Kembali

Pidato “Trade Union” Trump: 5 Hal Terpenting yang Perlu Diperhatikan

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Mohammad Shahid

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

27 Februari 2026 12.53 WIB
  • Trump membela tarif dan berjanji akan mengabaikan putusan Mahkamah Agung.
  • Dia mendorong kongres untuk melarang insider trading dan memperketat undang-undang imigrasi.
  • Dia menyoroti langkah kebijakan luar negeri dan memperingatkan Iran terkait senjata nuklir.
Promo

Presiden Donald Trump memakai pidato terbarunya di Kongres pada Selasa untuk mencampurkan klaim kebijakan, serangan politik, dan pesan ala kampanye. Tarif, imigrasi, kebijakan luar negeri terkait Iran, dan etika kongres menjadi tema paling menonjol.

Ia menggabungkan klaim kebijakan dengan cerita tamu yang penuh emosi. Trump juga menyerang langsung Partai Demokrat dan membela agenda tarifnya setelah mendapat kekalahan di Mahkamah Agung baru-baru ini.

Trump Pecahkan Rekor Pidato Serikat Buruh Terpanjang | Sumber: Firepost
Disponsori
Disponsori

Tarif Trump Akan Berlanjut Meski Terganjal Mahkamah Agung

Tema terpenting dalam pidato itu adalah upaya Trump untuk mengubah kekalahan hukum soal tarif menjadi hambatan sementara. Ia menyebut putusan pengadilan itu sebagai “unfortunate.”

Trump juga menyinggung bahwa perjanjian dagang yang sudah ada akan tetap diberlakukan dan berjanji menggunakan “undang-undang alternatif” agar tarif tetap jadi kebijakan utama di Amerika Serikat.

Hal itu penting karena tarif sudah menjadi alat inti dalam strategi ekonomi dan kebijakan luar negeri Trump, termasuk jadi tawar-menawar dalam negosiasi.


Ekonomi Amerika Hebat Lagi? Triumfalisme Maksimal dan Zero Hedge

Trump sangat menonjolkan narasi perubahan ekonomi total, sambil menyebut inflasi turun, harga bensin yang lebih murah, lapangan kerja meningkat, dan kenaikan pasar saham.

Ia menyampaikan klaim-klaim ini sebagai bukti bahwa kebijakannya berhasil membalikkan krisis yang menurutnya diwariskan dari Pemerintahan Biden.

Disponsori
Disponsori

Secara spesifik, Presiden AS ini memulai dengan: “negara kita sudah kembali: Lebih besar, lebih baik, lebih kaya, dan lebih kuat dari sebelumnya” dan tetap menjaga nada seperti itu hampir sepanjang pidato.

Hal itu mengikuti pendekatan politik Trump selama ini yang selalu mengaitkan harga konsumen, pasar, dan lapangan kerja langsung dengan kepemimpinan presiden.

Nol Toleransi dalam Isu Imigrasi

Imigrasi dan kejahatan menjadi bagian paling tajam dari pidato itu. Trump menggarisbawahi penegakan perbatasan, deportasi, dan usulan baru.

Paling menonjol, ia mendesak diberlakukannya “Dalilah law” untuk mencegah negara bagian mengeluarkan SIM komersial kepada imigran tanpa dokumen.

Trump juga kembali meminta diakhirinya kebijakan kota suaka dan memperketat aturan pemilu, sambil menyatukan penegakan imigrasi dengan narasi keamanan pemilu.


Berdiri dan Duduk: Drama Politik Langsung

Sementara itu, Trump memanfaatkan ruang sidang sebagai panggung politik secara langsung, berulang kali meminta para anggota dewan berdiri untuk mendukung sejumlah sikap, lalu mengkritik yang tidak berdiri.

Strategi itu membuat tepuk tangan atau keheningan ikut menjadi bagian dari pesan politiknya. Cara ini juga memberikan momen siap tayang di televisi dan media sosial, terutama untuk isu imigrasi dan aturan pemilu.

Sikap Lebih Lunak terhadap Iran?

Trump membawakan bagian kebijakan luar negeri dan keamanan nasional yang cukup luas. Ia mengklaim ada kemajuan di beberapa konflik, lalu memaparkan upaya yang terus berjalan di konflik Rusia-Ukraina.

Di sisi lain, presiden kembali kepada pesan tegas terhadap Irtan, dengan mengatakan ia lebih memilih diplomasi tapi tidak akan membiarkan Teheran mendapatkan senjata nuklir.


Personal Branding Trump Dipamerkan Sepenuhnya

Pada akhirnya, Trump mencampurkan gaya pemerintahan dengan personal branding secara tidak biasa, mempromosikan “Trump Accounts” dan “TrumpRX” saat membahas soal keringanan pajak dan harga obat. Trump juga mengaitkan banyak argumen kebijakan dengan para tamu undangan di galeri, mulai dari pekerja, orang tua hingga anggota militer.

Format ini membuat Trump bisa membungkus isu kebijakan yang rumit atau kontroversial dalam cerita-cerita sederhana yang menyentuh emosi.

Secara keseluruhan, pidato tersebut lebih mirip pertunjukan pemerintahan ala masa kampanye dibanding pidato legislatif tradisional: sebagian agenda kebijakan, sebagian lagi kontras partisan, lalu sebagian lagi panggung politik prime-time.

Bagaimana pendapat Anda tentang isi pidato Trump di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori