Kembali

Permintaan Institusional Meningkat, tapi Mengapa Harga Solana Belum Melejit?

author avatar

Ditulis oleh
Nhat Hoang

editor avatar

Diedit oleh
Harsh Notariya

08 Januari 2026 22.33 WIB
  • Permintaan Institusional untuk Solana Bertumbuh lewat ETF, Stablecoin, dan Aset Dunia Nyata
  • Meskipun Pertumbuhan Onchain, Harga SOL Tertinggal di Tengah Rendahnya Partisipasi Trading Ritel
  • Potensi Kembalinya Investor Ritel Bisa Sejalan dengan Institusi dan Picu Reli Baru
Promo

Total aset bersih exchange-traded fund (ETF) Solana di AS telah melampaui US$1 miliar di awal tahun 2026. Tapi, harga SOL sudah turun lebih dari 50% selama setahun terakhir dan saat ini diperdagangkan mendekati level yang terlihat dua tahun lalu. Hasil ini sepertinya mengecewakan banyak holder.

Di luar ETF SOL, jaringan Solana juga telah mencatat banyak pencapaian yang menunjukkan daya tariknya bagi investor institusi. Meski begitu, perkembangan ini masih belum cukup memberikan kepuasan untuk investor ritel.

Sponsored
Sponsored

Permintaan Stablecoin Meningkat di Solana pada Awal 2026

Komisi Stable Token Wyoming baru saja meluncurkan stablecoin FRNT pada blockchain Solana. Langkah ini menandai pertama kalinya otoritas publik AS menerbitkan stablecoin dengan cadangan yang dikelola oleh Franklin Templeton.

Sebelumnya, Jupiter memperkenalkan stablecoin JupUSD di Solana bekerja sama dengan Ethena Labs. Sekitar 90% cadangannya berasal dari USDtb yang didukung dana tokenisasi BUIDL BlackRock, sedangkan 10% sisanya dipegang dalam USDC.

Setelah perkembangan ini, The Kobeissi Letter melaporkan pada 8 Januari bahwa pasokan stablecoin Solana melonjak lebih dari US$900 juta dalam waktu 24 jam. Laporan tersebut menyebut lonjakan ini bisa menjadi pertanda masuknya modal kripto kembali.

Langkah-langkah ini berlangsung bersamaan dengan naiknya total pasokan stablecoin Solana yang melampaui US$15 miliar, mencatat rekor tertinggi sepanjang masa.

“Ini menandakan adanya likuiditas baru yang masuk ke jaringan. Biaya transaksi yang murah serta finalitas cepat di Solana membuat likuiditas itu bisa dimanfaatkan dengan efisien. Dalam praktiknya, semakin banyak stablecoin di SOL berarti semakin banyak modal yang tersedia untuk aktivitas perdagangan, penyelesaian, dan aplikasi,” komentar analis Milk Road .

Sponsored
Sponsored
Solana Stablecoin Supply. Source: SolanaFloor
Pasokan Stablecoin Solana | Sumber: SolanaFloor

Walaupun begitu, nilai US$15 miliar ini masih tergolong kecil jika dibandingkan dengan pasokan stablecoin Ethereum yang sudah menembus US$181 miliar dan Tron yang lebih dari US$81 miliar, menurut data dari Token Terminal.

RWA di Solana Naik, namun Masih Tertinggal dari Pesaing

Data dari RWA.xyz menunjukkan bahwa nilai total real-world asset (tidak termasuk stablecoin) di Solana telah mencapai rekor tertinggi baru, melebihi US$931 juta.

Sponsored
Sponsored

Permintaan terhadap aset yang ditokenisasi dari BlackRock dan VanEck, serta saham tokenisasi Tesla dan NVIDIA, mendorong tren ini.

Total RWA Value on Solana. Source: RWA
Total Nilai RWA di Solana | Sumber: RWA

Meskipun begitu, Solana bukan pilihan utama institusi. Data RWA menunjukkan Ethereum dan BNB Chain masih memimpin untuk tokenisasi aset. Nilai total RWA mereka sekitar US$12,7 miliar dan US$2 miliar.

Solana mendapat manfaat dari meningkatnya minat institusi pada RWA dan stablecoin. Tapi, jaringan ini masih belum mengejar ketertinggalan dengan pesaing utamanya.

Sponsored
Sponsored

Kurangnya Partisipasi Ritel Telah Membatasi Performa Harga

Walaupun pertumbuhan stablecoin dan RWA mencerminkan permintaan institusi yang menguat, data trading spot menunjukkan partisipasi ritel tetap lemah. Perbedaan ini membantu menjelaskan kenapa harga SOL belum mampu menyaingi perbaikan fundamental on-chain.

Berdasarkan data aktivitas spot ritel Solana dari CryptoQuant, reli besar SOL di 2021 dan 2024 bersamaan dengan maraknya aktivitas trading ritel. Periode ini tergambar sebagai zona merah di grafik.

Solana Spot Retail Activity. Source: CryptoQuant.
Aktivitas Spot Ritel Solana | Sumber: CryptoQuant.

Data exchange justru menunjukkan partisipasi ritel di atas level harga US$100 hampir tidak tampak sepanjang dua tahun terakhir. Tren ini juga menjelaskan mengapa SOL belum mengalami breakout.

Jika kondisi pasar secara umum berubah dan investor ritel kembali, partisipasi mereka bisa sejajar dengan institusi. Pergeseran seperti ini dapat memicu siklus bullish baru bagi SOL.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori