Pada tahun 1875, Samuel Benner, seorang petani dari Ohio, menerbitkan sebuah buku yang memprediksi siklus ekonomi dengan tonggak boom–bust hingga tahun 2059. Hampir 150 tahun kemudian, pada 28 Februari 2026, saat rudal AS–Israel menghantam Iran, pasar global langsung terguncang dan mulai sejalan dengan garis waktu yang dibuat Benner.
Sebuah sinyal yang tidak biasa muncul ketika kemungkinan The Fed akan menaikkan suku bunga semakin besar. Perkembangan ini membuat tahun 2026 semakin tidak bisa diprediksi.
Benner Cycle: 2026 Adalah “The Time to Sell”
Berdasarkan Benner Cycle, tahun 2026 adalah “waktunya menjual.” Sebuah siklus bear besar bisa berlangsung hingga enam tahun dan membentuk titik terendah di tahun 2032.
Serangan militer AS–Israel ke Iran membuat harga minyak melonjak. Argumen baru dari para analis kini memperkuat gagasan bahwa awal 2026 adalah waktu yang ideal bagi investor untuk menjual aset demi menghindari penurunan yang sudah di depan mata, sejalan dengan ramalan Benner.
Menurut Profesor Steve Keen, mengebom produsen minyak utama bisa menyebabkan harga bensin naik dan meningkatkan biaya di seluruh rantai pasokan global. Pelaku usaha harus menanggung biaya tersebut, meneruskannya pada konsumen, atau menutup bisnis. Upah tetap, sementara biaya hidup melonjak. Pemerintah mencetak uang untuk membiayai perang.
“Itulah warflation,” terang Steve Keen.
Kenaikan harga minyak ini menambah kekhawatiran tentang inflasi yang terus naik dan mendorong bank sentral untuk bergerak. Jika melihat sejarah, guncangan harga minyak biasanya berdampak pada inflasi dalam waktu 5 sampai 6 bulan dan sering membuat The Fed melakukan aksi lanjutan.
Sementara itu, sejumlah anomali pun muncul. Pasar prediksi di Polymarket kini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed di tahun 2026 sebesar 19%.
Baru-baru ini, CNBC melaporkan bahwa Market Probability Tracker milik The Fed Atlanta menunjukkan peluang kenaikan suku bunga di angka 19,2%, sementara peluang penurunan suku bunga ada di 17,3%. Laporan ini menyoroti bahwa ada sesuatu yang tidak biasa terjadi.
Fakta sejarah juga menunjukkan, kenaikan suku bunga The Fed secara langsung memicu ambruknya pasar kripto pada tahun 2022 dan ikut membentuk titik bawah pasar di tahun 2023. Setelah itu, bull market berlanjut sampai tahun 2026. Semua tonggak ini cukup sesuai dengan prediksi Benner Cycle.
Samuel Benner memang tidak bisa memprediksi terjadinya perang. Tapi, apakah Benner Cycle akan benar-benar terjadi di 2026, sepertinya akan sangat bergantung pada seberapa lama konflik Iran berlangsung dan sampai sejauh mana eskalasinya.