan Anggap Clarity Act Tidak Relevan

Meskipun ia tetap menjadi pendukung jangka panjang aset kripto sebagai penyimpan nilai, Hayes melihat Bitcoin sekarang lebih sebagai turunan kredit dari penciptaan uang fiat dan belum tepat sebagai instrumen perlindungan di tengah krisis saat ini.

Yang menarik, Hayes menyoroti Hyperliquid sebagai pilihan utama di kripto. Ia menyebut rasio volume palsu yang rendah, pembagian pendapatan yang tinggi, dan distribusi token tim yang disiplin sebagai ciri proyek yang berkelanjutan dan transparan.

“Jika kamu mencari alpha kripto sejati, Hyperliquid adalah pilihan yang unggul di siklus ini,” tutur Hayes, menekankan faktor fundamentalnya dibanding sekadar hype token meme.

Hayes juga menepis sejumlah perkembangan regulasi terbaru, termasuk Clarity Act, yang sebelumnya diharapkan mampu menjembatani TradFi dengan pasar kripto.

“Nol,” ucap dia lugas. “Kripto tidak membutuhkan institusi TradFi untuk bisa sukses. Ekonomi on-chain bergerak secara independen dari kerangka kerja tradisional ini.”

Komentar Hayes menyoroti tema berulang dalam analisisnya: meski Bitcoin dan aset kripto lain berhasil mengungguli sebagian besar aset berbasis fiat dalam jangka panjang, penentuan waktu dan kondisi makro tetap sangat penting.

Investor yang mengejar keuntungan jangka pendek bisa saja terpapar guncangan geopolitik, ketidakstabilan perbankan, dan perubahan struktural akibat AI di pasar tenaga kerja.

Di tengah konflik yang masih berlangsung dan imbasnya pada pasar, saran Hayes terasa tegas sekaligus penuh kewaspadaan. Co-founder BitMEX ini mengimbau pengguna agar mengutamakan likuiditas, mendiversifikasi ke aset riil seperti emas, dan menunggu aksi bank sentral sebelum masuk lagi ke posisi kripto baru.

Meski pendekatan ini menggabungkan wawasan makro, kedisiplinan di pasar, serta pandangan jernih tentang perubahan peran AI dan aset digital di ekonomi dunia, para investor tetap perlu melakukan riset sendiri.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori