Terkait topik iniDewan Intelijen Pasar

CEO Phemex: Mengapa Kartu Kripto Harus Beroperasi Layaknya Infrastruktur Trading

  • Phemex membangun kartu kriptonya dengan fokus pada trader dan efisiensi modal.
  • Pengeluaran diselesaikan langsung dari akun spot pengguna secara real-time.
  • - Cashback masuk dalam USDT, mengubah pembelian menjadi likuiditas trading yang dapat digunakan kembali.

Berdasarkan Artemis Analytics, volume transaksi kartu kripto meningkat dari sekitar US$100 juta per bulan di awal 2023 menjadi lebih dari US$1,5 miliar pada akhir 2025. Sepanjang periode tersebut, kategori ini bersaing utama lewat berbagai keuntungan, tingkat cashback, dan insentif gaya hidup.

Tapi, Phemex mengambil pendekatan berbeda lewat peluncuran Phemex Card yang berfokus pada efisiensi modal dan perilaku trader, bukan insentif konsumen. Phemex mempelajari fitur kartu kripto yang sudah ada, lalu mengembangkannya dengan memperkenalkan konsep baru: memungkinkan trader menghubungkan pengeluaran sehari-hari dengan aktivitas trading dan manajemen modal jangka panjang.

“Alih-alih bertanya bagaimana cara membuat pengeluaran menjadi lebih menarik, kami bertanya bagaimana membuat transisi dari alokasi pasar ke eksekusi di dunia nyata menjadi lebih efisien,” ujar Federico Variola, CEO Phemex.

BeInCrypto berbincang langsung dengan Variola untuk mengetahui alasan exchange tersebut memilih meninggalkan strategi rewards konvensional dan seperti apa arah infrastruktur keuangan kripto berikutnya.

Pertumbuhan Penggunaan Kartu Kripto per Juli 2026
Pertumbuhan Penggunaan Kartu Kripto per Juli 2026 | Sumber: X/Phemex

Menjembatani Modal Trading dan Pengeluaran Sehari-Hari

Pada 14 September, Phemex mulai meluncurkan Phemex Card ke pengguna yang memenuhi syarat, terhubung dengan sistem pembayaran yang diterima oleh lebih dari 100 juta merchant di seluruh dunia. Ketersediaannya akan diperluas seiring Phemex memenuhi persyaratan regulasi dan onboarding di tiap negara.

Berbeda dengan kebanyakan kartu kripto yang mewajibkan pengguna mengisi saldo di wallet khusus, Phemex Card melakukan penyelesaian transaksi langsung dari akun spot pengguna, mengonversi stablecoin yang didukung pada saat pembayaran secara real-time. Modal tetap berada di lingkungan trading hingga benar-benar dipakai.

Tetapi ada pertanyaan menarik: mengapa Phemex merancang kartunya seperti ini?

Walau sudah satu dekade terjadi pengembangan infrastruktur kripto di sisi kustodi, likuiditas, dan eksekusi, ada satu celah yang masih tersisa. Jembatan antara portofolio digital dan pengeluaran di dunia nyata tetap bergantung pada proses yang rumit: konversi ke fiat, tarik ke bank, menunggu pencairan, baru bisa dipakai.

Kartu ini dibuat untuk menutup apa yang disebut Phemex sebagai “last mile” ekosistem trading. Variola menegaskan keputusan ini didasarkan pada perilaku nyata para pengguna exchange mereka.

Perusahaan mendapati sebagian besar pengguna mereka adalah trader atau pengelola modal yang fokus utamanya bukan insentif gaya hidup, melainkan bagaimana pergerakan modal antara posisi aktif, aset stabil, hingga akhirnya ke pengeluaran riil.

“Kalau kita melihat alur kerja ini, model kartu dengan berbagai keuntungan tradisional sepertinya jadi kurang relevan. Program rewards umumnya mendorong konsumsi, sedangkan trader biasanya berpikir soal disiplin modal. Mereka ingin memisahkan margin trading dari modal pengeluaran serta menjaga kendali atas keduanya,” terang Variola kepada BeInCrypto.

Mengubah Cashback Menjadi Likuiditas Trading

Pemikiran serupa juga diterapkan Phemex pada struktur cashback kartu ini. Alih-alih mengkreditkan rewards sebagai diskon fiat atau poin platform, Phemex memberikan cashback dalam USDT langsung ke akun spot pengguna. Nilai tersebut bisa digunakan kembali untuk membuka posisi, melakukan hedging, atau sekadar menyimpan likuiditas.

Program ini sengaja didesain sebagai cashback tanpa batas, artinya tidak ada maksimum jumlah cashback yang bisa diperoleh pengguna. Pengguna standar akan mendapat 0,25% dan pengguna VIP bisa sampai 1% untuk transaksi yang memenuhi syarat serta merujuk pada Ketentuan Program Cashback Phemex Card.

