Kembali

Debat Versus CZ Binance, Peter Schiff Sebut Bitcoin “Zero-Sum Game”, Validkah?

author avatar

Ditulis oleh
Mohammad Shahid

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

08 Desember 2025 13.44 WIB
Tepercaya
  • Peter Schiff mengeklaim bahwa Bitcoin tidak menciptakan kekayaan nyata, hanya mendistribusikannya ulang.
  • Analisis ungkap Bitcoin menyediakan utilitas riil: penyelesaian lintas batas, kelangkaan, dan kepemilikan yang dapat diverifikasi.
  • Argumennya bergantung pada asumsi bahwa Bitcoin gagal dalam jangka panjang, yang tidak selaras dengan tren adopsi saat ini.
Promo

Peter Schiff terlibat dalam debat dengan CZ pada Binance Blockchain Week setelah menentang legitimasi Bitcoin sebagai penghasil nilai ekonomi nyata.

Berbicara di atas panggung berhadapan dengan Changpeng Zhao (CZ), Schiff berargumen bahwa Bitcoin adalah mekanisme transfer kekayaan zero-sum alih-alih aset yang produktif.

Berikut pernyataan lengkap Schiff sebagaimana disampaikan dalam debat:

“Segala yang dilakukan Bitcoin hanyalah memfasilitasi transfer kekayaan dari orang-orang yang membeli BTC ke orang-orang yang menjualnya. Ketika Bitcoin diciptakan, tidak ada kekayaan nyata yang lahir. Sekarang kita memiliki sekitar 20 juta Bitcoin yang tidak kita miliki 15 tahun lalu. Tapi, kita tidak menjadi lebih baik hanya karena BTC itu ada. Mereka tidak benar-benar melakukan apa pun. Yang terjadi adalah beberapa orang menjadi makmur dengan mengorbankan orang lain. Sekarang, orang-orang yang kehilangan banyak uang di Bitcoin bahkan belum menyadari bahwa mereka kehilangan uang, karena mereka masih memiliki BTC tersebut, dan tokennya masih berharga US$90.000–US$92.000 atau berapa pun harga saat ini. Jadi, mereka tidak sadar bahwa mereka telah kehilangan uang. Tetapi, jika mereka mencoba keluar, saat itulah mereka akan menyadari bahwa uang itu hilang.”

Sponsored
Sponsored

“Bitcoin Memungkinkan Transfer Kekayaan Dari Pembeli ke Penjual”

Pernyataan ini benar sejauh setiap aset yang diperdagangkan secara bebas, seperti saham, emas, tanah, seni rupa, juga mentransfer kekayaan antar partisipan berdasarkan harga masuk, harga keluar, dan kondisi pasar.

Namun, Schiff mengimplikasikan bahwa transfer tersebut zero-sum. Itu tidaklah akurat. Jaringan Bitcoin sendiri menciptakan utilitas, yang berbeda dari harga.

Bitcoin saat ini menggerakkan penyelesaian lintas batas, berfungsi sebagai alat penyimpan nilai yang kebal sensor, dan menjadi kolateral atau jaminan di berbagai platform keuangan.

Kemampuan adalah sumber nilai, bukan bentuk fisik. Sebuah jaringan global yang memindahkan modal secara instan tanpa bank adalah fungsi ekonomi baru. Itu definisi penciptaan kekayaan.

Jika Bitcoin hanya mendistribusikan nilai, ia tidak akan menopang saluran pembayaran, platform kustodian, atau jalur remitansi bernilai miliaran dolar.

Sponsored
Sponsored

Aset zero-sum tidak akan mampu menarik treasury perusahaan, ETF institusional, ataupun adopsi oleh negara.

“Penambahan 20 Juta Bitcoin Tidak Menciptakan Kekayaan Nyata”

Kekayaan tidak bergantung pada substansi fisik. Kekayaan bergantung pada permintaan, utilitas, konsensus, serta kemampuan untuk menyimpan atau mentransfer nilai.

Logika Schiff bisa diterapkan pada:

  • Fiat pemerintah (diciptakan melalui deklarasi namun diterima global).
  • Nama domain internet (tidak berwujud, tetapi bernilai jutaan dolar).
  • Perangkat lunak dan cloud (tak kasat mata, namun menopang PDB global).

Dengan standar itu, software, DNS internet, model AI, dan bahkan uang fiat juga gagal dikategorikan sebagai kekayaan. Namun, semua sistem tak berwujud ini menjadi mesin ekonomi modern.

Bitcoin menciptakan sesuatu yang tidak pernah ada sebelumnya dalam sejarah moneter: aset bearer (pembawa) yang bergerak seperti data, menyelesaikan transaksi tanpa perantara, dan dapat diverifikasi secara matematis.

Itu analog dengan digitalisasi emas tanpa gesekan penyimpanan, transportasi, atau pengujian.

Sponsored
Sponsored

Kekayaan tercipta karena kapabilitas baru muncul.

“Orang-Orang Hanya Tidak Tahu Mereka Kehilangan Uang karena Harga Masih Tinggi”

Perhitungan ini disandarkan pada asumsi bahwa Bitcoin akan runtuh. Itu bisa saja terjadi — tetapi bukan fakta, melainkan prediksi.

Apabila Bitcoin terus diminati global, kelangkaan dan pertumbuhan jaringan menopang nilai.

Jika adopsi semakin meluas, seperti yang terlihat pada ETF, treasury korporasi, dan penyimpanan negara, maka prediksi Schiff melemah.

Pandangan tersebut menyamakan unrealized gain (keuntungan yang belum terealisasi) dengan ilusi. Namun:

Sponsored
Sponsored
  • Jika seseorang memegang Bitcoin selama 10 tahun dan kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi, kekayaan direalisasikan.
  • Jika Bitcoin menjadi transaksi yang meluas dan terintegrasi ke dalam infrastruktur moneter, aset tersebut berfungsi melampaui spekulasi.

Teorinya hanya valid jika Bitcoin gagal sebagai jaringan moneter. Faktanya, lebih dari satu dekade pertumbuhan menyiratkan arah yang berlawanan.

Kesimpulan

Komentar Peter Schiff menyita perhatian dan sekaligus memantik perdebatan, namun penalarannya mengabaikan realitas ekonomi penting.

Nyatanya, Bitcoin bukan sekadar transfer kekayaan. Ia adalah jaringan moneter global yang berfungsi dan memiliki atribut yang tidak dapat direplikasi oleh kelas aset tradisional mana pun.

Argumen bahwa Bitcoin “tidak menciptakan kekayaan” bertumpu pada asumsi usang tentang sumber asal nilai.

Bagaimana pendapat Anda tentang komentar Peter Schiff tentang Bitcoin di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori