Elon Musk mengatakan bahwa para pemberi pinjaman hampir sepenuhnya berhenti mendanai perusahaan yang hanya menghasilkan uang dari data center AI. Ia memprediksi sebagian besar dari lebih dari 200 perusahaan cloud AI akan gulung tikar atau diakuisisi.
Peringatan ini muncul saat CoreWeave (CRWV), perusahaan cloud AI terbesar yang terdaftar, membayar bunga utang tertinggi sepanjang sejarahnya. Sementara itu, SpaceX milik Musk sendiri mengumumkan baru saja menutup pinjaman sebesar US$40 miliar.
Bisakah CoreWeave Bertahan Dari Tagihan Utangnya?
Perusahaan-perusahaan ini, yang dikenal sebagai neocloud, membeli chip Nvidia dan menyewakan kekuatan komputasinya kepada para pengembang AI. Kebanyakan dari mereka mengambil utang besar untuk menjalankan bisnis ini.
Musk memang tidak menyebut CoreWeave pada akhir pekan ini. tapi, pada 14 Oktober, investor Chamath Palihapitiya membagikan grafik imbal hasil obligasi CoreWeave tembus 15%, dan Musk membalas dengan “Yikes.”
CoreWeave menjadi barometer sektor ini, dengan laporan kewajiban mencapai US$50 miliar. Ketika sahamnya jatuh lebih dari 15% hari itu, saham Oracle, Dell, dan Hut 8 juga ikut terkoreksi tajam.
Imbal hasil obligasi senilai US$2,75 miliar yang jatuh tempo pada 2031 kini telah mencapai rekor yakni 15,76%. Imbal hasil yang lebih tinggi menandakan pemberi pinjaman meminta imbalan lebih karena memegang utang tersebut.
Saham CoreWeave kini turun sekitar 70% dari puncaknya. Jurrien Timmer dari Fidelity telah menandai utang sebagai risiko bubble AI.
CEO Mike Intrator memberi tahu karyawan lewat sebuah memo bahwa tumpukan kontrak mereka bisa menutupi utang tersebut.
“Kami yakin backlog kami lebih dari cukup untuk menutupi semua kewajiban utang kami,” ujar Mike Intrator dalam memo itu.
Ikuti kami di X untuk dapatkan berita terbaru secara langsung
Mengapa Musk Yakin SpaceX Bisa Berutang Saat Perusahaan Lain Tidak Bisa
Musk menyebut peringkat investment-grade SpaceX, yang menandakan risiko gagal bayar rendah, serta pendapatan dari Starlink dan peluncuran roket. Ia menanggapi Palihapitiya, yang menjual lahan siap listrik kepada pembangun data center dan memperkirakan tahun 2027 akan menjadi pembersih investasi buruk.
Beberapa laporan sebelumnya memperkirakan kesepakatan SpaceX terdiri dari pinjaman bank sekitar US$10 miliar dan obligasi sebesar US$30 miliar. SpaceX belum mempublikasikan detail syaratnya.
Pada earnings call 20 Oktober, SpaceX mengarahkan belanja modal kuartal IV di kisaran US$35 miliar sampai US$40 miliar. Unit AI milik SpaceX memperoleh pendapatan US$7,6 miliar pada kuartal sebelumnya, yang berarti lebih besar dari bisnis konektivitasnya.
Bagi pemegang saham dan obligasi di perusahaan cloud AI yang hanya fokus pada sektor tersebut, prediksi Musk cukup jelas, bahwa beberapa akan bertahan, “namun tidak banyak,” tutur Musk dalam prediksinya.