Secara praktis, ini berarti pengeluaran besar tidak dibatasi secara buatan: jika seseorang membelanjakan US$10 juta dalam sebulan, cashback tetap dihitung dari seluruh nominal yang memenuhi syarat. Hal ini mempertegas bahwa desain kartu diarahkan untuk menghasilkan likuiditas berkelanjutan, bukan sekadar rewards berbatas.

Ini memang keputusan desain kecil, tapi sangat disengaja, yang menunjukkan bagaimana Phemex memahami hubungan antara pengeluaran dan manajemen modal. Variola melihatnya bukan sebagai rewards, tetapi sebagai pemasukan berulang. Jumlah Cashback Tanpa Batas ini memang didesain agar cashback bertambah seiring peningkatan pengeluaran, bukan berdasarkan plafon nominal cashback tetap.

“Kartu ini tidak didesain untuk mengubah pola belanja orang. Idenya, jika pengguna Phemex sudah membelanjakan uang di dunia nyata, aktivitas itu perlahan-lahan menambah likuiditas ke trading environment mereka,” papar dia.

Mengapa Eropa Jadi Pasar Prioritas bagi Phemex Card

Eropa terus mengembangkan ekosistem regulasi yang lebih jelas untuk aset digital, dengan hadirnya regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA) yang menjadi bagian dari tren menuju aturan pasti untuk sektor ini — tren yang dianggap Phemex sangat penting untuk prioritas ekspansi mereka.

Bagi para pengguna, kepastian regulasi membantu menciptakan kondisi yang lebih dapat diprediksi mengenai bagaimana perkembangan aset digital dan layanan terkait ke depannya.

“Pengguna ingin tahu bahwa produk keuangan dan infrastruktur yang mereka gunakan dirancang untuk jangka panjang,” ujar Variola. “Eropa adalah pasar penting bagi kami karena pengguna di sana sudah sangat terbiasa dengan pembayaran digital dan pengeluaran lintas negara.”

Seiring Phemex terus memperkuat infrastruktur kepatuhannya, Phemex Card akan bertahap memperluas jangkauannya ke pasar-pasar baru. Ketersediaan kartu ini tergantung pada persyaratan lokal yang berlaku, kriteria kelayakan, serta ketentuan produk.

Fitur-fitur yang Dijanjikan oleh Phemex Card
Phemex Card Menjanjikan Fitur-Fitur Berikut

Dua Jalur untuk Kartu Kripto Bisa Saja Berjalan Bersamaan

Peluncuran kartu Phemex hadir di saat aktivitas kartu kripto semakin berkembang secara luas. Data yang dipantau oleh Dune Analytics menunjukkan total pengeluaran bersih di enam kartu kripto bermitra Visa naik 525% pada 2025, dari US$14,6 juta pada Januari menjadi US$91,3 juta pada Desember. Sebagian besar aktivitas tersebut berasal dari model DeFi-native non-custodial yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset berbunga tanpa harus menjual aset atau keluar dari self-custody.

Sementara itu, Phemex Card mengadopsi pendekatan terintegrasi dengan CEX. Variola berpendapat kedua model ini mengakomodasi prioritas berbeda dan sepertinya akan berjalan beriringan.

Menurutnya, perbedaan utamanya terletak pada sisi arsitektur. Kartu DeFi mengoptimalkan kedaulatan, sedangkan kartu terintegrasi dengan exchange lebih optimal untuk efisiensi eksekusi dan akses likuiditas.

“Saat kartu diintegrasikan langsung dengan lingkungan exchange, kartu bisa memanfaatkan likuiditas dan layer eksekusinya. Konversi dapat terjadi seketika, proses penyelesaian transaksi terprediksi, dan pengguna tidak perlu memindahkan dana ke beberapa tempat sebelum bertransaksi,” ucapnya.

Variola juga menyoroti aspek kepatuhan sebagai keunggulan struktural untuk kartu terintegrasi CEX. Jaringan pembayaran beroperasi di bawah standar regulasi yang ketat, dan platform yang dibangun sesuai aturan tersebut mungkin lebih siap menghubungkan saldo aset kripto dengan sistem pembayaran tradisional secara lebih mudah.

Penyangkalan

Wawancara ini merupakan konten editorial yang diproduksi secara independen oleh BeInCrypto. Pandangan, klaim, dan prediksi yang disampaikan sepenuhnya merupakan pandangan narasumber dan tidak mewakili posisi BeInCrypto. Narasumber dapat membahas proyek, perusahaan, atau token yang terafiliasi dengan mereka; setiap penyebutan semacam itu hanya dimaksudkan sebagai konteks dan bukan merupakan dukungan. Tidak ada bagian dari konten ini yang merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau pajak. Selalu lakukan riset Anda sendiri dan berkonsultasilah dengan profesional yang berkualifikasi sebelum bertindak atas hal apa pun yang dibahas.

Disponsori
Disponsori