Volume perdagangan mingguan XRP (XRP) telah menurun sejak akhir Februari, sementara momentum juga melambat untuk exchange-traded fund (ETF) XRP spot.
Ini menandakan minat pada aset kripto peringkat lima terbesar tersebut juga melemah. Perlambatan ini terjadi walaupun Ripple terus melakukan ekspansi, namun tidak ada dari upaya itu yang nampaknya berpengaruh signifikan terhadap harga.
Volume Turun dan Arus Keluar ETF Tunjukkan Minat pada XRP Mulai Menurun
Data dari CoinGecko memperlihatkan bahwa volume perdagangan mingguan XRP turun 27,5%, dari US$22,9 miliar pada minggu terakhir Februari menjadi US$16,6 miliar di minggu lalu. Penurunan ini mengindikasikan partisipasi investor yang juga mendingin dan momentum yang memudar karena sentimen pasar secara umum masih penuh ketidakpastian.
Sementara itu, ETF XRP spot mencatatkan dua pekan berturut-turut arus keluar bersih (net outflow). Berdasarkan data SoSoValue, ETF XRP belum mencatatkan satu hari pun arus masuk bersih (net inflow) sejak 5 Maret.
Pada minggu yang berakhir 13 Maret, terdapat arus keluar bersih sekitar US$28,07 juta. Angka ini menjadi arus keluar mingguan tertinggi sejak akhir Januari.
CTO Emeritus Ripple Menanggapi Permintaan Burn XRP
Sementara itu, harga XRP masih bergerak sejalan dengan pasar kripto secara keseluruhan. Walaupun altcoin ini sempat naik 3,89% di tengah reli pasar yang meluas, tren utamanya saat ini masih menurun.
Hal ini terjadi meskipun Ripple telah mencatat berbagai pencapaian, mulai dari mengejar lisensi baru hingga membangun kemitraan besar. Tetapi, semua upaya ini belum memberikan dampak positif signifikan pada harga XRP.
Kesenjangan ini telah memicu kekecewaan yang makin besar di kalangan holder XRP. Di X, seorang pengguna menyarankan bahwa daripada melakukan pembelian kembali saham, Ripple sebaiknya mempertimbangkan langkah yang langsung menguntungkan holder XRP, seperti membakar token escrow.
Namun, CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, mencontohkan keputusan Stellar yang membakar sekitar 50% dari total suplai XLM pada 2019 sebagai bukti bahwa pengurangan suplai belum tentu bisa membuat harga naik signifikan.
Pertumbuhan ekosistem apakah pada akhirnya bisa mendorong harga XRP masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab. Saat ini, XRP masih diperdagangkan mengikuti pasar aset kripto secara umum, sehingga para holder harus menunggu munculnya katalis yang sepertinya belum tiba.