Satu tokoh mewakili puluhan tahun pengalaman trading. Sementara yang satunya lagi dijuluki sebagai “individu dengan IQ tertinggi di dunia” berdasarkan tes standar internasional. Lantas, seperti apa prediksi mereka mengenai harga Bitcoin (BTC) di pekan kedua Desember?
Menariknya, pandangan mereka justru saling berseberangan. Dua perspektif yang kontradiktif ini menunjukkan bahwa bahkan sosok dengan pengalaman mendalam maupun kecerdasan luar biasa dapat menafsirkan pasar dengan cara yang sangat berbeda.
SponsoredPeter Brandt — Bitcoin Sedang Retest sebelum Kembali ke Tren Turun
Peter Brandt, trader legendaris dengan pengalaman puluhan tahun di pasar komoditas dan ekuitas, mewanti-wanti skenario suram bagi Bitcoin.
Dalam analisis terbarunya, Brandt berpendapat bahwa BTC sedang retest pola broadening top. Ini adalah formasi yang menampilkan higher high dan lower low yang biasanya menandakan tren naik yang melemah.
Sponsored Sponsored“Reli pekan ini bisa jadi merupakan seluruh proses retesting broadening top yang akan kita lihat untuk BTC. Tentu saja, kita akan lihat.” — prediksi Peter Brandt.
Brandt sendiri sudah berulang kali memperingatkan potensi skenario “dead cat bounce“ untuk Bitcoin. Dari penanda grafik miliknya, BTC mungkin akan terdorong naik hingga US$102.000 sebelum berpotensi terkoreksi menuju US$58.840 dalam waktu dekat.
Perspektifnya bertindak sebagai pengingat dingin dari siklus sebelumnya: pasar tidak memberi hadiah untuk keluguan, dan model teknikal klasik tetap menjadi kompas andal di tengah volatilitas yang tak kenal ampun.
YoungHoon Kim — Manipulasi Telah Berlalu, dan BTC Siap Menuju ATH Baru
Berkebalikan dengan pandangan Brandt, YoungHoon Kim — sosok dengan skor IQ terverifikasi 276 — melihat kondisi pasar melalui perspektif game theory.
Dalam analisis terbarunya, Kim menilai bahwa koreksi saat ini merupakan manipulasi sesaat oleh crypto whale. Ia meyakini efeknya akan mereda dalam waktu satu pekan. Setelah itu, Bitcoin disebutnya berpotensi melaju menuju rekor harga all-time high (ATH) baru.
Sponsored SponsoredTeori Kim turut didukung oleh akun analis Bull Theory, yang menyoroti pola pergerakan harga terkini.
Harga Bitcoin sempat terpeleset ke US$87.700 sebelum pulih dengan tangkas ke US$91.200. Pola dump-and-pump cepat dalam empat jam tersebut mencerminkan manipulasi likuiditas tipikal akhir pekan untuk menyingkirkan posisi long dan short yang bersileweran secara bersamaan.
Di antara dua pandangan — satu dibangun dari keahlian puluhan tahun membaca pola teknikal, dan yang satunya lagi bertumpu pada penalaran perilaku pasar kripto — jawabannya mungkin segera terungkap pada pekan kedua Desember ini.
SponsoredPrediksi-prediksi ini mencuat menjelang rapat FOMC, yang secara historis menunjukkan pola sebagai berikut pada dua pemotongan suku bunga terakhir (17 September dan 29 Oktober):
- Bitcoin cenderung naik beberapa hari sebelum pengumuman,
- Rebound singkat tepat setelah keputusan,
- Dan kemudian jatuh tajam sesudahnya.
Pasar akan segera menunjukkan pandangan mana yang akhirnya terbukti akurat.
Bagaimana pendapat Anda tentang analisis dan prediksi harga Bitcoin menurut dua tokoh kenamaan di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!