Dua pekan berturut-turut, harga Bitcoin kembali ditutup di bawah US$83.000, yaitu level support penting untuk memastikan tren bullish. Hal ini menandakan adanya fake-out, menurut analisis populer Benjamin Cowen.
Sekarang, Cowen khawatir Bitcoin bisa mengikuti pola pergerakan lambat dari perak setelah tahun 2011, di mana harga logam mulia tersebut anjlok 73% dalam 4 tahun.
Apakah Reli September Menjadi Perangkap bagi Pembeli Bitcoin?
Cowen, anggota Dewan Ahli Market Intelligence BeInCrypto, memberikan pengujian sederhana dalam video terbarunya. Satu kali penutupan mingguan di bawah US$83.000 akan menguntungkan bear, dan jika terjadi dua kali maka akan semakin menguatkan skenario tersebut.
Bitcoin ditutup di US$82.042 pada minggu sebelumnya dan di US$80.154 pada 25 Oktober. Harga Bitcoin masih bergerak di sekitar level tersebut minggu ini, tidak mampu bertahan di atas support US$83.000.
Target selanjutnya adalah bull market support band (BMSB), yaitu rata-rata pergerakan 20-minggu dan 21-minggu yang kini berada di kisaran US$72.000 sampai US$76.000. Jika harga Bitcoin turun ke level ini, hal itu bisa menjadi peringatan akan potensi penurunan lebih lanjut.
Saat ini, S&P 500, Nasdaq, dan Ethereum (ETH) sudah kehilangan rata-rata pergerakan 50 harinya dan turun ke area support tersebut.
Mengapa Pola Pergerakan Harga Perak Membuat Benjamin Cowen Khawatir?
Perak menjadi contoh yang paling mendekati menurut Cowen. Setelah mencapai puncaknya di hampir US$49 pada tahun 2011, harga perak dua kali bertahan di level terendah dan reli berikutnya seolah menunjukkan pemulihan.
Salah satu reli sempat menutup di atas rata-rata pergerakan 50-mingguan pada akhir 2012. Tapi, harga perak tetap breakdown pada 2013 dan terus turun hingga menyentuh sekitar US$14 pada 2015.
“Yang membuat saya khawatir di malam hari adalah bagaimana jika harganya mengikuti pola perak… Saya berharap hal itu tidak terjadi dan saya selalu mencari alasan mengapa itu tidak akan terjadi,” papar Cowen.
Bagi Bitcoin, hal ini berarti bisa terjadi level terendah di Februari, terbawah lagi di Juli, dan mungkin juga menyentuh level terendah lagi di kuartal empat. Setiap reli akan semakin melemah hingga kemungkinan breakdown muncul pada 2027 atau 2028.
Penurunan ke US$60.000 yang kemudian disusul rebound justru paling dikhawatirkan Cowen, karena bisa mengubah para pembeli breakout di September menjadi resistance. Sementara itu, jika Bitcoin mencetak level terendah baru di bawah harga realisasi (rata-rata biaya seluruh koin), barulah terjadi kapitulasi sungguhan.
Saat ini perak masih mengalami tekanan yang serupa. Pada Jumat, logam tersebut ditutup di harga US$53,83, yaitu hampir 56% di bawah rekor Januari dan menjadi nilai terendah di tahun 2026.
Apa yang Harus Terjadi Selanjutnya agar Skenario Bearish Terjaga?
Cowen memperluas roadmap bearish kuartal 4 sebelumnya menjadi urutan 11 langkah.
- Bitcoin membukukan penutupan mingguan kedua di bawah US$83.000
- Fake-out dikonfirmasi
- BTC turun ke BMSB
- The Fed menahan suku bunga pada 28 Oktober
- Inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) naik pada 29 Oktober
- Yield Treasury 10 tahun kembali naik
- Bitcoin dan saham turun
- Harga minyak naik ke US$120
- The Fed menaikkan suku bunga di bulan Desember
- US Dollar Index (DXY) naik menjelang rapat The Fed di Desember
- Yield jangka panjang turun hingga akhir tahun
Cowen menegaskan, jika ada satu langkah saja yang gagal, maka urutan berikutnya jadi diragukan. Penutupan mingguan Bitcoin di atas sekitar US$84.000 akan menggugurkan skenario ini.
Apakah Risiko Penurunan Bitcoin Sudah Berakhir?
Charles Edwards, pendiri Capriole Investments dan juga anggota council, melihat situasi jangka pendek yang berbeda. Rasio put/call Bitcoin, yang membandingkan kontrak opsi bearish dengan bullish, kini menyentuh angka 1,46.
Grafik yang ditampilkannya menunjukkan lonjakan serupa saat level terendah Februari dan Juni 2026. Tetapi pada 2022, lonjakan di bulan Mei saat harga sekitar US$29.000 justru diikuti penurunan ke US$17.600.
Kedua sudut pandang ini sebenarnya tidak saling bertentangan. Bitcoin masih bisa menguji support band di area lokal terendah. Namun, kekhawatiran besar bagi Cowen adalah jika Bitcoin bergerak sideways seperti perak hingga bertahun-tahun, dan tidak ada indikator opsi yang bisa mengesampingkan risiko itu.











