Pergerakan USDT, stablecoin terbesar di pasar berdasarkan kapitalisasi, menunjukkan sinyal langka setelah bertahun-tahun. Pertumbuhan market cap yang sebelumnya melambat kini malah berubah jadi negatif. Perubahan ini memunculkan kekhawatiran bahwa bear market mungkin saja baru dimulai.
Sebagai indikator minat beli investor, perubahan market cap USDT bisa membantu menilai kondisi saat ini, dan juga memberikan gambaran skenario masa depan yang mungkin terjadi.
SponsoredPemulihan Pasar Masih Sulit saat Kapitalisasi Pasar Tether Menunjukkan Tanda-Tanda Pembalikan
Data CryptoQuant tentang Rata-rata Perubahan Market Cap USDT 60 hari mulai menjadi negatif sejak Februari. Terakhir kali ini terjadi adalah di kuartal 3 tahun 2023.
Grafik tersebut memperlihatkan korelasi antara harga Bitcoin dan pertumbuhan market cap USDT. Saat USDT bertambah, likuiditas baru masuk ke pasar aset kripto. Sebaliknya, jika pertumbuhan berbalik negatif, modal keluar dari pasar, bukannya menunggu di pinggir.
Analis Crypto Tice menilai bahwa akibatnya sudah jelas. Daya beli jadi lemah. Dukungan ketika harga turun jadi rapuh. Reli akan cepat dijual oleh pelaku pasar.
“Secara historis, reli $BTC yang bertahan lama tidak terjadi saat suplai stablecoin justru menurun,” ucap Tice .
Pertumbuhan market cap yang negatif bisa terjadi karena menurunnya permintaan terhadap USDT yang baru diterbitkan. Data CoinGecko menunjukkan sejak awal Januari, market cap USDT turun dari lebih dari US$187 miliar menjadi US$184,3 miliar.
SponsoredPenurunan ini bisa disebabkan oleh aktivitas burn USDT yang baru-baru ini dilakukan oleh Tether. Pada 10 Februari, Whale Alert melaporkan bahwa Tether membakar 3,5 miliar USDT. Perusahaan ini juga membakar 3 miliar USDT bulan lalu.
Statistik dari CryptoQuant menunjukkan bahwa kedua aksi burn tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah secara berturut-turut.
Proses burn ini menandakan investor menukarkan USDT kembali ke fiat. Tether menghapus USDT yang sudah ditebus agar jumlah suplai tetap sesuai cadangan, dan menjaga patokan 1:1.
“Suplai USDT sekarang malah sedang tren turun untuk pertama kalinya sejak kuartal 1 2025. Ini bukan pertanda baik,” terang investor Ted .
Namun, data historis bisa jadi pembanding. Sejak 2022, periode rata-rata Perubahan Market Cap 60 Hari yang negatif biasanya berlangsung sekitar dua bulan. Fase ini seringkali juga terjadi saat Bitcoin bergerak sideways dan membentuk bottom lokal.
Beberapa contoh terjadi pada November 2022 sampai Januari 2023 dan Agustus sampai Oktober 2023. Maka dari itu, data saat ini mungkin menandakan pasar yang stagnan di level bawah atau bahkan penurunan lebih dalam selama dua bulan ke depan sebelum akhirnya pulih.
Analisis terbaru dari BeInCrypto menunjukkan skenario bearish. Bitcoin bisa saja turun di bawah US$43.000 apabila level support penting di US$63.000 jebol.