Pada beberapa bulan terakhir, pasar belum melihat penerbit stablecoin mencetak miliaran US$ setiap hari. Pada Januari 2026, pertumbuhan stablecoin memperlihatkan tanda-tanda perlambatan yang jelas. Sinyal ini menimbulkan pertanyaan tentang tantangan apa yang kemungkinan akan di hadapi pasar selanjutnya.
Dengan membandingkan tren stablecoin terhadap pergerakan harga Bitcoin serta periode sejarah yang serupa, muncul beberapa kemungkinan skenario yang dapat terjadi. Perbandingan ini membantu investor memperoleh pandangan yang lebih menyeluruh tentang risiko yang mungkin akan timbul di masa depan.
SponsoredKapitalisasi Pasar USDT Terhenti, Menimbulkan Kekhawatiran tentang Koreksi Lanjutan
Data dari USDT Market Cap Change oleh CryptoQuant mencatat perubahan harian kapitalisasi pasar stablecoin stablecoin terbesar.
Rata-rata 60 hari (60-day market cap change – SMA30) memperlihatkan laju pertumbuhan kapitalisasi pasar USDT menurun tajam sejak akhir November tahun lalu. Pertumbuhan turun dari sekitar US$15 miliar menjadi sekitar US$3,3 miliar.
Jika di bandingkan secara berdampingan dengan harga Bitcoin, terlihat terdapat korelasi yang kuat. Pada siklus-siklus sebelumnya, likuiditas yang naik—di lihat melalui kenaikan cepat kapitalisasi pasar USDT—sering bergerak sejajar dengan reli Bitcoin.
Sponsored SponsoredSebaliknya, ketika pertumbuhan likuiditas melambat, Bitcoin biasanya memasuki periode stagnasi. Dalam skenario yang lebih buruk, pasar bahkan bisa berbalik arah menuju tren turun.
Meskipun 60-day market cap change – SMA30 belum berubah menjadi negatif, sinyal terbaru dari lingkungan pasar tahun 2026 sedang memberikan peringatan.
Pertama, kapitalisasi pasar USDT (ERC-20)—yang mencakup lebih dari 50% dari total suplai USDT—telah menurun selama satu bulan terakhir. Pada saat yang sama, USDT terus diperdagangkan di bawah US$1 selama periode ini.
Hal ini tidak menunjukkan USDT depeg. namun, kapitalisasi pasar yang menurun harga di bawah US$1 mencerminkan terjadinya arus keluar modal. Para holder stablecoin nampaknya kurang berminat mencari peluang baru dan lebih memilih untuk mencairkan aset mereka.
Kedua, Tether Treasury baru saja membakar 3 miliar USDT. Ini adalah burn pertama sejak Mei tahun lalu. Data CryptoQuant menunjukkan ini juga merupakan burn USDT terbesar dalam tiga tahun terakhir.
Ketidakpastian Ekonomi Makro dan Meningkatnya Tensi Geopolitik.
Beberapa pengamat menafsirkan langkah ini sebagai isyarat hati-hati dari pelaku besar di tengah ketidakpastian ekonomi makro dan meningkatnya tensi geopolitik. Proses ini biasanya terjadi saat investor menukar USDT mereka dengan USD, sehingga Tether menarik USDT terkait dari peredaran.
“Seseorang besar baru saja keluar sepenuhnya dari pasar,” komentar investor Ted .
Sinyal-sinyal ini sejauh ini masih bersifat awal dan belum cukup kuat untuk memastikan perubahan tren secara pasti. namun, jika semakin menguat, kemungkinan stagnasi dua bulan di pasar stablecoin dengan kapitalisasi total sekitar US$308 miliar akan berakhir dan masuk ke fase koreksi.
Jika itu terjadi, Bitcoin dan altcoin bisa menghadapi risiko lebih tinggi memasuki bear market—sebuah situasi yang pasti ingin di hindari oleh sebagian besar investor.
Bagaimana pendapat Anda tentang tersendatnya permintaan USDT ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!