CEO Strategy, Phong Le, menyatakan bahwa perusahaan meremehkan seberapa besar uang pinjaman yang akan mengalir ke STRC, saham preferen senilai US$9,3 miliar yang kehilangan seperempat nilainya musim panas ini.
STRC memberikan dividen tahunan 12% dan dirancang untuk diperdagangkan mendekati nilai nominal US$100. Saham ini turun hingga sekitar US$75 pada akhir Juni dan sekarang diperdagangkan di harga US$99.
Bagaimana Uang Pinjaman Membuat STRC Jatuh di Bawah US$100
Le menjelaskan penurunan harga ini dalam sebuah wawancara bersama Natalie Brunell. Ia mengatakan harga STRC yang stabil mengundang investor meminjam dengan jaminan Bitcoin (BTC) sekitar 6% untuk mendapatkan hasil 12% dari STRC.
Saat harga Bitcoin turun, para holder harus menambah jaminan Bitcoin atau menjual STRC, ujar Le, dan tekanan jual inilah yang membuat harga semakin jatuh.
“Kami tidak memperkirakan jumlah leverage sebesar itu masuk ke sistem,” terang Le.
Le menyatakan para trader kemudian membeli STRC pada rentang US$75 hingga US$90, dan ia sendiri pun ikut membeli.
Alasan Strategy Memilih Buyback daripada Dividen Lebih Tinggi
Pada akhir Juni, Strategy mengumumkan sebuah framework dengan cadangan tunai, otorisasi buyback, dan rencana menjual Bitcoin jika dibutuhkan. Mereka mulai membeli kembali STRC di akhir Juli.
Le memaparkan bahwa kenaikan dividen sebelumnya menuju 12% tidak mengangkat harga saham. Pembayaran yang lebih tinggi juga akan menguras kas dan membebani pemegang saham biasa, ucapnya. Sementara buyback justru mengurangi beban pembayaran dividen di masa depan.
Saat ini, cadangan dolar Strategy mencapai sekitar US$5,1 miliar, yang menurut Le, cukup untuk membayar sekitar tiga tahun dividen. Dana itu hanya boleh digunakan untuk membayar dividen preferen dan bunga dari utang konversi Strategy.
Dampak bagi Pemegang Saham MSTR
Strategy mendanai buyback STRC terbaru melalui penjualan saham biasa (MSTR) dan, kemungkinan juga, Bitcoin. Le menuturkan bahwa 95% penghasilannya terkait harga saham MSTR dan ia mendorong para holder berpikir untuk jangka tiga tahun.
Le mengungkapkan institusi saat ini memiliki sekitar 30% STRC, naik dari 20%. Ia pun optimistis harga saham akan kembali ke US$100 jika pemegang jangka panjang menggantikan para trader leverage.
$STRC adalah jet penumpang. $BTC adalah jet tempur. $MSTR adalah roket. Kencangkan sabuk pengaman,” komentar Le pada sebuah unggahan baru-baru ini.
Dividen STRC berikutnya akan diberikan kepada para holder yang tercatat per 30 September dan pembayaran dijadwalkan pada 15 Oktober, papar Strategy.









