Perluas Bisnis, Grayscale Investments Lirik Pasar Eropa

27 April 2022, 20:32 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
27 April 2022, 20:32 WIB
Ringkasan
  • Grayscale Investments berencana ingin ekspansi ke benua Eropa, tetapi mereka masih belum menentukan negara mana yang ingin dituju secara pasti.
  • Untuk mewujudkan rencananya, Grayscale Investments akan berdiskusi dan melakukan uji coba bersama mitra lokal.
  • Dalam pemilihan tempat ekspansinya, Grayscale harus menentukan strategi dengan matang, sebab pasar kripto Eropa sendiri amatlah kompetitif.

Grayscale Investments LLC, perusahaan investasi mata uang digital, berencana memperluas bisnisnya ke Eropa. Namun, belum diketahui pasti negara yang jadi target ekspansi.

Chief Executive Officer Grayscale Investments LLC, Michael Sonnenshein, menyebut rencana ekspansi tersebut, tetapi tidak merinci lebih jauh, termasuk produk yang akan dipasarkan ke Eropa. Ia pun menilai seluruh pasar Eropa bukan satu pasar saja.   

“Kami akan sangat berhati-hati [melakukan ekspansi ini]. Kami harus menggunakan metode yang tepat terkait pusat dan penghubung finansial ketika kami ingin meluncurkannya. Kami menyadari terdapat perbedaan perilaku dan sikap para investor di pasar Eropa, dan rezim peraturan,” katanya dikutip Bloomberg.

Untuk merealisasikan rencana itu, Grayscale tengah menjajaki pertemuan dan uji coba dengan sejumlah mitra lokal.

Pasar Eropa Kompetitif

Grayscale memang harus bijaksana menetapkan pasar mana yang akan jadi sasaran ekspansinya. Sebab, pasar Eropa sangatlah kompetitif. Di Eropa Barat saja, ada lebih dari 80 produk cryptocurrency diperdagangkan di bursa terdaftar. Total nilai aset gabungannya mencapai 7,1 miliar dolar AS.  

Beberapa bulan belakangan ini pun, muncul sejumlah exchange-traded products (ETP) tercatat di Swiss, Jerman, dan tempat lainnya, salah satunya 21Shares.  

Sementara itu, total aset crypto yang dikelola Grayscale saat ini mencapai 30 miliar dolar AS. Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) memungkinkan para investor masuk ke crypto tanpa harus mengelolanya secara pribadi. GBTC juga memungkinkan terjadinya investasi crypto tanpa benar-benar melakukan pertukaran, karena GBTC dapat diperdagangkan di pasar saham.

Pasang Badan” demi Disetujui AS

Tak hanya mengincar pasar Eropa, rencana ekspansi Grayscale ini muncul berdekatan dengan persetujuan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat terhadap peluncuran kembali GBTC menjadi ETF Spot Bitcoin. Selama kurang dari 5 tahun terakhir, Eropa telah memperdagangkan ETF yang terkait dengan harga spot crypto seperti Bitcoin dan Ether. Namun, Amerika Serikat (AS) belum menyetujuinya.

Persetujuan AS inilah yang diproyeksikan mempercepat aliran dana ke crypto. Analisis Bloomberg Intelligence pada Maret 2022 menyebutkan aset global akan berlipat ganda menjadi 120 juta dolar AS pada 2028.

Grayscale secara agresif menyatakan akan melakukan tindakan hukum jika SEC terus menolak ETF Bitcoin. Namun, walaupun terus didesak oleh para anggota parlemen AS, hingga saat ini Ketua SEC, Gary Gensler, masih teguh terhadap pendiriannya dan belum menyetujuinya.

Padahal, ESC telah memiliki ETF terakreditasi yang didasarkan pada biaya berjangka Bitcoin, mencakup ProShares Bitcoin Strategy ETF (BITO), Valkyrie Bitcoin Strategy ETF (BTF), dan VanEck Bitcoin Strategy ETF (XBTF). Baru-baru ini SEC juga telah memberikan persetujuan untuk ETF keempat yang dimiliki NYSE Arca dan Teucrium pada awal April 2022.

Grayscale memang mengincar untuk mengkonversi Bitcoin senilai 40 miliar dolar AS menjadi ETF, dan diperkirakan persetujuan SEC terhadap permohonan ini akan terjadi pada Juli 2022. Grayscale bahkan telah menulis surat khusus untuk SEC terkait dengan urusan teknis dan legalitas guna mendorong persetujuan ini.

Dalam surat tersebut, Grayscale bahkan menulis “ketika ini berhubungan dengan persetujuan, tidak ada dasar [bagi SEC] untuk memperlakukan produk spot Bitcoin secara berbeda dari produk futures Bitcoin.”

Tak hanya itu, CLO Grayscale, Craig Slam, juga menekankan bahwa SEC terus-menerus gagal memahami perbedaan antara peraturan ETF dan regulasi spot ETF. Dia bahkan menyebutkan SEC kesulitan untuk melakukan pelacakan dan memanipulasi pasar aset crypto sebagai alasan utama untuk menolak ETP crypto spot.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.