Kembali

Perang Iran Bisa Segera Berakhir saat Harga Minyak Turun, Saham Reli, dan Bitcoin Rebound

Pilih kami di Google
sameAuthor avatar

Ditulis & Diedit oleh
Mohammad Shahid

10 Maret 2026 03.39 WIB
  • Harga minyak anjlok setelah Trump mengatakan perang Iran bisa segera berakhir.
  • Saham melonjak, dengan S&P 500 naik karena kekhawatiran energi yang mereda.
  • Bitcoin reli karena selera risiko kembali ke pasar.
Promo

Pasar global reli pada hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran bisa segera berakhir, sehingga kekhawatiran tentang guncangan energi jangka panjang pun mereda. Harga minyak jatuh tajam, sedangkan pasar saham naik dan aset kripto menunjukkan kembali sentimen optimistis, mencerminkan perubahan mendadak dalam persepsi investor.

Reaksi ini terjadi setelah seminggu penuh volatilitas ekstrem akibat kampanye militer AS–Israel terhadap Iran, yang menyebabkan gangguan di pasar energi dan menimbulkan kekhawatiran akan krisis pasokan global.

Harga Minyak Turun saat Harapan Akhir Perang Muncul

Harga minyak mentah turun tajam setelah Trump mengisyaratkan konflik ini mungkin segera mereda.

Sebelumnya, pasar minyak telah memperhitungkan skenario terburuk terkait gangguan pasokan dari Timur Tengah dalam waktu lama. Akan tetapi, setelah pernyataan Trump beredar, para trader pun dengan cepat melepaskan premi risiko tersebut.

Disponsori
Disponsori

Harga WTI crude turun ke kisaran US$80-an setelah sebelumnya diperdagangkan mendekati US$100 atau bahkan lebih saat ketegangan meningkat.

Grafik harga minyak mentah turun setelah sempat menyentuh lebih dari US$110 sebelumnya.

Harga Minyak Mentah Turun Setelah Sempat di Atas US$110 Hari Ini. Sumber: Oilprice.com

Penurunan ini menunjukan bahwa pasar dengan cepat menilai kembali situasi dan memperkirakan perang tidak akan berkembang menjadi gangguan minyak jangka panjang.

Saham Reli karena Ekspektasi Meredanya Ketegangan

Pasar saham pun langsung menanggapi perkembangan ini.

S&P 500 naik sekitar 0,7% selama sesi perdagangan seiring para investor kembali masuk ke aset berisiko. Reli ini mencerminkan keyakinan investor bahwa konflik mungkin tidak akan berlangsung lama dan bisa menghindari guncangan ekonomi yang lebih luas.

Penurunan harga minyak juga mendukung kinerja saham karena lonjakan harga energi sering kali memicu inflasi serta menekan daya beli konsumen.

Grafik S&P 500 mulai pulih setelah kerugian besar sejak perang Iran dimulai.
S&P 500 Mulai Pulih Setelah Sempat Rugi Besar Sejak Perang Iran Dimulai | Sumber: Google Finance

Ketika harga minyak turun, investor pun mulai menghilangkan risiko kemungkinan krisis energi global seperti yang pernah terjadi dalam konflik geopolitik sebelumnya.

Bitcoin Tunjukkan Optimisme Baru

Pasar aset kripto juga merespons secara positif.

Bitcoin sempat pulih ke kisaran US$69.000 dengan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah volatilitas sebelumnya, seiring pasar menimbang risiko geopolitik.

Disponsori
Disponsori

Trader aset kripto umumnya menganggap krisis geopolitik besar sebagai momentum “risk-off”. Tapi, ketika ketegangan mereda, aset digital cenderung cepat pulih mengikuti pasar berisiko lainnya.

Rebound ini menandakan para trader memperkirakan konflik masih akan tetap terkendali, bukan memicu krisis global berkepanjangan.

Grafik harga Bitcoin pulih setelah volatilitas besar.
Harga Bitcoin Pulih | Sumber: CoinGecko

Satu Pekan yang Penuh Eskalasi

Pergerakan tajam pasar ini terjadi setelah pekan penuh drama di Timur Tengah.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran dengan menargetkan fasilitas nuklir, infrastruktur rudal, serta pangkalan militer.

Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah komandan senior, sehingga ketegangan di kawasan semakin meningkat tajam.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone ke Israel dan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.

Konflik pun meluas ke berbagai negara, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, Irak, Yordania, Lebanon, dan Oman.

Kerusakan Infrastruktur Minyak dan Guncangan Pasokan

Pasar energi langsung bereaksi kuat karena perang mengancam jalur pasokan minyak yang krusial.

Iran menegaskan bahwa mereka bisa saja memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran sempit tempat sekitar 20% pasokan minyak dunia mengalir.

Ancaman itu saja sudah menyebabkan gangguan besar.

Sekitar 150 kapal tanker terpaksa menunggu di luar selat, sehingga kurang lebih 140 juta barel minyak tertahan di Teluk.

Analis pun memperkirakan hingga 15 juta barel per hari pasokan berpotensi terdampak jika selat tetap tertutup.

Pada saat yang sama, beberapa fasilitas minyak di kawasan juga mengalami kerusakan atau harus memangkas produksi.

Irak, Kuwait, serta Uni Emirat Arab sempat mengurangi pasokan sementara. Qatar juga menyatakan force majeure untuk sejumlah pengiriman gas alam cair (LNG).

Arab Saudi mencoba mengalihkan ekspor lewat pipa ke pelabuhan mereka di Laut Merah, namun rute itu hanya punya kapasitas terbatas.

Trump Isyaratkan Kemungkinan Akhir dari Konflik

Di tengah situasi ini, pernyataan terbaru Trump mengubah ekspektasi pasar.

Presiden tersebut mengatakan keputusan untuk mengakhiri perang akan dilakukan bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mengisyaratkan konflik bisa segera berakhir.

Meski belum ada pengumuman gencatan senjata, komentar itu menandakan target militer mungkin sudah hampir tercapai.

Pernyataan tersebut mengurangi kekhawatiran bahwa perang akan meluas jadi konflik regional yang lebih besar, melibatkan negara Teluk lain atau gangguan besar terhadap pengiriman barang.

Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Beberapa perkembangan penting akan menentukan apakah reli ini akan berlanjut.

Pertama, pasar akan mengamati tanda-tanda adanya gencatan senjata resmi atau pengumuman bersama dari Washington dan Tel Aviv.

Trader akan memantau kondisi Selat Hormuz dan apakah lalu lintas tanker minyak bisa kembali normal.

Selain itu, analis juga akan mencari tanda-tanda kelompok proksi Iran, termasuk Hezbollah, mengurangi keterlibatan mereka dalam konflik.

Jika ketegangan terus mereda, harga minyak bisa turun lebih jauh dan pasar global bisa lebih stabil.

Namun jika konflik kembali memanas, reli di saham dan aset kripto yang terjadi saat ini bisa berbalik dengan cepat.

Saat ini, pasar nampaknya sedang bertaruh bahwa perang bisa berakhir lebih cepat dari yang banyak orang khawatirkan sebelumnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori